Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

Kerangka Konseptual dan Hipotesa Penelitian, serta Penelitian Kualitatif Dalam Keperawatan



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penelitian dan pengembangan merupakan jembatan antara penelitian dasar (basic research) dengan penelitian terapan,dimana penelitian dasar bertujuan untuk menemukan pengetahuan secara praktis yang dapat diaplikasikan.penelitian bertujan juga untuk menemukan dan mengembangan serta memfalidasi suatu produk.
Dalam penerapannya penelitian merupakan faktor yang fundamental dalam penerapan sebuah praktek atau suatu tindakan medis. Dimana penelitian memfasilitasi sebuah kebenaran dalam suaru tindakan yang dilakukan, dan juga penelitian merupakan jaminan mutu yang dapat diterima oleh masyarakat luas.
 Pada pengembangan penelitian ada beberapa hal harus diperhatikan diantaranya pembuatan kerangka konsep dan hipotesa dalam suatu penelitian. Kerangka konsep merupakan suatu cara yang dilakukan dalam penulisan atau perencanaan dalam penulisan laporan penelitian, kerangka konsep ini berguna untuk memudahkan peneliti dalam menyusun permasalahan yang ingin dikaji dalm suatu penelitian. Dan juga kerangka konsep merupakan langkah awal dalam pembuatan laporan penelitian.
Selain penggunaan kerangka konsep yang harus diketahui adalah jenis-jenis penelitian yaitu diantaranya penelitian kulitatif. Penelitian kualitatif ini adalah salah satu penelitian yang bertitik tolak pada kualitas objek kajian.
Melihat sangat efektifnya penggunaan dari kerangka konsep dan jenis- jenis penelitian maka peneliti tertarik dalam membahas hal-hal yang terkait dengan kerangka konsep dan jenis-jenis penelitian tersebut.     



B.     Tujuan
a)      Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menjelaskan secara umum mengenai kerangka konseptual dan hipotesa penelitian, serta penelitian kualitatif
b)     Tujuan Khuusus
·         Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengertian kerangka konseptual penelitian
·         Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengertian hipotesa dan hipotesis penelitian
·         Mahasiswa mampu menjelaskan tentang bentuk rumusani hipotesis
·         Mahasiswa mampu menjelaskan tentang jenis- jenis rumusan dari hipotesis
·         Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengertian kualitatif dalam penelitian










BAB II
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESA PENELITIAN

A.    KERANGKA KONSEP
Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal khusus.  Oleh karena konsep merupakan abstraksi, maka konsep tidak dapat langsung diamati atau diukur. Konsep hanya dapat diamati atau diukur melalui konstruk atau yang lebih dikenal dengan nama variable. Jadi variable adalah symbol atau lambang yang menunjukkan nilai atau bilangan dari konsep. Variable adalah sesuatu yang bervariasi.
Contoh : sehat adalah konsep, istilah ini mengungkapkan sejumlah observasi tentang hal-hal atau gejala-gejala yang mencerminkan kerangka keragaman kondisi kesehatan seseorang. Untuk mengetahui apakah seseorang itu “sehat” atau “tidak sehat” maka pengukuran konsep “sehat” tersebut harus melalui konstruk atau variable-variabel, misalnya tekanan darah, denyut nadi, Hb darah, dan sebagainya. Tekanan darah, denyut nadi, Hb darah dan sebagainya ini adalah variable-variabel yang digunakan untuk mengobservasi atau mengukur apakah orang itu sehat atau tidak sehat.
Kerangka konsep penelitian  pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang dilakukan.






Contoh :
Kerangka Konsep Penelitan Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian ASI



            Dari contoh kerangka konsep penelitian tersebut di atas dapat dilihat bahwa di sana ada empat konsep, yaitu : konsep tentang factor predisposisi, factor pendukung, factor pendorong terhadap terjadinya perilaku dan konsep factor perilaku pemberian ASI itu sendiri. Tiap konsep masing-masing mempunyai variable-variabel sebagai indikasi pengukuran masing-masing konsep tersebut. Misalnya untuk mengukur factor predisposisi, maka dapat melalui variable pengetahuan, pendidikan, sikap dan persepsi.
            Konsep perilaku pemberian ASI sebagai variable dependen (variable tergantung) di sini dapat diukur melalui variable “praktek menyusui”. Artinya perilaku pemberian ASI oleh ibu-ibu ini dapat diobservasi atau diukur dari praktek ibu-ibu dalam pemberian ASI kepada anak atau bayi mereka. Apakah mereka memberikan ASI kepada bayi-bayi mereka atau tidak, bila memberikan , bagaimana frekuensinya, caranya, dan sebagainya.
Ada 2 keuntungan dalam menggunakan kerangka konsep yaitu:
1.        Mampu mengidentifikasi permasalahan/objek yang akan dikaji
2.        Dapat melihat secara detail permaslahan tersebut dari fase awal sampai akhir.

B.       Variabel
            Variabel mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok lain. Berdasarkan hubungan fungsional antara variable yang satu dengan yang lainnya, variable dibedakan menjadi 2, yaitu variable tergantung, akibat terpengaruh atau variable dependen dan variable bebas sebab mempengaruhi atau variable independen.
Pengukuran variable dikelompokkan menjadi empat skala, Yaitu : skala nominal, skala ordinal, skala interval dan skala rasio.
1.    Skala nominal adalah suatu himpunan yang terdiri dari anggota-anggota yang mempunyai kesamaan tiap anggotanya dan memiliki perbedaan dari anggota himpunan yang lain.
2.    Skala ordinal adalah himpunan yang beranggotakan menurut rangking, urutan, pangkat atu jabatan.
3.    Skala interval, seperti pada skala ordinal, tetapi himpunan tersebut dapat memberikan nilai interval atau jarak antar urutan kelas yang bersangkutan.
4.    Skala rasio, adalah variable yang mempunyai perbandingan yang sama, lebih besar atau lebih kecil.


C.      HIPOTESIS
Hasil suatu penelitian pada hakikatnya adalah suatu jawaban atas pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan di dalam perencanaan penelitian. Jawaban sementar dari suatu penelitian ini biasanya disebut hipotesis. Jadi, hipotesis di dalam suatu penelitian berarti jawaban sementara penelitian, patokan duga, atau dalil sementara, yang kebenaannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut. Setelah melalui pembuktian dari hasil penelitian, maka hipotesis ini dapat benar atau salah, dapat diterima atau ditolak.
Hipotesis ditarik dari serangkaian fakta yang muncul sehubungan dengan masalah yang diteliti. Dari fakta dirumuskan hubungan antara yang satu dengan yang lain dan membentuk suatu konsep yang merupakan abstraksi dari hubungan antara berbagai fakta.
Hipotesis dapat membimbing ( mengarahkan) dalam pengumpulan data. Secara garis besar, hipotesis dalam penelitian mempunyai peranan sebagai berikut :
a.       Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan  penelitian.
b.      Memfokuskan perhatian dalam rangka pengumpulan data.
c.       Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta atau data.
d.      Membantu mengarahkan dalam mengidentifikasi variable-variabel yang akan diteliti (diamati).
Dari hipotesis penelitian menarik kesimpulan dalam bentuk yang masih sementara dan harus dibuktikan kebenarannya ( hipotesis ) sebagai titik tolak atau arah dari pelaksanaan penelitian. Memperoleh fakta untuk perumusan hipotesis dapat dilakukan antara lain dengan :


1.      Memperoleh sendiri dari sumber aslinya, yaitu dari pengalaman langsung di lapangan, rumah sakit, puskesmas, atau laboratorium.
2.      Fakta yang diidentifikasi dengan cara menggambarkan atau menafsirkannya dengan sumber yang asli, tetapi masih berada di tangan orang yang mengidentifikasi tersebut, sehingga masih dalam bentuknya yang asli.
3.      Fakta yang diperoleh dari orang yang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk penalaran abstrak, yang sudah merupakan symbol berfikir sebagai generalisasi dari hubungan antara berbagai fakta atau variable.

3.        Bentuk Rumusan Hipotesis
Pada hakikatnya hipotesis adalah sebuah pernyataan tentang hubungan yang diharapkan antar dua variable atau lebih yang dapat diuji secara empiris. Biasanya hipotesis terdiri dari pernyataan terhadap adanya atau tidak adanya hubungan antara dua variable, yaitu variable bebas (independent variable) dan variable terikat (dependent variable). Variable bebas ini merupakan variable penyebabnya atau variable pengaruh, sedang variable terikat merupakan variable akibat atau variable terpengaruh.
Contoh : Merokok adalah penyebab penyakit kanker paru paru. Di dalam contoh ini merokok adalah variable independen (penyebabnya), sedangkan kanker paru paru merupakan variable dependen atau akibatnya.
Hipotesis adalah suatu kesimpulan sementara atau jawaban sementara dari suatu penelitian. Oleh sebab itu, hipotesis harus mempunyai landasan teoritis bukan hanya sekedar suatu dugaan yang tidak mempunyai landasan ilmiah melainkan lebih dekat kepada suatu kesimpulan.
Ciri – cirri suatu hipotesis sebagai berikut :
·      Hipotesis hanya dinyatakan dalam bentuk pernyataan bukan dalam bentuk kalimat Tanya.
·      Hipotesis harus tumbuh dari ilmu pengetahuan yang diteliti.
·      Hipotesis harus dapat diuji.
·      Hipotesis harus sederhana dan terbatas.

4.        Jenis –Jenis Rumusan Hipotesis
  Berdasarkan bentuk rumusannya, hipotesis dapat digolongkan menjadi tiga :
a.    Hipotesis kerja
Adalah suatu rumusan hipotesis dengan tujuan untuk membuat ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu gejala muncul.
b.    Hipotesis nol atau hipotesis statistic
Hipotesis nol biasanya dibuat untuk menyatakan sesuatu kesamaan atau tidak adanya suatu perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok atau lebih mengenai suatu hal yang dipermasalahkan.
c.    Hipotesis hubungan dan hipotesis perbedaan.
Hipotesis dapat juga dibedakan berdasarkan hubungan atau perbedaan dua variable atau lebih. Hipotesis hubungan berisi tentang dugaan adanya hubungan antara dua variable, sedangkan hipotesis perbedaan menyatakan adanya ketidaksamaan atau perbedaan diantara dua variable.


BAB III
KUALITATIF

3.1  Pengertian Penelitian Kualitatif
Menurut Holloway (2001) Penelitian kualitatif yaitu : Dimana pada proses penelitian kualitatif berfokus pada ilmu pengetahuan dari suatu individu.
Pada dasarnya penelitian kualitatif lebih berfokus pada persepsi, pengalaman , kepercayaan, kebudayaan, kepribadian, respon terhadap kehidupan, konsep atau peningkatan kesehatan, gejala yang tidak biasa, penyakit dan perawatan professional untuk peningkatan kesehatan pada individu. Dan juga hal itu dapat dilihat dari kesamaan atau pandangan individu tersebut terhadap kepedulian nya dalam menjaga kesehatannya.
Data tidak berbentuk angka, lebih banyak berupa narasi, deskripsi, cerita, dokumen tertulis dan tidak tertulis banyak dan kaya informasi hanya akan menjadi setumpuk kertas yang tidak bermakna bila peneliti tidak mampu mengolah dan menginterpretasikannya. Analisa Kualitatif berbeda dengan Analisa Kuantitatif. Penelitian kualitatif tidak memilki rumus atau aturan absolut untuk mengolah dan manganalisis data.
Penelitian kualitatif ini tidak terfokus pada hal-hal yang menyangkut pada masalah-masalah klinik seperti pada kuantitatif tetapi penelitian kuantitatif ini lebih memfokuskan pada proses, pemahaman kita terhadap penyakit dan konsep sehat secara professional. Jadi penelitian kualitatif ini tidak akan memberikan kita jawaban tentang hal-hal yang menyakut masalah klinik melainkan terkait pada diri individu atau kelompok individu tersebut.


Menurut polit (2001) ada lima fase pokok yang terkandung pada penelitian kualitatif dalam kerangka konsep:
1.        Fase konseptual. Pada fase ini peneliti menuangkan ide-ide yang terkandung dan pertanyaan yang menyangkut objek kajian
2.        Fase Perencanaan dan desain. Fase ini lebih tertuju pada pengumpulan data dan kebijakan yang terkait apa yang dibutuhkan dalam kajian objek tersebut.
3.        Fase empiris. Pada fase ini peneliti mengumpulkan informasi yang terkait dengan objek kajian dan menggunakan metode tes (angket,wawancara yang menyangkut objek kajian tes
4.        Fase analisa(analitik). Pada bagian ini dimana peneliti manganalisa semua informasi yang diperoleh,kemudian membuat laporanya.
5.        Fase diseminasi. Fase ini merupakan fase terakhir pada fase ini peneliti membuat laporan dalam bentuk dokumentasi yang diakui kebenaranya,kemudian dapat dipraktekan.

3.2    Organisasi Data
a.    Organisasi data yang sistematis memungkinkan peneliti untuk:
-          Memperoleh kualitas data yang baik
-          Mendokumentasikan analisis yang dilakukan
-          Menyimpan data dan analisis yang berkaitan dengan penyelesaian penelitian
b.    Hal-hal penting yang disimpan dalam organisasi
-          Data mentah (catatan lapangan, kaset hasil rekaman).
-           Data yang sebagian sudah diproses (transkrip wawancara, catatan refleksi peneliti).
-          Data yang sudah diberi kode-kode spesifik.
-          Penjabaran kode-kode dan kategori secara luas melalui skema.
-          Memo dan draft untuk analisis data (refleksi konsepsual peneliti mengenai arti konsepsual data).
-          Catatan pencarian dan penemuan (search and retrieval records).Display data melalui skema atau jaringan informasi.
-          Dokumentasi langkah-langkah kegiatan penelitian.
-          Daftar indeks laporan
-          Draft Laporan
c.    Langkah-langkah dalam Koding
-          Pertama, peneliti menyusun transkrip kata demi kata atau catatan lapangan, memberi kolom kosong di sisi kanan-kiri catatan, memungkinkan dilakukan koding.
-          Kedua, peneliti secara urut dan kontinu melakukan penomoran pada baris-baris transkrip.
-          Ketiga, peneliti memberikan nama untuk masing-masing berkas dengan kode tertentu. Gunakanlah kode yang sesuai dengan catatan penelitian tersebut.
-          Membaca transkrip untuk mengidentifikasi kemungkinan tema-tema yang muncul. Tema ini dapat memodifikasi proses pengambilan data berikutnya.
-          Membaca transkrip berulang-ulang sebelum melakukan koding untuk memperoleh ide umum tentang tema, sekaligus menghindari kesulitan mengambil kesimpulan
-          Selalu membawa buku catatan, komputer atau tape recorder untuk mencatat pemikiran-pemikiran analitis yang muncul secara spontan.
-          Membaca kembali data dan catatan analisis secara teratur, dan segera menuliskan tambahan-tambahan pemikiran, pertanyaan- pertanyaan dan ide tambahan begitu hal itu muncul.

3.4    Kepekaan Teoritis
Dalam melakukan analisis data dibutuhkan adanya kepekaan teoritis, karena dalam analisis data peneliti sebenarnya sedang melakukan upaya pengembangan teori.
In making sense of the data, you are engaged in
theorizing – the construction of meaningful
patterns and organizations of facts. A theory is an
arrangement of facts in the form of an explanation
or interpretation” (Jorgensen, 1989).
Kepekaan teoritis dapat berupa :
Ø  Kualitas personal yang dimiliki peneliti, mengindikasikan kesadaran tentang detail dan kompleksitas makna dari data.
Ø  Tergantung pada jenis dan penguasaan referensi, pengalaman, dan kepekaan terhadap fenomena yang diteliti.
Ø  Kemampuan untuk mengolah “insight”, memberi makna pada data, memahami, memilih dan memilah data.

Sumber Kepekaan Teoritis, yaitu sebagai berikut :
Ø  Literatur : Kekayaan bahan bacaan tentang teori, penelitian, berbagai jenis dokumen (laporan, biografi, koran, majalah).
Ø  Pengalaman Profesi: Semakin banyak seorang peneliti melakukan penelitian dan terjun kelapangan, semakin baik baik memperoleh gambaran tentang bagaimana segala sesuatu berlangsung, mengapa, dan bagaimana sesuatu akan terjadi pada kondisi tertentu.
Ø  Pengalaman pribadi, yaitu mengalami langsung dan bersentuhan dengan masalah-masalah yang kita teliti akan memperkaya kemampuan analisis kita, dibanding hanya membaca atau mendengar dari orang lain.
Ø  Proses analisis, yaitu wawasan dan pemahaman tentang fenomena akan meningkat ketika penelitian berinteraksi dengan data.
Manfaat Kepekaan Teoritis
*      Memungkinkan peneliti keluar dari keterbatasan pemikiran (baik karena keterbatasan pustaka atau pengalaman personal).
*      Membantu peneliti terhindari dari kecenderungan berpikir standar mengenai gejala tertentu.
*      Merangsang proses induktif.
*      Menghindari kemungkinan perlakukan data yang kurang hatihati (sembarangan).
*      Memungkinkan klarifikasi dan upaya-upaya mengungkap fakta di balik asumsi-asumsi
*      Membantu peneliti mendengar apa disampaikan subyek yang diteliti, dan berbagai kemungkinan makna yang terkandung dalam jawaban-jawaban responden.
*      Menghindarkan peneliti dari kecenderungan terlalu cepat mengambil kesimpulan (merasa bahwa pertanyaan penelitian sudah terjawab).
*      Memaksa terus berkembangnya pertanyaan-pertanyaan serta kemungkinan jawaban, yang memungkinkan pendalaman pemahaman terhadap data.
*      Memungkinkan dilakukannya eksplorasi dan klarifikasi terhadap dugaan-dugaan dan kesimpulan-kesimpulan yang dikembangkan.
Hal-hal Penting dalam Strategi Analisis
*      Mempresentasikan secara kronologis peristiwa yang diamati, mulai dari awal hingga akhir.
*      Mempresentasikan kejadian-kejadian kritis atau peristiwa kunci, berdasarkan urutan kepentingan kejadian tersebut.
*      Memfokuskan analisis dan presentasi pada individuindividu atau kelompok-kelompok, bila memang individu atau kelompok tersebut menjadi unit analisis primer.
*      Mengorganisir data dengan menjelaskan proses-proses yang terjadi (seleksi, pengambilan keputusan, komunikasi,dll).
*      Memfokuskan pengamatan pada isu-isu kunci, yang diperkirakan akan sejalan dengan upaya menjawab pertanyaan primer.
*      Mempresentasikan secara kronologis peristiwa yang diamati, mulai dari awal hingga akhir.
*      Mempresentasikan kejadian-kejadian kritis atau peristiwa kunci, berdasarkan urutan kepentingan kejadian tersebut.
*      Memfokuskan analisis dan presentasi pada individuindividu atau kelompok-kelompok, bila memang individu atau kelompok tersebut menjadi
Hal-Hal- hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan proposal, yaitu sebagai berikut :
a.         Metode Penelitian
o  Jenis Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif. Jika kualitatif, sebutkan secara lebih spesifik (ingat jenis-jenis penelitian dalam berbagai buku metode riset, termasuk yang sudah dibahas di kelas). Apakah digunakan populasi dan sampel, atau informan kunci, atau responden penelitian.
o  Data yang dibutuhkan: Jenis data, Sumber data (dari mana data diperoleh), Bagaimana Teknik Pengumpulan Data.
o   Teknik Analisis Data: Langkah-langkah konkrit dalam melakukan analisis data (Jangan terlalu terpukau pada kutipan. Jelaskan secara konkrit tentang langkah-langkah yang akan dilakukan).

b.      Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif
No
Karakteristikarakteristi
kuantitatif
Kualitatif
1
Focus
Sebagian tapi spesifik
Menyeluruh dan umum
2
Kepercayaan yang menyakut tentang realitas dan aktifitas penelitian
Dunia social sama artinya dengan”pengetahuan”yang dapat diukur oleh peneliti sedangkan reality adalah: semua objek yang ada pada dunia sosial

Dunia social hanya bisa diketahui melalui pengalaman dan pengertian individu terhadap apa yang dialaminya.
3
Hubungan peneliti terhadap subjek kajian
Tidak mempengaruhi terhadap subjek
Lebih terkarakteristik pada hubungan social
4
Review literature
Lebih berfokus pada metode proses
Bisa digunakan untuk penyedian dalam bentuk gambar, hal itu sering diguankan untuk mendukung temuan dan dapat meningkatkan laporan yang akan dibuat.
5
Perencanaan
Lebih terfokus pada rencana yang lebih dalam
Rencana yang tingi boleh dilakukan asal tidak menghilangkan ide dasar






BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari penulisan makalah ini adalah :
1.    Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal khusus.  Oleh karena konsep merupakan abstraksi, maka konsep tidak dapat langsung diamati atau diukur
2.    Kerangka konsep memiliki 2 keuntungan yaitu mampu mengidentifikasi permasalahan/objek yang akan dikaji dan dapat melihat secara detail permaslahan tersebut dari fase awal sampai akhir
3.    Hipotesis adalah suatu kesimpulan sementara atau jawaban sementara dari suatu penelitian. Dimana hipotesis harus mempunyai landasan teoritis bukan hanya sekedar suatu dugaan yang tidak mempunyai landasan ilmiah melainkan lebih dekat kepada suatu kesimpulan
4.    Ciri – cirri suatu hipotesis sebagai berikut :
-       Hipotesis hanya dinyatakan dalam bentuk pernyataan bukan dalam bentuk kalimat tanya.
-       Hipotesis harus tumbuh dari ilmu pengetahuan yang diteliti.
-       Hipotesis harus dapat diuji.
-       Hipotesis harus sederhana dan terbatas.
4.2    Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan agar pembaca khususnya tenaga keperawatan dapat menerapkan kerangka konsep dalam penelitian serta dapat membedakan penelitian kualitatif dan kuantitatif.


Daftar Pustaka
  
Fathoni.(2006).Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi.PT Rineka Cipta:Jakarta
Rees,Colin.(2003).Introduction to Research for Midwives. Elsevier Limited:All nights reserved.Canada
Sugiyono.(2007).Metode Penelitian Pendidikan.Afabeta:Bandung

Tidak ada komentar: