Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

INTRODUCTION TO RESEARCH QUALITATIVE IN NURSING



I.      Pengertian Riset Kualitatif
Riset Kualitatif adalah suatu metoda penelitian yang berusaha menyusun pengetahuan tentang arti suatu fenomena secara keseluruhan. Penelitian ini dapat membantu praktek keperawatan dan pengembangan teori keperawatan (Schwartz – Barcott & Kim, 1986).
Penelitian Kualitatif mulai banyak dimunculkan di jurnal – jurnal. Pendekaan yang digunakan pada metodologi penelitian ini berbeda dengan penelitian – penelitian lainnya juga pandangannya terhadap filosofi keperawatan. Penelitian Kualitatif dapat terjadi satu dalam beberapa bentuk yang berbeda. Bentuk – bentuk tersebut meliputi fenomenologi, metodologi teori dasar, etnografi, historis, filosofis dan teori kritik sosial.
Pendekatan peneitian kualitatif yang holistik berdasarkan pada kepercayaan :
1.        Tidak ada fakta yang tunggal
Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda - beda
2.        Apa yang kita ketahui memiliki makna dengan memberikan situasi/konteks karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda maka akan timbul banyak arti/makna yang juga berbeda (Munhall & Oiler, 1986). Alasan dari proses tersebut dapat dimengerti dengan memahami tentang Gestalt.

Gestalts
Konsep Gestalts memilki makna menyeluruh, gestalts menekan pada pemahaman dan pengamatan sebagai  suatu alternatif.
Contoh : Jika kita ingin memahami sesuatu yang baru dan melihat kepada teori – teori yang sudah ada sebelumnya, maka kita akan sulit untuk melihat diluar teori tersebut.
Tujuan dari penelitian kualitatif disini adalah untuk membentuk Gestalts baru bahkan teori baru. Untuk itu pikiran seorang peneliti harus terbuka terhadap Gestalts baru. Gesalts memandang kejiwaan manusia terikat pada pengamatan yang  berwujud pada bentuk yang menyeluruh. Peneliti harus melihat lebih dalam dan lebih kompleks suatu fenomena, untuk itu diperlukan  adanya Pemahaman/Insight 
II.   Tujuan Penelitian Kualitatif
Riset kualitatif mencoba untuk menggali atau eksplorasi, menggambarkan aau mengembangkan pengetahuan bagaimana kenyataan dialami.
III.   Penelitian Fenomenologi
Fenomenologi adalah cabang filosofi yang menekankan pada pengalaman manusia daam hidup. Gerakan filosofi dipengaruhi oleh filsuf Hussert, Kierkegaard, Heidegger, Marcel, Sartre dan Maleau – Ponty (Munhall, 1989).
a.       Orientasi filosofi
Riset fenomenologi mempelajari peserta dan lingkungannya. Setiap manusia memiliki bahasa, cultur, sejarah, tujuan dan nilai yang berbeda dalam hidupnya. Filsuf fenomenologi percaya bahwa setiap orang memiliki realita hidup yang berbeda dan pengalaman hidup yang unik. 
b.      Metodologi
Pretanyaan riset diberikan kepada peserta riset tentang ”Apa arti pengalaman hidup”. Lalu peneliti harus dapat memahami arti dari pengalaman dalam pertanyaan yang telah diberikan kepada peserta riset.
c.       Pertanyaan Riset
Langkah pertama dalam riset fenomenologi adalah mengidentiikasi fenomena yang akan diteliti lalu peneliti membuat pertanyaan riset. Identifikasi ini meliputi penetuan dari pengalaman spesifik apa yang diteliti. Perawat berusaha mencari tahu tentang pengalaman hidup dari perspektif peserta (Omery, 1983).
d.      Sample
Para peserta riset yang dipilih adalah yang sesuai dengan pertanyaan riset. Perhatian utama adalah pemilihan individu yang saat ini telah mempunyai pengalaman yang sedang diselidiki.
e.       Pengumpulan data dan Analisa data
Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi vedeotape, dan pertanyaan riset. Analisa data dimulai saat data pertama kali dikumpulkan sampai data akhir. Dalam analisa akhir perawat mencari tahu pengetahuan lebih jauh tentang beberapa fenomena dan berusaha menangkap pegalaman tersebut dalam cara ringkas.
IV.Penelitian Grounded Teori
Metodologi Grounded teori dikembangkan oleh Glager dan Strauss (1967) adalah suatu cara menarik dalam pengembangan teori dengan menggambarkan secara mendalam tentang data sosial yang terperinci untuk mempertajam keyakinan – keyakinan teoritis.
a.      Orientasi filosofi
Grounded teori berdasarkan pada teori simbolik interaksi. George Herbert (1934) mengatakan bahwa setiap orang memiliki pengertian yang berbeda – beda terhadap suatu simbol. Dalam lingkungan sosial, pengertian dibentuk oleh kelompok , dan kelompok tersebut memberikan pengertian ini kepada kelompok baru melalui proses sosialisasi karena itu interaksi (hubungan) merupakan hal yang penting dalam grounded teori.    
b.                  Metodologi
Setelah peneliti mengumpulkan data, peneliti berusaha merinci suatu teori untuk menjelaskan data yang dikumpulkan dan disitulah ditemukan interrelasi. Kemudian peneliti mengulangi proses sampai teorinya dipercaya dapat menggambarkan data secara akurat.
c.       Pengumpulan data dan analisa data
Data riset ini dapat dikumpulkan dengan cara interview, observasi, rekaman, dan lain – lain. Analisa data dapat dilakukan dengan koding dan pengkategorian.
d.      Tujuan akhir
Tujuan akhir adalah untuk menghasilkan suatu teori yang dapat dipercaya untuk pengujian dan studi selanjutnya.


V.   Penelitian etnografi
Riset etnografi meliputi desain riset antropologis ataupun historis – metoda etnografi meliputi riset tentang individu, benda dalam lingkungan yang alami.
a.       Orientasi  filosofi
Antropologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang manusia, bagaimana mereka hidup dan cara beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Setiap manusia memiliki kebudayaan yang berbeda, makanan, pakaian, bahasa dan tradisi. Penelitian antropologi berusaha untuk mempelajari karakteristik kebudayaan yang berbeda-beda tersebut. Penelitian ethnografi juga bertujuan untuk meningkatan pelayanan kesehatan untuk semua kebudayaan.
b.      Metodologi
1.      Mengidentifikasi kultur yang akan dipelajari
2.      mengindentifikasi variable yang signifikan dengan kultur tersebut
3.      tinjauan literatur
4.      Memperoleh informasi
5.      Mengumpulkan data
6.      Analisa data
7.      Pembangunan teori
c.       Pengumpulan data dan analisa data
Pengumpulan data analisa data dilakukan dalam lingkungan yang dialami. Pengumpulan data meliputi wawancara dan pengamatan. Penekanannya adalah pada penemuan hubungan apa yang ada dalam kondisi yang berbeda. Tipe penelitian ini dapat membantu perawat tentang tingkah laku pasien.
d.      Tujuan akhir
Tujuan akhir adalah untuk memahami sudut pandang peserta dan mengetahui bagaimana fenomena sehat sakit


VI.Penelitian Historis
Para sejarawan percaya bahwa nilai yang paling besar dari pengetahuan sejarah adalah meningkatkan pemahaman diri, khususnya meningkatkan kepahaman perawat terhadap profesinya.
a.       Orientasi filosofi
Peneliti sejarah meliputi studi dan analisa tentang peristiwa masa lalu tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang pengaruh masa lalu pada peristiwa saat ini dan masa mendatang terkait dengan proses kehidupan.
b.      Ilmu keperawatan dan Historiografi
Salah satu kriteria dari suatu profesi adalah adanya pengetahuan sejarah dari profesi tersebut, yang akan diberikan kepada mereka yang memasuki profesi tersebut  sampai sekarang, penelitian sejarah keperawatan belum merupakan kegiatan yang bernilai dan masih sedikit perawat peneliti mempunyai keahlian dan keinginan untuk melakukan itu
c.       Metodologi
Komponen-komponen metodologi dari penelitian sejarah/historis :
1.      Merumuskan ide
Langkah pertama dalam penelitian historis adalah memilih topik, ide-ide harus dengan jelas dilibatkan dan dipersempit menjadi sebuah topik. Ini penting untuk membatasi periode sejarah dipelajari, peneliti mungkin menghadapi banyak waktu dengan membaca literatur yang berhubungan dengan keputusan akhir dibuat tentang topik yang tepat.
2.      Mengembangkan pertanyaan penelitian
Setelah topik ditentukan, peneliti akan mengindentifikasi pertanyaan-pertanyaan untuk diselidiki selama proses penelitian. Pertanyaan – pertanyaan ini cenderung lebih umum dan analitis daripada studi-studi kuantitatif.
3.      Mengembangkan inventaris sumber – sumber
Langkah selanjutnya adalah menetapkan apakah sumber – sumber data untuk studi ada dan bernilai. Menurut Sorensen (1988) masalah utama didalam keperawatan adalah kurangnya pengalaman dari perawat peneliti dalam menggunakan arasip-arsip data untuk studi-studi sejarah keperawatan. Material – material sejarah dalam keperawatan dapat berupa memo-memo, surat-surat atau laporan verbal. Perubahan-perubahan dalam prosedur keperawatan seperti memandikan klien di tempat tidur, enema, pemberian makan pasien bisa diselidiki, prosedur manual, dan catatan-catatan keperawatan pada lembaran pasien adalah sumber yang berguna untuk menyelidiki perubahan-perubahan dalam praktek keperawatan.
4.      Menerangkan validitas dan reliabilitas data
5.      Mengembangkan rencana penelitian/penyelidikan
6.      Lakukan pengumpulan data dan analisis

VII.           Penelitian Filosofikal
Filosofi/filsafat digunakan untuk mengembangkan teori-teori dan mendiskusikan isu-isu terkait dengan sains. Tujuan dasarnya adalah untuk menunjukkan penelitian yang memakai analisa intelektual, mengklasifikasi pemahaman, nilai-nilai yang terkandung, mengindentifikasi etika dan mempelajari kemurnian suatu pengetahuan (Ellis, 1983)
Orientasi Filosofi
            Peneliti filosofi mempertimbangkan ide-ide atau isu dari semua sudut pandang melalui eksplorasi luas terhadap sumber-sumber bacaan, menguji pemahaman konseptual, mengajukan petanyaan-pertanyaan dan mengusulkan jawaban serta menyarankan implikasi dari jawaban – jawaban tersebut.
3 kategori penyelidikan filosofikal :
1)      Penyelidikan Fondasional
Penyelidikan ini menguji fondasi-fondasi sains dimana studi ini memberikan analisa-analisa struktur sebuah ilmu keperawatan, proses pemikiran dan menilai fenomena-fenomena tertentu yang ditangani secara umum oleh sains. Ini penting untuk memperlihatkan proses awal hingga berkembangnya teori atau mengembangkan program penelitian.

2)      Analisa Filosofikal
Tujuan utama dari analisa filosofikal adalah menguji pemahaman dan mengembangkan teori-teori dari pemahaman tersebut.
Ilmu keperawatan dan analisa filosofikal
Ellis (1983) menyarankan bahwa banyak “teori keperawatan” yang sebenarnya merupakan filosofi dari keperawatan meski tidak pernah dikembangkan menggunakan metode analisa secara filosofikal. Filosofikal keperawatan ini dikembangkan untuk mengungkapkan intisari keperawatan dan tujuan yang sebenarnya diinginkan dari keperawatan itu sendiri. Konsep analisa filosofikal memperkuat teori-teori keperawatan dan menyediakan defenisi konseptual bagi penelitian-penelitian keperawatan
3)      Penyelidikan etika
Merupakan analisa intelektual tentang moralitas
Metodologinya : Dalam penelitian etika peneliti harus mengindentifikasi prinsip-prinsip yang ada untuk mengerahkan penelitian berdasarkan teori-toeri etika dan penelitian metodologi ini hampir sama dengan penelitian-penelitian filosofikal lainnya.
Ilmu Keperawatan dan etika
Curtin seorang perawat ahli etika, menyatakan bahwa tujuan dari keperawatan lebih condong kepada moral dan mencari kebaikan. Pengetahuan sains digunakan sebagai alat dalam seni praktek keperawatan. Contohnya, penelitian etika merupakan metode penelitian yang diperlukan untuk mengklasifikasi pemahaman dan tujuan akhir dari praktek keperawatan.

VIII.        Teori Kritis Sosial
Allen (1985) menyarankan ;
q  Bahwa teori kritis sosial ini penting bagi keperawatan karena perawat perlu menjadi sesadar mungkin tentang  paksaan operasional antara perawat dan klien.
q  Cara perawat mendefinisikan kesehatan, mempromosikan kesehatan dan mendefenisikan dirinya sendiri sebagai perawat ditentukan oleh faktor-faktor yang dieksploitasi dalam filosofi ini.
Orientasi Filosofi
Teori kritis sosial mengandung pandangan – pandangan dari sejumlah filosof.
-          Teori ini dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Karl Marx pada tahun 1920-an dan 1930-an, yang berpendapat bahwa fenomena sosial harus diuji dengan konteks historikal
-          Habermas pada tahun 1960-an, ia merevisi teoritis kritis sosial
Hebermas melihat tugas teori krisits sosial sebagai pemahaman bagaimana orang berkomunikasi dan mengembangkan makna simbolis yang ada

Friere (1972) menggunakan metodologi kritis sosial guna mengembangkan sebuah teori tindakan kultur dalam pengalamannya memerangi kebodohan dinegaranya. Friere memandang dunia sebagai sebuah masalah yang harus dikerjakan dan diselesaikan dan baru – baru ini teori Friere mulai menarik minat para peneliti keperawatan dan sedang diaplikasikan pada situasi keperawatan.

Tidak ada komentar: