Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN TUMBUH KEMBANG BALITA


Pokok Bahasan                                   : Kesehatan Balita
Sub Pokok Bahasan                         : Tumbuh kembang
Sasaran                                                                  :
Target
Hari/Tanggal
Waktu
Tempat
Keluarga Tn. N
Jumat, 26 Mei 2006
30 menit
Rumah Keluarga Tn. N


A.       Latar Belakang                          :
Sumber daya manusia yang berkualitas : sejak awal kehidupan (janin, balita) merupakan modal dasar proses tumbuh kembang selanjutnya. Pertumbuhan dan perkembangan adalah berbeda tetapi saling berkitan dan sulit untuk di pisahkan. Hal ini berhubungan dengan interaksi genetik dan lingkungan.
Masa balita merupakan masa kritis dalam masa tumbuh kembang anak, karena pertumbuhan dan perkembangan pada masa itu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada masa berikutnya. Banyak  faktor  yang  mempengaruhi  tumbuh kembang  balita, diantaranyta  adalah faktor  genetik keturunan dan hormonal, baik pre natal  maupun post natal.Stimulasdi  yang  dilakukan  secara  terus  menerus  secara  periodic  oleh  ibunya  juga  sangat  mempengaruhi  tingkat perkembangan.Anak yang kekurangan gizi akan terpengaruh perkembangan otaknya karena jaringan otak anak yang tumbuh normal mencapai 80% berat otak orang dewasa sebelum berumur 3 tahun. Sehingga apabila pada masa ini terjadi gangguan gizi kurang, dapat menimbulkan kelainan fisik maupun mental. Anak yang kurang gizi akan merurun daya tahan tubuhnya sehingga mudah sakit, misalnya : diare, tifus, ISPA, TBC, dll.


B.      Tujuan
1.       Tujuan Umum :
                Setelah mengikuti pelatihan, kader mampu mengetahui tumbuh kembang  balita.
2.       Tujuan Khusus :
                Setelah mengikuti pelatihan, kader yang mengikuti Posyandu mampu :
a.          Mengerti pengertian tumbuh kembang.
b.          Mengerti Ciri-ciri tumbuh kembang
c.           Mengerti faktor-faktor yang mempengeruhi tumbang.
d.          Mengerti kebutuhan dasar balita.
e.          Mengerti tahap tumbuh kembang.

C.  Metode

1)       Ceramah

2)       Tanya jawab

3)       Simulasi

D.   Media
                Leflet, alat peraga

E.        Proses Pelaksanaan :
No
Tahap Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan
Waktu
Penyuluh
Masyarakat
1.
Pembukaan





3menit

Salam
Memberi salam.
Menjawab salam
Orientasi
Memperkenalkan diri, menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan, tujuan serta lamanya kegiatan.
Mengetahui jenis, tujuan serta lamanya kegiatan
Apersepsi
Memberikan apersepsi
Mendengarkan dan menanggap apersepsi yang disampaikan
2.
Penyampaian Materi

Ceramah
Menyampaikan materi tentang Tumbang dan gizi balita.
Mendengarkan materi yang disampaikan

5 menit

Tanya Jawab
Memberikan kesempatan untuk bertanya tentang hal – hal yang belum dipahami
Mengajukan pertanyaan mengenai hal – hal yang belum dipahami


5menit
3.
Penutup

Kesimpulan
Menyampaikan kesimpulan dari materi yang telah diberikan
Mendengarkan kesimpulan
2menit
Salam
Memberi salam
Menjawab salam

F.       Setting Tempat                         
Dudu berhadapan

H. Materi
Materi selengkapnya terlampir

I.  Kriteria Evaluasi            :
a.        Tahap persiapan
1.          Koordinasi dengan masyarakat mengenai lokasi, tempat, waktu, dan jumlah peserta
2.          Menyiapkan materi dan media yang dibutuhkan
3.          Koordinasi intern anggota
4.          Konfirmasi ulang dengan masyarakat

b.        Tahap pelaksanaan
1.          Acara berjalan sesuai dengan rencana termasuk alokasi waktu
2.          Anggota melaksanakan tugas sesuai dengan tanggungjawabnya
3.          Masyarakat antusias selama proses kegiatan


3.          Referensi

A.May Katharyn,Mahlmeister.,1993. Maternal and Neonatal     Nursing Family Centered Care Third Edition.               JB.Lipincott
Hendarwanto.,1996. Buku Ajar Penyakit Dalam Jilid I                Edisi 3.Jakarta: Balai Penerbit FK UI
----------, 2000, Buku Kesehatan Ibu dan Anak D.I Yogyakarta, Departemen Kesehatan RI dan Japan International Cooperation Agency, Yogyakarta.




Tumbuh Kembang Balita

PENDAHULUAN

·         Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran yang bisa diukur antara lain dengan ukuran berat (gram, kilogram) dan ukuran panjang (cm, meter).
·         Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan.
Dengan kata lain, pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi/organ.

KEBUTUHAN DASAR ANAK
a.       Kebutuhan fisik (asuh)
-          pangan/gizi merupakan kebutuhan terpenting
-          perawatan kesehatan dasar, antara lain imunisasi, pemberian ASI, penimbangan bayi/anak yang teratur, pengobatan kalau sakit, dll
-          papan/pemukiman yang layak
-          higiene perorangan, sanitasi lingkungan
-          sandang
-          kesegaran jasmani, rekreasi
b.       Kebutuhan emosi/kasih sayang (asih)
Pada tahun-tahun pertama kehidupan, hubungan yang erat, mesra dan selaras antara ibu/pengganti ibu dengan anak merupakan syarat mutlak untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental maupun psikososial. Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik, mental maupun sosial emosi.
c.       Kebutuhan akan stimulasi mental (asah)
Stimulasi mental merupakan cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. Stimulasi mental ini mengembangkan perkembangan mental psikososial ; kecerdasan, keterampilan, kemandirian, kreativitas, agama, kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya.

PERTUMBUHAN FISIK
a.       Berat Badan
Pada bayi yang lahir cukup bulan, berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke-10. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan, menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur satu tahun, dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. Pada masa prasekolah (usia 1-6 tahun) kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun.
b.       Tinggi Badan
Secara umum, tinggi badan anak dapat diperkirakan, sebagai berikut :
1 tahun : 1,5 x TB lahir
4 tahun : 2 x TB lahir
6 tahun : 1,5 TB setahun
13 tahun : 3 x TB lahir
dewasa 3,5 x TB lahir (2 x tb 2 tahun)
c.       Gigi
Gigi pertama tumbuh pada umur 5-9 bulan, pada umur 1 tahun sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu. Selama tahun kedua gigi tumbuh lagi 8 biji sehingga jumlah seluruhnya sekitar 14-16 gigi dan pada umur 2,5 tahun sudah terdapat 20 gigi susu.

PERKEMBANGAN BALITA
            Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhyan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat, dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini.
           
Berikut beberapa hal penting yang harus diketahui dalam menilai taraf perkembangan anak :
# 4-6 minggu                 : tersenyum spontan, dapat mengeluarkan suara 1-2
                                                  minggu kemudian
# 12-16 minggu              : - menegakkan kepala, tengkurap sendiri
  - menoleh ke arah suara
 - memegang benda yang ditaruh di tangannya
# 20 minggu                        :  meraih benda yang didekatkan kepadanya
# 26 minggu                        : - dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan
                                               lainnya
   - duduk, dengan bantuan kedua tangannya ke depan
   - makan biskuit sendiri
# 9-10 bulan                        :  - menunjuk dengan jari telunjuk
   - memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk
   - merangkak
   - bersuara da..da…
# 13 bulan               :   - berjalan tanpa bantuan
   - mengucapkan kata-kata tunggal
Dengan mengetahui berbagai tingkat perkembangan ini maka kita dapat mengetahui apakah seorang anak perkembangannya terlambat ataukah masih dalam batas normal.

PERKEMBANGAN MENTAL (Skala YAUMIL-MIMI)
Gerakan- gerakan Kasar & Halus, Emosi, Sosial, Perilaku, Bicara
1.    Dari lahir sampai 3 bulan :
-    belajar mengangkat kepala
-    belajar mengikuti obyek dengan matanya
-    melihat ke muka orang dengan tersenyum
-    bereaksi terhadap suara/bunyi
-    mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak
-    menahan barang yang dipegangnya
-    mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
2.    Dari 3 sampai 6 bulan
-       mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan bertopang tangan
-       mulai belajar meraih benda yang ada dalam atau di luar jangkauannya
-       menaruh benda-benda di mulutnya
-       berusaha memperluas lapangan pandangan
-       tertawa dan menjerit karena gembira bila  diajak bermain
-       mulai berusaha mencari benda- benda yang hilang
3.    Dari 6 sampai 9 bulan
-    dapat duduk tanpa dibantu
-    dapat tengkurap dan berbalik sendiri
-    dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
-    memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain
-    memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
-    bergembira dengan melempar benda-benda
-    mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti
-    mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/lain
-       mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyi-sembunyian
4.    Dari 9 sampai 12 bulan
-    dapat berdiri sendiri tanpa dibantu
-    dapat berjalan dengan dituntun
-    menirukan suara
-    mengulang bunyi yang didengarnya
-    belajar menyatakan satu atau dua kata
-    mengerti perintah sederhana atau larangan
-    memperlihatkan minat  yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya, ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya
-    berpartisipasi dalam permainan
5.    Dari 12 sampai 18 bulan
-    berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah
-    menyusun 2 atau 3 kotak
-    dapat mengatakan 5-10 kata
-    memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing
6.    Dari 18 sampai 24 bulan
-    naik turun tangga
-    menyusun 6 kotak
-    menunjuk mata dan hidungnya
-    menyusun 2 kata
-    belajar makan sendiri
-    menggambar garis di kertas atau di pasir
-    mulai belajar mengontrol buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK)memperlihatkan minat dan bermain-main  dengan anak-anak lain
7.       Dari 2 sampai 3  tahun
-    belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki
-    membuat jembatan dengan 3 kotak
-    mampu menyusun kalimat
-    mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya
-    menggambar lingkaran
-    bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya
8.       Dari 3 sampai 4 tahun
-    berjalan-jalan  sendiri mengunjungi tetangga
-    berjalan pada jari kaki
-    belajar berpakaian dan membuka pakaian  sendiri
-    menggambar garis silang
-    menggambar orang hanya kepala dan badan
-    mengenal 2 atau 3 warna
-    bicara dengan baik
-    menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya
-    banyak bertanya
-    bertanya bagaimana anka dilahirakan
-    mengenal sisi atas, sisi bawah, sisi muka dan sisi belakang
-    mendengarkan cerita-cerita
-    bermain dengan anak lain
-    menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya
-    dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana
9.       Dari 4 sampai 5 tahun
-    melompat dan menari
-    menggambar orang terdiri dari kepala, lengan, badan
-    menggambar segi empat dan segi tiga
-    pandai bicara
-    dapat menghitung jari-jarinya
-    dapat menyebut hari-hari dalam seminggu
-    mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita
-    minat kepada kata baru dan artinya
-    memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya
-    mengenal 4 warna
-    memperkirakan bentuk dan besarnya benda, membedakan besar dan kecil
-    menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa

Tidak ada komentar: