Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

INTRODUCTION TO QUANTITATIVE RESEARCH IN NURSING

I. KONSEP –KONSEP YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENELITIAN QUANTITATIVE
1.       Basic Research
Basic Research adalah investigasi ilmiah yang membawa kita kepada ilmu pengetahuan dan menemukan suatu kebenaran yang bertujuan untuk menyimpulkan dan menyempurnakan teori dan menyusunnya. Kajian bisa terfokus pada oksigenasi, perfusi cairan dan elektrolit, keseimbangan asam basa. Kajian ini bersifat lebih abstrak dan teoritikal tidak secara langsung digunakan pada praktek keperawatan tapi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan intervensi keperawatan melalui applied research.
2.       Applied research
Applied research adalah investigasi ilmiah berupa kesimpulan pengetahuan yang secara langsung berpengaruh pada praktek klinis. Tujuan penelitian unutk menyelesaikan menyelesaikan masalah, membuat keputusan atau memprediksi, mengontrol hasil pada situasi praktek yang sebenarnya. Applied research juga berguna untuk menguji teori dan validasi. Penggunaan pada praktek klinis, sebagai contoh penelitian oleh MacVicar dkk mengenai effeck of a 10 week aerobic anterval training cycle ergometer protocol on the functional capacity ( vol max ) of 45 women receiving chemotherapy for treatment of stage II breast cancer.
3.       Rigor in quantitative reseach
Rigor adalah usaha sebaik- baiknya pada penelitian dan melibatkan disiplin, ketelitian detil dan ketepatan. Penalaran logis dan deduktif penting untuk mengembangkan penelitian quantitative, proses penelitian terdiri dari langkah –langkah spesifik untuk dikembangkan dengan sangat teliti- detil. Langkah- langkah ini dengan kritis  menguji dan menguji ulang kesalahan dan kelemahan seperti pada pengukuran, sampling, desain, analisa statistic dan penarikan kesimpulan agar hasil penelitian mencerminkan realitas yang sebenarnya.
4. Control In Quantitative Research
            Kontrol merupakan suatu aturan dari penulis untuk menurunkan kemungkinan kesalahan dan meningkatan kemungkinan hasil penelitian mencerminkan realitas yang sebenarnya. Mekanisme kontrol pada penelitian quantitative terdiri dari sampling, research setting dari pengetahuan subyek peneliti terhadap penelitian.
w  Sampling
Proses pemilihn sampel yang representative dari populasi penelitian bisa secara random atau nonrandom.
w  Research setting
Terdiri dari
-          natural, situasi yang sesungguhnya. Peneliti tidak memanipulasi atau mengubah lingkungan penelitian
-          Partially controlled, panitia memanipulasi beberapa factor lingkungan penelitian
-          Highly contolled, lingkungan penelitian sengaja dibuat untuk tujuan penelitian
w  Pengetahuan subyek peneliti terhadap penelitian
 Pengetahuan subyek terhadap penelitian akan mempengaruhi sikap mereka dan mungkin akan mengubah hasil penelitian.
Peneliti dapat mencegah bias ini dengan hanya memberikan penjelasan sederhana tentang penelitian atau tidak memberikan informasi mengenai kelompok kontrol dan kelopok perlakuan.
Berkut tabel tentang control pada tipe- tipe penelitian quantitative.
Tipe penelitian quantitative
Research control
Sampling
Research setting
Deskriptif
Uncontrolled
Nonrandom
Natural setting/ partially controlled
Korelasional
Uncontrolled
Nonrandom/ Random
Natura setting/ partially controlled
Quasi eksperimental
Partially controlled/ highly controlled
Nonrandom/ Random
Partially controlled
Exsperimental
Highly controlled
Random
Highly controlled/ laboratory

II. LANGKAH- LANGKAH PROSES PENELITIAN QUANTITATIF

1. Rumusan masalah dan tujuan penelitian
            Masalah penelitian adalah suatu kondisi yang memerlukan pemecahan atau alternative pemecahan. Sumber permasalahan dari penelitian bisa ditemukan pada pengalaman praktek di lapangan, literature keperawatan, teori, ide dari sumber lain seperti diskusi dengan  rekan sejawat, peneliti lain, seminar, prioritas penelitian.
            Tujuan penelitian didapatkan dari permasalahan dan identifikasi spesifik tujuan dari hasil yang diharapkan. Tujuan dari penelitian bisa untuk mengidentifikasi, menjelaskan atau memprediksi alternative pemecahan masalah. Tujuan tersebut biasanya mengindikasikan tipe dari riset ( deskriptif, korelasi, quasi- eksperimental, eksperimental ) yang akan dilaksanakan termasuk variabel, populasi dan settingnya.
2. Tinjauan Pustaka
            Hal ini dilaksanakan untuk mengetahui gambaran secara garis besar permasalahan apa- apa yang ada dan kesenjangan yang timbul.
            Literatur yang relevan akan
-          menyediakan informasi yang penting tentang spesifik ilmu yang diperlukan untuk meneliti masalah- masalah yang telah ditetapkan,
-          membantu peneliti untuk mengklarifikasi konsep dan pengembangan kerangka konsep
-          Membantu peneliti menetukan masalah mana yang perlu diinvestigasi dan yang tidak perlu investigasi.
-          Membantu peneliti dalam menyusun desain penelitian dan interpetasi haasil.

3. Kerangka Konsep
            Kerangka konsep adalah sesuatu yang abstrak, logic secara arti harfiah dan akan membantu peneliti dalam menghubungkan hasil penemuan dengan body of knowledge keperawatan.
            Pada tipe penelitian quantitative, kerangka konsep adalah teori yang bisa diukur yang telah dikembangkan pada keperawatan atau disiplin ilmu yang lain seperti psikologi atau sosiologi.
            Pemahaman tentang kerangka konsep sangat penting dalam upaya untuk melakukan penelitian, mengkritik dan menggunakan hasil penelitian. Kata- kata yang berhubungan dengan kerangka konsep meliputi : konsep, pernyataan yang sesuai, teori dan konsep tentang model.
            Konsep adalah suatu pengertian dasar untuk apa yang diteliti. Pernyataan yang sesuai menunjukkan bahwa ada beberapa hubungan yang terkait antara dua / lebih konsep. Teori terdiri daribkesatuan pengertian konsep dan pernyataan yang sesuai yang akan menyajian suatu fenomena dan dapat dipergunakan untuk menjabarkan, menjelaskan dan memprediksi atau mengontrol sutu kejadian.
            Konsep tentang model adalah suatu susunan dari konsep secara abstrak dan menyatakan suatu hubungan yang menjelaskan secara panjang lebar tentang suatu peristiwa dari topik yang akan dibahas, misalnya konsep dari Newman, Orem, Roger dan Roy.
4. Menyusn Obyektif, pertanyaan dan hipotesa
            Obyektif, pertanyaan dan hipotesa disusun untuk menjembatani kesenjangan antara  permasalahn riset yang masih abstrak dan tujuan, desain penelitian, rencana pengumpulan dan analisa data.
            Obyektif dikembangkn dari permasalahan penelitian, tujuan dan kejelasan variabel ( konsep ) dan populasi suatu penelitian. Pertanyaan penelitian untuk menjelaskan suatu variabel, menguji hubungan antar variabel dan menetukan perbadaan antara dua / lebih grup sehubungan dengan variabel tertentu.
            Hipotesis adalah suatu asumsi pernyataan tentang hubungan antara dua/ lebih variabel yang diharapkan bisa menjawab pertanyaan dalam penelitian.
ObyektifPertanyaan Hipotesis
5. Varibel Penelitian
            Variabel penelitian merupakan konsep dari berbagai level dari abstrak yang didefenisikan sebagai sesuatu fasilitas untuk pengukuran suatu penelitian. Konsep ini dapat konkrit dan secara langsung bisa diukur, misalnya : denyut jantung, hemoglobin, tekanan darah, berat badan. Konsep lain seperti : kreatifitas, empati, nyeri adalah ssesuatu yang abstrak dan secara tidak langsung dapat diobservasi.
            Variabel yang telah didefenisikan perlu didefenisikan secara operasional, sebab setiap istilah ( variabel ) dapat diartikan secara berbeda- beda oleh orang yang berlainan. Defenisi operasional adalah defenisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari suatu variabel sehingga variabel dapat diukur.
6. Mengidentifikasi Limitasi ( Keterbatasan )
Limitasi adalah keterbatasan dalam suatu penelitian dan mungkin mengurangi kesimpulan secara umum. Dua tipe limitasi : teori dan metodologi.
a)      Teori limitasi terbatas pada kesimpulan secara abstrak dari suatu penelitian dan mempunyai pengaruh terhadap kerangka konsep dan defenisi secara operasional.
Teori limitasi meliputi :
w  Konsep mungkin tidak didefenisikan secara jelas dalam suatu teori yang digunakan untuk kerangka konsep         (framework )
w  Hubungan antara beberapa konsep mungkin tidak diidentifikasi atau tidak jelas dalam suatu teori
w  Variabel yang digunakan dalam penelitian mungkin tidak saling terkait dengan konsep dalam kerangka konsep
w  Obyektif, pertanyaan atau hipotesa mungkin tidak jelas hubungannya dengan kerangka konsep penelitian
b)      Metodologi limitasi dapat berpengaruh terhadp hasil dan keterbatasan populasi sehingga hasil tidak dapat disimpulkan secara umum. Metodologi limitasi diakibatkan oleh : sampel tidak representatif, desain tidak akurat, hanya satu tempat, instrument terbatas dalam hal reliability dan validity, keterbatasan control pada pengumpulan data, dan ketidaktepatan penggunaan analisa statistik
Contoh penelitian :………karena hanya respon dari ibu yang dianalisa, hasil ini mungkin tidak bisa disimpulkan kepada semua anggota keluarga
7. Memilih Sebuah Desain Penelitian
            Desain penelitian adalah sebuah cetak biru yang memungkinkan memaksimalkan suatu kontrol  beberapa faktor yang bisa mempengaruhi validity suatu hasil. Tipe desain menunjukkan seleksi populasi, prosedur sampling, metode pengukuran dan semua rencana untuk pengumpulan dan analisis data. Pilihan dari desain penelitian tergantung : kecakapan peneliti, masalah dan tujuan studi dan keinginan untuk menyimpulkan hasil. Desain penelitian yaitu : deskriptif, korelasi, quasi- eksperimen dan desain eksperimen. Pada deskriptif dan study korelasi tidak ada tindakan yang dilakukan, jadi fokus dari desain studinya adalah meningkatkan ketelitian pengukuran. Quasi- eksperimen dan study eksperimen melakukan tindakan dangan kontrol terfokus dalam mencapai level tertinggi dari kontrol sebagaimana ketelitian dalam pengukuran.
9. Defenisi Populasi dan Sampel
            Populasi adalah keseluruhan dari elemen (individu, obyek, atau substansi ) yang memenuhi sampling kriteria  yang menyangkut masalah yang diteliti. Sebuah studi bisa diarahkan untuk menjelaskan respon klien terhadap hospitalisasi.
            Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih untuk sebuah studi dan anggota dari sampel adalah subyek. Sampling didefenisikan sebagai proses untuk menyeleksi sekelompok orang, kejadian, kebiasaan atau elemen yang mengarahkan sebuah study. Metode sampling probability dan nonprobablity digunakan dalam study keperawatan. Pada sampling probability setiap anggota populasi memiliki kemungkinan lebih dari nol untuk terpilih sebagai sampel. Sampel nonprobability tidak setiap anggota populasi memiliki kesempatan terpilih sebagai sampel.
Contoh :
Sebuah sampel …… ( metode sampel ) dari 57 ibu ( ukuran sampel ) yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan umur 6 tahun atau lebih muda
( kriteria sampel ) dimasukkan ke dalam study …… Setiap ibu dari keluarga yang telah dimasukkan ke dalam program pemerintah dimana perawatan kesehatan diserahkan kepada spesialis anak dan pusat penanganan dini pada anak gangguan perkembangan ( populasi ).
9. Seleksi Metode Pengukuran
Pengukuran adalah proses memberi nomor pada suatu objek ( kejadian atau situasi ) yang merujuk pada suatu aturan baku ( Kaplan, 1964 ). Komponen dari suatu pengukuran adalah instrumen. Instrumen diseleksi untuk menguji spesifik variabel dalam suatu riset. Data dikumpulkan dalam bentuk nominal, ordinal, interval atau rasio. Nominal adalah pengukuran paling rendah dan rasio adalah pengukuran tertinggi. Seleksi sebuah instrument dilakukan dengan pengujian yang luas terhadap reliability dan validity. Reliability adalah mengenai bagaimana secara konsisten teknik pengukuran mengukur sebuah konsep dari minat. Validity instrument adalah luasnya yang mana instrument secara aktual merefleksikan konsep abstrak yang diuji.
10. Mengembangkan sebuah Rencana untuk Pengumpulan dan Analisa Data
            Pengumpulan data adalah pengumpulan sistematis informasi yang relevan terhadap tujuan riset atau objektif spesifik , pertanyaan, hipotesa. Rencana pengumpulan data memungkinkan peneliti untuk mengantisipasi masalah yang biasanya terjadi dan untuk menganalisa solusi yang mungkin.
            Perencanaan analisa data adalah langkah final sebelum study diimplementasikan. Rencana analisa didasarkan pada : obyektif penelitian, pertanyaan atau hipotesa, pengumpulan data, desain penelitian, kecakapan peneliti dan avaibilitas dari sumber komputer.
11. Implementasi Rencana Penelitian
            Implementasi renana penelitian melibatkan : kumpulan data, analisa data, interpretasi hasil dan kadang- kadang study pilot.


w  Pilot study
Adalah versi terkecil dari ide study yang mengarahkan untuk memperbaiki metodologi ( Van Ort, 1981 ). Dikembangkan seperti tujuan study, menggunakan subyek yang sama, setting yang sama dan kumpulan data yang sama dan teknik analisa. Sebuah pilot study bisa mengarahkan untuk perkembangan dan perbaikan sebuah tindakan penelitian, alat pengumpulan data, atau proses pengumpulan data.
Beberapa alasan dilakukannya Pilot study
a)      Untuk menentukan apakah usulan studi dapat dijalankan ( Seperti apakah subyek available, apakah peneliti memiliki waktu dan uang untuk melakukan study )
b)      Untuk mengembangkan dan memperbaiki tindakan peneliti
c)      Untuk mengembangkan sebuah protokol untuk mengimplementasi tindakan
d)     Untuk mengidentifikasi masalah dengan desain
e)      Untuk menentukan apakah sampel representative terhadap populasi atau apakah teknik sampling efektif
f)       Untik menguji reabilitas dan validits dari instrument penelitian
g)      Untuk mengembangkan dan memperbaiki kumpulan data dalam instrumen
h)      Untuk memperbaiki pengumpulan data dan rencana analisa data
i)        Untuk memberi pengalaman peneliti terhadap subyek setting, metodologi dan metode pengukuran
j)        Untuk mencoba teknik analisa data
w  Pengumpulan Data
Pada data quantitative, pengumpulan data meliputi hasil dari data secara nominal guna menjawab riset objektif, question, dan hipotesa. Sebelum mengumpulkan data, seorang peneliti harus mendapatkan ijin dari pihak yang berwenang ( pimpinan instansi setempat ) dimana riset akan dilaksanakan. Consent harus disediakan dan ditandatangani oleh calon responden sebelum peneliti melakuan pengumpulan data. Dalam hal ini responden punya hak untuk menolak ataupun mengundurkan diri karena suatu hal tanpa sangsi apapun.
Dalam pengumpulan data, variabel study diukur menggunakan berbagai teknik, seperti :observasi, interview, questioner atau pengukuran. Sekarang perawat mengukur variabel fisiologis dengan teknologi canggih. Data dikumpulkan dan dicatat secara sistematis dalam setiap subyek dan diorganisasikan untuk memudahkan computer entry.
w  Analisa Data
Analisa data diarahkan untuk mengurangi, mengorganisasikan dan memberi arti dari data. Teknik analisa datadalam riset quantitative termasuk deskriptif, pemaparan prosedur, analisa inferensial, kepuasan, analisa advance.
Tekni analisa data dilakukan untuk menentukan objektif riset, pertanyaan, hipotesa, desain penelitiandan pengukuran oleh alat penelitian.
w  Interpretasi Hasil Riset
Hasil dari analisa data yang telah diinterpretasikan akan menjadi bermakna. Interpretasi hasil riset termasuk pengujian hasil dari analisa data, bentuk kesimpulan, hubungan dengan implikasi dalam keperawatan, memaparkan signifikan hasil penelitian., kesimpulan hasil, masukkan untuk studi.
Hasil yang diperoleh dari analisa data terdiri dari 5 tipe
1)      Signifikan dengan prediksi peneliti
2)      Nonsignifikan
3)      Signifikan tapi tidak diprediksi oleh peneliti
4)      Campuran
5)      Unexpected
Hasil study kemudian diartikan dan diinterpretasikan menjadi hasil penelitian dan kesimpulan dibentuk dari sintesis hasil. Kesimpulan memberi sebuah dasar untuk mengidentifikasi implikasi keperawatan, kesimpulan hasil dan masukan untuk study.
12. Communicating Hasil Riset
            Riset belumlah dikatakan sempurna/ lengkap sampai hasil di communicatingkan. Communicating hasil meliputi perkembangan dan penyampaian sebuah laporan riset untuk memenuhi kebutuhan audiens, termasuk perawat, tenaga kesehatan dan pengguna jasa pelayann kesehatan. Laporan riset disampaikan pada presentasi dan publikasi

III. Tipe Riset Quantitatif
Empat tipe riset quantitative : 1. Deskriptif, 2. Korelasi, 3. quasi- eksperimen, 4. Eksperimen.
Tipe rencana penelitian dipengaruhi oleh tingkat keberadaan pengetahuan terhadap masalah penelitian. Ketika hanya sedikit pengetahuan yang tersedia, studi deskriptif dipilih. Meningkatnya ilmu pengetahuan yang ada, studi korelasi, quasi- eksperimen dan eksperimenlah yang dilakukan.
I.                   Riset Deskriptif
Tujuan riset deskriptif adalah memaparkan dan menggambarkan fenomena dalam situasi nyata kehidupan. Pendekatan ini digunakan untuk menyimpulkan ilmu pengetahuan baru tentang konsep / topik yang terbatas atau belum diteliti. Dalam riset deskriptif, konsep yang dijelaskan dan hubungan yang diidentifikasi memberi sebuah dasar untuk riset quantitative dan pengujian teori
II.                Riset Korelasi
Riset korelasi dilakukan untuk menguji hubungan linear antara dua atau lebih variabel dan untuk menentukan tipe ( +/- ) dan derajad (kekuatan ) dari hubungan. Kekuatan hubungan yang bergerak dari -1 (korelasi (- ) sempurna ) sampai +1 ( korelasi (+ ) sempurna ). 0 untuk mengindikasikan tidak adanya korelasi.Hubungan (+) mengindikasikan bahwa variabel bergerak bersamaan, dimana kedua variabel meningkat/ menurun bersamaan. Hubungan (-) mengindikasikan bahwa variabel bergerak dalam arah yang berlawanan, jika satu variabel meningkat maka yang lain akan menurun.
III.             Riset Quasi- Eksperimen
Tujuan riset quasi- eksperimen adalah menguji hubungan sebab-akibat antara variabel independent dan variabel dependent. Riset quasi- eksperimen dalam keperawatan diarahkan untuk menentukan efek dari interfensi keperawatan ( varibel independent ) kepada hasil terhadap pasien ( variabel dependent).
IV.             Eksperimen  
Tujuan riset keperawatan adalah untuk menguji hubungan sebab akibat antara variabel independent dan dependent di bawah kondisi terkontrol ketat. Rencana dan implementasi studi eksperimen dikontrol secara ketat oleh peneliti. Kadang- kadang studi ini diarahkan dalam sebuah setting laboratorium terhadap hewan atau obyek lainnya.

Tidak ada komentar: