Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN OBESITAS/KEGEMUKAN

A.    Latar Belakang
            Dari hasil pengkajian yang dilakukan oleh perawat, didapatkan data postur tubuh klien gemuk, BB 81 kg, TB 164 cm, usia 28 tahun, klien ibu rumah tangga dengan 3 orang anak sekarang mengikuti program KB dan menggunakan KB hormonal yaitu susuk, di keluarga klien terdapat anggota keluarga yang juga gemuk dimana adik dan bibi klien gemuk. Klien mengatakan berat badannya berlebih sehingga terkadang sulit bergerak sehingga selalu merasa malas untuk bergerak banyak, serta klien merasa terganggu dengan penampilannya yang gemuk dimana terkadang takut bila kegemukannya mengganggu keharmonisan di dalam rumah tangga.
Untuk itu mahasiswa perawat membuat rencana penyuluhan tentang  oebesitas/kegemukan dan penanggulangannya.

B. Tujuan

  1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pada keluarga diharapkan dapat mengetahui dan memahami tentang keadaan obesitas/kegemukan.
  1. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pada lansia dan keluarga lansia, diharapkan akan mampu :
    1. Menyebutkan pengertian obesitas
    2. Menyebutkan penyebab obesitas
    3. Menyebutkan tipe-tipe obesitas
    4. Menyebutkan komplikasi obesitas
    5. Menjelaskan berbagai upaya menurunkan berat badan.
    6. Menyebutkan kiat menghindari kegemukan

C. Manfaat

            Penyuluhan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan keluarga tentang konsep obesitas/kegemukan.

D.  Pokok Bahasan

Konsep mengenai obesitas/kegemukan

E.  Sub Pokok Bahasan

  1. Pengertian obesitas
  2. Penyebab obesitas
  3. Tipe-tipe obesitas
  4. Komplikasi obesitas
  5. Berbagai upaya menurunkan berat badan.
  6. Kiat menghindari kegemukan

F. Sasaran

Keluarga binaan

G. Metode

1.      Ceramah
2.      Diskusi

H. Media

1.      Lembar balik
2.      Leaflet

I.  Waktu dan Tempat Penyuluhan
Hari/ Tanggal        : Sabtu, 29 April 2006
Waktu                   : 12.00 – selesai
Tempat                  : Jl. Bajak II H, Lingkungan IX Kelurahan Harjosari II

J.  Pelaksanaan Penyuluhan

NO
KEGIATAN

PENYULUHAN

PESERTA
MEDIA
WAKTU
1
Pembukaan
1.      Memberi salam
2.      Menjelaskan tujuan, manfaat dan cakupan materi
1.      Menjawab salam


2.      Mendengarkan dan memperhatikan
-
2 menit
2
Kegiatan
1.      Menjelaskan pengertian obesitas
2.      Menjelaskan penyebab obesitas
3.      Menjelaskan tipe-tipe obesitas
4.      Menjelaskan komplikasi obesitas
5.      Menjelaskan upaya menurunkan BB
6.      Menjelaskan kiat menghindari kegemukan 
7.      Memberikan kesempatan untuk bertanya jika ada yang tidak jelas
1.      Mendengarkan dan memperhatikan
2.     Mendengarkan dan memperhatikan
3.     Mendengarkan dan memperhatikan
4.     Mendengarkan dan memperhatikan
5.     Mendengarkan dan memperhatikan

6.     Mendengarkan dan memperhatikan

7.     Bertanya jika ada yang tidak jelas.

Lembar balik
10 menit
3
Penutup
1.      Mengevaluasi pengetahuan klien tentang materi yang disampaikan dengan memberi pertanyaan
2.      Menyimpulkan materi penyuluhan
3.      Memberi salam
1.     Menjawab pertanyaan






2.     Mendengarkan dan memperhatikan
3.     Menjawab salam
Leaflet
3 menit

K. Evaluasi

1.      Evaluasi Struktur
-          Kesiapan mahasiswa memberikan materi penyuluhan
-          Media dan alat memadai
-          Waktu dan tempat penyuluhan sesuai dengan rencana kegiatan

2.      Evaluasi Proses
-          Pelaksanaan penyuluhan sesuai dengan jadwal yang direncanakan
-           Peserta penyuluhan kooperatif dan aktif berpartisipasi selama proses penyuluhan

3.      Evaluasi Hasil
80 % pertanyaan dapat dijawab oleh klien dan keluarga



L.   Referensi

Smeltzer S.C., & Bare B.G., 2002, Buku Ajar: Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Sunddart, Edisi 8 Volume 2, Jakarta: EGC
http//:www.e-psikologi.com/remaja/130502.htm
http//:www.medicastore.com/cybermend/detail.pyk.php?idktg=10&iddtl.42

MATERI PENYULUHAN
OBESITAS/KEGEMUKAN

A.    Pengertian
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya.

B.     Penyebab

1.      Genetik 
Kegemukan dapat diturunkan dari generasi sebelumnya pada generasi berikutnya di dalam sebuah keluarga. Itulah sebabnya kita seringkali menjumpai orangtua yang gemuk cenderung memiliki anak-anak yang gemuk pula.  Dalam hal ini nampaknya faktor genetik telah ikut campur dalam menentukan jumlah unsur sel lemak dalam tubuh.  Hal ini dimungkinkan karena pada saat  ibu yang obesitas sedang hamil maka unsur sel lemak yang berjumlah besar dan melebihi ukuran normal, secara otomatis akan diturunkan kepada sang bayi selama dalam kandungan. Maka tidak heranlah bila bayi yang lahirpun memiliki unsur lemak tubuh yang relatif sama besar. 
2.      Kerusakan pada Salahsatu Bagian Otak  
Sistem pengontrol yang mengatur perilaku makan terletak pada suatu bagian otak yang disebut hipotalamus, sebuah kumpulan inti sel dalam otak yang langsung berhubungan dengan bagian-bagian lain dari otak dan kelenjar dibawah otak. Hipotalamus mengandung lebih banyak pembuluh darah dari daerah lain pada otak, sehingga lebih mudah dipengaruhi oleh unsur kimiawi dari darah.
Dua bagian hipotalamus yang mempengaruhi penyerapan makan yaitu hipotalamus lateral (HL) yang menggerakan nafsu makan (awal atau pusat makan); hipotalamus ventromedial (HVM) yang bertugas merintangi nafsu makan (pemberhentian atau pusat kenyang). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa bila HL rusak/hancur maka individu menolak untuk makan atau minum, dan akan mati kecuali bila dipaksa diberi makan dan minum (diberi  infus). Sedangkan bila kerusakan terjadi pada bagian HVM maka seseorang akan menjadi rakus dan kegemukan.  
3.      Pola Makan Berlebihan
Orang yang kegemukan lebih responsif dibanding dengan orang berberat badan normal terhadap isyarat lapar eksternal, seperti rasa dan bau makanan, atau saatnya waktu makan. Orang yang gemuk cenderung makan bila ia merasa ingin makan, bukan makan pada saat ia lapar. Pola makan berlebih inilah yang menyebabkan mereka sulit untuk keluar dari kegemukan jika sang individu tidak memiliki kontrol diri dan motivasi yang kuat untuk mengurangi berat badan.
4.      Kurang Gerak/Olahraga
Tingkat pengeluaran energi tubuh sangat peka terhadap pengendalian berat tubuh. Pengeluaran energi tergantung dari dua faktor :
Ø  Tingkat aktivitas dan olah raga secara umum;
Ø  Angka metabolisme basal atau tingkat energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi minimal tubuh.
Dari kedua faktor tersebut metabolisme basal memiliki tanggung jawab dua pertiga dari pengeluaran energi orang normal. 
Meski aktivitas fisik hanya mempengaruhi satu pertiga pengeluaran energi seseorang dengan berat normal, tapi bagi orang yang memiliki kelebihan berat badan aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting. Pada saat berolahraga kalori terbakar, makin banyak berolahraga maka semakin banyak kalori yang hilang. Kalori  secara tidak langsung mempengaruhi sistem metabolisme basal. Orang yang duduk bekerja seharian akan mengalami penurunn metabolisme basal tubuhnya. Kekurangan aktifitas gerak akan menyebabkan suatu siklus yang hebat, obesitas membuat kegiatan olah raga menjadi sangat sulit dan kurang dapat dinikmati dan kurangnya olah raga secara tidak langsung akan mempengaruhi turunnya metabolisme basal tubuh orang tersebut. Jadi olah raga sangat penting dalam penurunan berat badan tidak saja karena dapat membakar kalori, melainkan juga karena dapat membantu mengatur berfungsinya metabolis normal.
5.      Pengaruh Emosional
Sebuah pandangan populer adalah bahwa obesitas bermula dari masalah emosional yang tidak teratasi. Orang-orang gemuk haus akan cinta kasih, seperti anak-anak makanan dianggap sebagai simbol kasih sayang ibu, atau kelebihan makan adalah sebagai subtitusi untuk pengganti kepuasan lain yang tidak tercapai dalam kehidupannya.  Walaupun penjelasan demikian cocok pada beberapa kasus, namun sebagian orang yang kelebihan berat badan tidaklah lebih terganggu secara psikologis dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal. Meski banyak pendapat yang mengatakan bahwa orang gemuk biasanya tidak bahagia, namun sebenarnya ketidakbahagiaan /tekanan batinnya lebih diakibatkan sebagai hasil dari kegemukannya. Hal tersebut karena dalam suatu masyarakat seringkali tubuh kurus disamakan dengan kecantikan, sehingga orang gemuk cenderung malu dengan penampilannya dan kesulitannya mengendalikan diri terutama dalam hal yang berhubungan dengan perilaku makan.
Orang gemuk seringkali mengatakan bahwa mereka cenderung makan lebih banyak apa bila mereka tegang atau cemas, dan eksperimen membuktikan kebenarannya. Orang gemuk makan lebih banyak dalam suatu situasi yang sangat mencekam; orang dengan berat badan yang normal makan dalam situasi yang kurang mencekam (McKenna,1999). Dalam suatu studi yang dilakukan White (1977) pada kelompok orang dengan berat badan berlebih dan kelompok orang dengan berat badan yang kurang, dengan menyajikan kripik (makanan ringan) setelah mereka menyaksikan empat jenis film yang mengundang emosi yang berbeda, yaitu film yang tegang, ceria, merangsang gairah seksual dan sebuah ceramah yang membosankan. Pada orang gemuk didapatkan bahwa mereka lebih banyak menghabiskan kripik setelah menyaksikan film yang tegang dibanding setelah menonton film yang membosannkan. Sedangkan pada orang dengan berat badan kurang selera makan kripik tetap sama setelah menonton film yang tegang maupun film yang membosankan.
6.      Lingkungan
Faktor lingkungan ternyata juga mempengaruhi seseorang untuk menjadi gemuk. Jika seseroang dibesarkan dalam lingkungan yang menganggap gemuk adalah simbol kemakmuran dan keindahan maka orang tersebut akan cenderung untuk menjadi gemuk. Selama pandangan tersebut  tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal maka orang yang obesitas tidak akan mengalami masalah-masalah psikologis sehubungan dengan kegemukan.

C. Tipe-Tipe Obesitas
Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
  1. Obesitas ringan : 120%-140% BB ideal.
  2. Obesitas sedang : 140%-200% BB ideal.
  3. Obesitas berat atau abnormal : > 200% BB ideal. obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk.

D.    Komplikasi
1.      Diabetes (kencing manis),
2.      Hipertensi (tekanan darah tinggi),
3.      Dislipidemia (kadar kolesterol dan trigliserida darah tinggi),
4.      Percepatan atherosklerosis (penyumbatan pembuluh darah)
5.      Pre eklamsia,
6.      Mengganggu penampilan / estetika diri,
7.      Kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

E. Berbagai Upaya Menurunkan Berat Badan

Dalammenurunkan berat badan agar dapat kembali ideal dapat dilakukan dengan cara:
  1. Pengaturan makan atau diet
  2. Penggunaan teknik akupuntur
  3. Aktivitas fisik / latihan jasmani
 
E.     Kiat Menghindari Kegemukan
Kegemukan identik dengan kebiasaan makan, berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menghindari kegemukan :
  1. Jangan yang digoreng. Masaklah mi dalam air, jangan digoreng. Begitu juga dengan nasi. Sajikan nasi yang ditanak/dikukus, jangan yang digoreng. Memilih daging juga lebih baik yang dipanggang.
  2. Kunyah perlahan. Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan cobalah menikmati makanan sewaktu berada dalam mulut. Dengan demikian akan menyebabkan lambung cepat kenyang dan membantu mencegah makan terlalu banyak. Nasihat lama yang masih boleh diikuti, kunyahlah makanan setidaknya 32 kali sebelum menelannya.
  3. Ambil sedikit. Ambillah makanan pertama sedikit mungkin ke dalam piring Anda. Tambah sedikit demi sedikit bila masih lapar. Cara ini dilakukan agar Anda tidak merasa terpaksa harus menghabiskan makanan yang sudah berada di piring.
  4. Tinggalkan meja setelah selesai. Diimbau untuk segera meninggalkan meja makan setelah selesai dan jangan dilanjutkan dengan mengobrol. Ini dilakukan untuk menghindarkan diri dari iseng atau keinginan ngemil dan mengambil makanan dari sana-sini sehingga tak terasa perut menjadi terlalu kenyang. Hindari kadar gula dan lemak tinggi.
  5. Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.
  6. Konsumsi banyak buah. Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan.
  7. Waspadai minuman bersoda. Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan bergula berisiko tinggi mengalami kegemukan. Laporan para peneliti Amerika yang diterbitkan oleh The British Medical Journal The Lancet, remaja AS perlu segera mengurangi minuman bersoda dan junk food yang berisiko mengganggu kesehatan. "Kami menemukan selalu ada minuman ringan di setiap hidangan tambahan, dan risiko kegemukan meningkat kira-kira 50 persen," kata Ludwig.
  8. Kurangi menonton televisi. "Kegemukan pada anak-anak diakibatkan oleh banyak faktor. Tidak ditekankan hanya pada satu faktor, yaitu minuman ringan dan masalah gizi, melainkan juga kebiasaan seperti menonton televisi," ungkap Ludwig. Membanjirnya acara di televisi, termasuk film-film kartun dan telenovela, membuat anak-anak dan ibu rumah tangga semakin lama duduk di depan televisi sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk.

Buatlah Piramida anda sendiri

Aturlah pola makan yang sehat dan cerdas, yaitu pemilihan makanan yang bervariasi dengan gizi seimbang dan dalam jumlah tidak berlebihan. Gunakan pola makan ini sepanjang hidup anda, tidak hanya untuk sementara, dan mulailah menciptakan piramida pribadi sekarang juga!.
1.      Makanlah 3 kali sehari secara teratur (sarapan, makan siang, dan makan malam). Jangan menunda waktu makan atau menghilangkan (skip) salah satu makan utama anda.   
2.      Benahi pilihan makanan anda secara bertahap. Hal ini akan lebih mudah dibandingkan anda harus merubah drastis semuanya dalam satu waktu.
3.      Pilihlah makanan dari kelima jenis makanan setiap hari. Buatlah piramida anda mulai dari bagian dasar, yaitu makanan pokok, kemudian sayur dan buah-buahan.
4.      Aturlah piring makan anda. Bagi piring makan menjadi 4 bagian. Isi ketiga bagian masing-masing dengan makanan pokok, sayuran dan buah-buahan,sedangkan yang keempat diisi dengan kelompok daging rendah lemak. Kemudian tambahkan menu kelima, yaitu segelas susu rendah/bebas lemak.
5.      Buatlah porsi secukupnya. Kurangi makanan yang mengandung lemak dan gula. Dan sesuaikan waktu penyajian antara makan utama dan cemilan (snack).
6.      Buatlah makanan anda bervariasi. Cobalah bereksperimen dengan mencoba makanan-makanan baru. Disamping mendapat keuntungan dari segi gizi, juga dapat menambah minat terhadap makanan dan cemilan yang sehat.
7.      Pertimbangkanlah gaya hidup anda, berapa kalori yang anda butuhkan setiap hari. Pilihlah jenis makanan yang dibutuhkan dari setiap kelompok makanan dengan porsi yang cukup, setidaknya memenuhi kebutuhan minimum perhari, guna mendapatkan atau menjaga berat badan anda tetap sehat.

Piramida makanan ini bersifat sangat fleksibel. Bila aktifitas atau gaya hidup anda berubah, atau usia anda bertambah, maka anda tinggal menyesuaikan besarnya porsi makanan dari setiap kelompok makanan.

Agenda Makanan dan Aktifitas
Setelah menyusun piramida makanan bagi anda sendiri, langkah selanjutnya adalah melakukan pencatatan terhadap semua yang anda makan. Untuk membantu pencatatan, biasanya orang membuat semacam agenda (diary). Hal ini akan membantu kedisiplinan anda dalam menjalankan program yang telah ditetapkan. Walaupun disiplin diri merupakan hal yang paling sulit, namun hal ini merupakan kunci keberhasilan menuju sukses. 

Oleh karena itu monitor kesehatan anda sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi kesehatan terutama bagi anda yang mungkin mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Usahakan memonitor kesehatan anda dengan :
  1. Memeriksa tekanan darah sekurang-kurangnya 2 kali tiap tahun.
  2. Memeriksa urin dan glukosa darah paling tidak 3 kali tiap tahun.
  3. Memeriksa kolesterol darah kurang lebih 5 kali tiap tahun

Tidak ada komentar: