Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

IMPLEMENTASI KALA III


No
Jam
Dx Kep
Tujuan
Intervensi
Implementasi
Evaluasi
1
19.30
Nyeri b.d. Fisiologis: Involusi uterus, luka episiotomi.
Setelah tindakan 15 menit ibu mampu beradaptasi dengan nyerinya.
Kriteria:
Tampak tenang.
Menyatakan dapat menahan nyeri.


1. Managemen nyeri
Ø  Lakukan pengkajian nyeri PQRST.
Ø   Monitor pelepasan plasenta.
Ø  Lakukan pemijatan pada fundus uteri.
Ø  Lakukan perawatan/memperbaiki perineum.
Ø  Anjurkan ibu untuk menggunakan tehnik nafas dalam untuk mengurangi rasa nyeri
Ø  Anjurkan suami/keluarga untuk menemani ibu.
2.  Manajemen lingkungan
Ø  Implementasikan tindakan untuk kenyamanan fisik seperti menciptakan suasana yang nyaman, meminimalkan stimulasi lingkungan
3. Edukasi : prosedur/perawatan
Ø  Demonstrasikan pereda nyeri non invasif/ non farmakologis : massage, distraksi/imajinasi, relaksasi, pengaturan posisi yang nyaman
Ø  Anjurkan pada ibu untuk konsentrasi  saat meneran
Ø  Beri dukungan pada ibu untuk beradaptasi dengan bayi.

4.        Edukasi : proses penyakit
Ø  Berikan penjelasan tentang penyebab timbulnya nyeri
5. Manajemen medikasi
Ø  Berikan analgetik sesuai program
Ø  Evaluasi keefektifan analgetik
Ø  Evaluasi tindakan perencanaan sesuai kebutuhan

19.30
Ø Melakukan monitor pelepasan plasenta.
Ø Memberitahu ibu jenis kelamin dan keadaan bayinya.
Ø Melakukan masase fundus uteri.
Ø Melakukan observasi perineum.
Ø Memimpin ibu melakukan nafas dalam.
Ø Menganjurkan keluarga untuk menemani ibu.
Ø Menganjurkan suami untuk melakukan masase pada putting ibu.
Ø Mengatur suhu ruangan (menghidupkan kipas angin) dan membatasi penunggu ibu.
Ø Mengukur tanda-tanda vital.

19.45
Subjektif
Ø Ibu mengatakan perutnya terasa melilit dan mules juga terasa nyeri pada jalan lahirnya.

Objektif
Ø Tanda vital: TD: 140/90 mmHg, N: 94 x/m, R: 24 x/mnt, S: 37 oC.
Ø TFU 2 jari di bawah pusat.
Ø Ekspresi menahan nyeri.
Ø Dilakukan kateterisasi urine keluar
Ø Kontraksi uterus (+), kuat.
Ø Plasenta lahir spontan lengkap, bentuk oval, insersi sentral, berat 300 gram, panjang 35 cm.
Ø Perdarahan 150 cc.

Assesment
Ø Nyeri masih aktual.

Planning
Ø Monitor tanda vital.
Ø Lakukan pengkajian nyeri.
Ø Anjurkan penggunaan nafas dalam dan distraksi (diajak bicara).

2
19.30
Risiko infeksi b.d. Trauma jalan lahir (luka episiotomi).
Kontrol infeksi selama perawatan 3 hari. Kriteria:
Tidak terdapat tanda-tanda infeksi.
1.        Infection control
Ø  Terapkan pencegahan universal.
Ø  Berikan hygiene yang baik.
Ø  Jahit luka dengan teknik aseptic
Ø  Jaga kesterilan alat yang digunakan.
Ø  Gunakan sarungtangan steril dalam melakukan rindakan.
2.        Infection protection
Ø  Monitor tanda dan gejala infeksi lokal/sistemik
Ø  Amati faktor-faktor yang menaikkan infeksi/memperlambat penyembuhan luka : infeksi luka, nutrisi dan hidrasi tidak adekuat, penurunan suplai darah.
3.        Vital sign monitoring
Ø  Monitor tanda vital.
4.        Environmental management
Ø  Batasi penunggu.
Ø  Jaga kebersihan tempat tidur, lingkungan.
5.        Incision site care
Ø  Rawat luka post episiotomi dengan cara steril.
Ø  Pantau kondisi luka, waspadai tanda-tanda infeksi
6.        Health Education
Ø  Berikan penjelasan tentang mengapa klien menghadapi risiko infeksi, tanda dan gejala infeksi
7.        Administrasi medikasi
Ø  Berikan antibiotik sesuai program
19.30
Ø  Melakukan toileting luka sebelum menjahit.
Ø  Melakukan observasi luka episiotomi.
Ø  Menjahit luka dengan teknik aseptik.
Ø  Menjaga kesterilan alat.
Ø  Memakai sarung tangan streril.
Ø  Mengukur tanda vital.
Ø  Menjaga kebersihan luka dan tempat tidur ibu.

19.45

Subjektif

Ø  -

Objektif
Ø  Luka episiotomi sepanjang 3 cm.
Ø  Dilakukan jahitan dengan cat gut dan zide sebanyak 4.
Ø  Tanda vital: TD: 140/100 mmHg, N: 90 x/mnt, R: 22 x/mnt, S: Afebris.
Ø  Tidak terdapat tanda-tanda infeksi.
Ø  Luka tampak basah.

Assessment
Ø  Tidak terjadi infeksi.

Planning
Ø  Gunakan teknik aseptic dalam perawatan luka.
Ø  Berikan antibiotik sesuai order.
Ø  Anjurkan ibu untuk menjaga hygiene.


Tidak ada komentar: