Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

LAPORAN HASIL WINSHIELD SURVEY RW IV KOTO TUO KELURAHAN KAPALO KOTO KECAMATAN PAUH



LAPORAN HASIL WINSHIELD SURVEY RW IV KOTO TUO KELURAHAN KAPALO KOTO KECAMATAN PAUH

Berdasarkan hasil winsheald survey diperoleh data bahwa RW IV Koto tuo  Kelurahan Kapalo Koto terdiri dari 3 RT yaitu RT 01, RT 02, dan RT 03. Perkiraan jumlah kepala keluarga di RW II adalah 220 KK terdiri dari jumlah kepala keluarga di RT 01 sebanyak 90 kepala keluarga, RT 02 sebanyak 70 kepala keluarga dan RT 03 sebanyak 60 kepala keluarga. Hasil winsheald survey adalah sebagai berikut:       

A. Core
a.      Sejarah
Kelurahan Kapalo Koto merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Pauh Kota Padang. Kata Kapalo Koto berasal dari kata Kapalo yang berarti tempat yang pertama kali ditempati oleh para tetuah adat dan kata Koto yang berarti Kota. Jadi Kapalo Koto berarti kota yang pertama kali ditempati oleh para tetuah adat. Kelurahan Kapalo Koto terdiri dari IV RW dengan 15 RT dan RW IV terdiri dari 3 RT.
Analisa :
Ø  Sebagian masyarakat telah mengetahui asal muasal nama daerah ini dan menjadikan sebagai filosofi daerah.

b.      Demografi dan Penduduk
Dari data yang didapatkan jumlah KK di RW IV adalah ­220 Kepala keluarga. Namun belum ada data mengenai jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dan usia. Suku yang ada di RW IV hampir semuanya bersuku Minang dengan mayoritas masyarakat merupakan penduduk asli.  Karakteristik masyarakat RW IV bersifat homogen. Sebagian besar penduduk di RW IV memiliki hubungan kekerabatan satu sama lain. Hanya sebagian kecil penduduk di RW IV yang merupakan pendatang. Umumnya masyarakat pendatang tinggal di rumah-rumah kontrakan dan jarang  yang menetap untuk jangka waktu yang lama. Berbeda dengan penduduk asli, umumnya mereka sudah lama menetap di Koto Tuo, ada juga di antara mereka yang pergi merantau ke luar daerah untuk jangka waktu tertentu lalu kembali lagi ke kampung untuk tinggal dan menetap.
Tipe keluarga di RW IV sebagian besar adalah extended family, dimana dalam satu rumah bisa terdiri dari beberapa keluarga.
Usia penduduk di RW IV sangat bervariasi, yang terdiri dari bayi/balita, usia sekolah, remaja, dewasa, dan lansia.  Berdasarkan wawancara dengan tokoh-tokoh masyarakat didapatkan data bahwa jumlah penduduk di  berimbang dari segi usia.
Analisa :
Ø  Dalam satu keluarga terdiri dari beberapa keluarga, karakteristik RW IV bersifat homogen. Sebagian besar penduduk di RW IV memiliki hubungan kekerabatan satu sama lain. Berdasarkan wawancara dengan tokoh-tokoh masyarakat didapatkan data bahwa penduduk terbanyak pada usia dewasa (produktif) dengan perbandingan perempuan lebih banyak dari laki-laki
Masalah Keperawatan :
Ø  Potensial keefektifan  fungsi keluarga

c.       Etnik
Sebagian besar penduduk di Wilayah RW IV adalah bersuku melayu, jambak, caniago, koto dan tanjuang. Acara-acara perkawinan, kematian, atau acara adat lainnya, cara pelaksanaannya hampir sama di setiap RT baik itu di RT 01, 02, dan 03. Warga RW IV sering mengadakan acara dan pertemuan warga di masjid Taqwa  yang berada di RT 01 atau di Mushalla yang berlokasi di RT 03. Namun sebagian besar warga sulit untuk dikumpulkan ketika ada event seperti pemilihan ketua RT.
     Analisa :
Ø  Sebagian besar penduduk di Wilayah RW IV adalah orang Minang dengan 5 suku melayu, tanjuang dan jambak

      Masalah Kesehatan :
Ø  Potensial terhadap dukungan peningkatan derajat kesehatan
d.      Nilai dan Keyakinan
                        Penduduk RW IV mayoritas beragama Islam, di daerah ini terdapat satu Masjid dan satu Mushalla. Sesuai dengan fungsinya Masjid dan Mushalla dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah seperti sholat lima waktu, pendidikan subuh, majelis taklim, pesantren ramadhan dan TPA. Di samping itu, Masjid dan Mushalla juga sering digunakan sebagai tempat pertemuan seperti musyawarah atau acara yang melibatkan warga.
                       
Analisa:
Ø  Mayoritas warga RW IV beragama islam

Masalah Keperawatan :
Ø Potensial terhadap dukungan peningkatan derajat kesehatan

2.      DELAPAN SUB SISTEM
1)      Lingkungan Fisik
a.      Perumahan dan Lingkungan Daerah
Bangunan rumah di RW IV Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh di wilayah ini umumnya permanen dan beberapa rumah warga semi permanen. Rata-rata jarak antar rumah di RT 0I dan RT 02 sebagian besar saling berdekatan. Halaman rumah tidak ditanami tamanan herbal. Secara umum dapur sudah bersatu dengan rumah induk. Ventilasi rumah penduduk cukup dan pencahayaan rumah memadai, namun ada beberapa rumah ditemukan ventilasi rumah yang masih kurang memadai. Lantai rumah terbuat dari semen dan keramik. Untuk sarana kamar mandi dan jamban berada di dalam rumah induk.
Sebagian penduduk sudah membuat bangunan MCK sesuai dengan standar kesehatan namun sebagian lagi bangunan MCK masih kurang memadai seperti kurangnya penerangan, kebersihan lantai dan saluran pembuangan air bekas mandi ke got atau sungai. Selain itu, ada juga warga yang memanfaatkan sungai untuk keperluan MCK.
Kondisi lingkungan rumah bervariasi ada yang sudah memenuhi syarat kesehatan dan ada yang belum., sirkulasi dan pencahayaan kurang, serta pengelolaan sampah yang belum efektif, Sampah di tumpuk di sekitar rumah, seperti pengolahan sampah dengan cara di bakar, dipinggir-pinggir jalan ditemukan sisa-sisa pembakaran sampah. Pada RW IV ini tidak terlihat bak penampungan sampah umum yang dapat digunakan oleh masyarakat dan tidak ada tempat gantungan sampah. Selain itu sebagian rumah penduduk tidak memiliki halaman disebabkan karena rapatnya rumah penduduk dan digunakan sebagai tempat kontrakan.
Saluran khusus limbah rumah tangga yang bermuara ke sungai kecil. Lingkungan perumahan padat, sehingga jalan antara satu rumah dan rumah lainnya sulit untuk dilalui. Kondisi jalan di RW IV sebagian besar sudah dicor dengan semen dengan lebar jalan ± 2 m dan terdapat tanggul jalan yang tersebar diseluruh RT.
Penduduk RW IV sebagian besar memanfaatkan air sumur galian untuk minum dan memasak juga untuk kebutuhan sehari-hari.Warga yang memiliki air sumur yang jernih tetap memanfaatkan air sumurnya untuk minum dan memasak. Kualitas air sumur baik
b.      Lingkungan Terbuka
Lingkungan terbuka di RT I dan RT II umumnya terdapat banyak bangunan sedangkan di RT III umumnya terlihat sawah-sawah yang di manfaatkan oleh penduduk sebagai mata pencahariannya. Adapun lahan kosong yang dimanfaatkan warga sebagai warung dan tempat kontrakan.
c.       Batas
Kelurahan kapalo koto memiliki batas wilayah:
Utara: Kelurahan   :  Lambung bukit
Barat                     :  Cupak tanggah
Timur                     :  Limau manis
Selatan                  :  Koto luar
d.      Kebiasaan à
Kebiasaan penduduk RW IV Koto Tuo adalah  berkumpul di warung pada pagi dan siang hari.
e.       Orang di Jalan
Lalu lintas di jalan utama cukup ramai. Untuk mengurangi kecepatan pemakai jalan, warga membuatkan tanggul-tanggul disepanjang jalan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko kecelakaan karena banyaknya anak-anak yang bermain dan berkeliaran disepanjang bahu jalan terutama pada sore hari. Jenis kendaraan yang banyak lalu lalang di RW IV ini adalah kendaraan roda dua.
f.        Kesehatan Masyarakat
Tingkat kesehatan masyarakat di RW IV cukup baik. Adapun penyakit yang sering dijumpai adalah penyakit hipertensi, ISPA, asam urat, rematik, hipertensi, ISPA, flu dan diare. Disamping itu penyakit mental dan kejiwaan juga ditemukan pada warga Koto Tuo. Namun masyarakat masih kurang  waspada dalam pencegahan penyakit, seperti kurang bersihnya lingkungan.
Analisa:
Ø  Sebagian besar rumah warga belum memenuhi syarat MCK yang sehat.
Ø  Belum tersedianya tempat pembuangan sampah,sebagian masyarakat mengolah sampah dengan cara dibakar atau dibuang kesungai
Ø  Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang rumah sehat sehingga ditemukan beberapa rumah yang belum memenuhi syarat rumah sehat.
Masalah Keperawatan:
Ø  Risiko terjadinya penyakit infeksi seperti diare, ISPA, DBD dan penyakit kulit seperti dermatitis.
Ø  Risiko kecelakaan
Ø   

2)      Kesehatan dan Pelayanan Sosial
Adapun pelayanan kesehatan yang ada di RW IV adalah 1 buah posyandu KIA di RT 01. Masyarakat jika sakit yang perlu berobat umumnya mereka pergi ke Bidan dan Puskesmas Pauh. Selain itu adanya perubahan sistem pelayanan kesehatan seperti BPJS masyarakat masih belum terdaftar sebagai anggota BPJS dan tidak mengetahui prosedur dari BPJS tersebut
Akses jalan menuju tempat praktik bidan dan Puskesmas Pauh tidak sulit dan tidakjauh. Warga biasanya naik angkot atau ojek atau kendaraan pribadi seperti sepeda motor.
Analisa :
Ø  Masih banyak warga yang tidak mengetahui tentang prosedur pelayanan kesehatan.
Masalah :
Ø  Kurangnya pengetahuan warga dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan
3)      Ekonomi
Kepala keluarga pada umumnya mempunyai mata pencarian sebagai pedagang,  pemilik koskosan, petani, buruh dan pegawai negeri. Di wilayah RW IV juga banyak ditemukan rumah penduduk yang memiliki warung kecil-kecilan.
Analisa :
Ø  Sebagian besar warga sudah memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan baik
Masalah:
Ø  Potensial peningkatan derajat kesehatan
4)      Transportasi dan Keamanan
Alat transportasi yang digunakan untuk keluar masuk wilayah RW IV adalah ojek, selain itu bagi warga yang memiliki kendaraan pribadi mereka menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi. Jalan utama yang melewati RW IV ini cukup lebar dan terdapat tanggul-tanggul kecil di beberapa tempat.
Analisa :
Ø  Rata-rata warga di RW IV menggunakan sepeda motor, sebagai alat transfortasi dan banyak kendaraan lalu-lalang di jalan RW IV.
Masalah :
Ø  Resiko kecelakaan
5)      Politik dan Pemerintahan
RW IV dipimpin oleh seorang ketua RW yang membawahi 3 RT, masing-masing RT dipimpin oleh ketua RT, selain itu juga didukung oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat pemuda serta kader-kader, untuk kelancaran pembangunan di RW IV. Pemilihan ketua RW dan RT dilakukan oleh warga 1x2 tahun.
Analisa :
Ø  Masyarakat memiliki peran penting dalam pembangunan dan pengembangan di wilayah RW IV.
Masalah :
Ø  Potensial terhadap dukungan peningkatan derajat kesehatan
6)      Komunikasi
Masyarakat biasanya memanfaatkan Mesjid dan mushola sebagai tempat musyawarah dan tempat untuk memberikan informasi pada warga. Masyarakat RW IV kelurahan Kapalo Koto rata-rata mempunyai TV, handphone, radio dan jaringa internet sebagai alat informasi.
Analisa :
Ø  Komunikasi masyarakat di kelurahan Kapalo Koto cukup baik, karna setiap informasi yag diberikan dari RW, akan disampaikan ke RT, dan RT akan menyampaikan ke seluruh warganya.
Masalah :
Ø  Potensial terhadap dukungan peningkatan derajat kesehatan
7)      Pendidikan
Tingkat pendidikan di RW IV sebagian besar penduduk tamatan SMA. Sarana  transportasi yang digunakan warga menuju sekolah yang letaknya di RW III adalah dengan naik kendaraan pribadi atau angkot.
Analisa :
Kesadaran warga terhadap pentingnya pendidikan sudah baik
            Masalah :
Ø  Potensial peningkatan derajat kesehatan
8)      Rekreasi
Rekreasi yang dilakukan warga lebih banyak duduk-duduk di sepanjang jalan utama atau berkumpul di warung, anak kecil bermain di sepanjang jalan tersebut.
Analisa :
Ø  Warga memanfaatkan fasilitas yang ada sebagai sarana rekreasi, namun masih belum mewadahi sebagai tempat untuk berekrasi.
       Masalah :
Ø  Kurangnya fasilitas untuk menyalurkan hobi warga
C. Persepsi
       1.  Persepsi Penduduk di Wilayah
            Warga mengatakan daerah RW IV Kelurahan Kapalo Koto ini cukup aman, damai, dan tentram, dan jarang terjadi keributan. Apabila terdapat keributan antar warga, diselesaikan secara musyawarah. Sebagian besar masyarakat percaya dengan pelayanan kesehatan.
            Untuk membersihkan lingkungan, warga membersihkan sendiri-sendiri.
2.  Persepsi Mahasiswa
                 Pada observasi yang dilakukan mahasiswa, sanitasi lingkungan terlihat cukup bersih, namun sebagian besar keluarga masih mengolah sampah dengan cara dibakar didepan rumah. Halaman rumah yang sempit dan tidak dimanfaatkan sebagai tanaman obat mengakibatkan ada keluarga yang memiliki tanaman obat keluarga dan ada juga yang tidak memiliki tanaman obat keluarga. Sebagian besar rumah di RW IV bersifat permanen dan sebagian kecil semi permanen. Jarak rumah-rumah di RW IV sebagian besar berdekatan dan ada beberapa rumah yang berjauhan. Terdapat saluran pembuangan di depan rumah warga yang mengalir ke kali dan dimanfaatkan oleh
Ancaman Masalah yang Mungkin Muncul dari Hasil Winshield Survey
1.         Resiko terjadinya penyakit menular seperti penyakit infeksi (seperti ISPA, diare dan penyakit kulit).
2.         Resiko penurunan derajat kesehatan.
3.         Resiko terjadinya kecelakaan terutama pada anak-anak.
4.         Potensial peningkatan peran serta masyarakat.

Tidak ada komentar: