Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

PERUBAHAN DAN ADAPTASI FISIOLOGIS KEHAMILAN TRIMESTER I,II DAN III PADA SISTEM PERKEMIHAN,SISTEM PENCERNAAN,DAN SISTEM MUSKULOSKELETAL



A.SISTEM PERKEMIHAN
Sistem perkemihan adalah sistem yang  berkaitan dengan fungsi eliminasi dan produksi urine dalam tubuh.Sistem ini juga dianggap penting yang berhubungan dengan kontrol keseimbangan air dan elektrolit serta tekanan darah.Uterus pada wanita tidak hamil berada tepat di belakang dan sebagian di atas kandung kemih.Saat Hamil,uterus membesar mempengaruhi semua bagian saluran kemih pada waktu yang berbeda dan hormon kehamilan memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan efek mekanis.
Yang termasuk  organ sistem perkemihan adalah:
1.Ginjal
2.Ureter
3.Vesika Urinaria
4.Urethra
 Dari keempat organ perkemihan tersebut mengalami perubahan – perubahan selama kehamilan.
1.Ginjal (Ren) dan Perubahannya.
Bentuk seperti kacang panjang,terletak di belakang dari bagian abdomen.
Ren kiri terletak setinggi Vertebra lumbal  I – IV dan Ren kiri terletak  setengah badan vertebra lebih rendah daripada yang kiri karena di sebelah kanan ada hepar.Mempunyai 2 ekstremitas superior( ada glandula supraren/kelenjar anak ginjal).Dan ekstremitas inferior.Mempunyai 2 margo lateral dan margo medial(ada hilus renalis) merupakan tempat keluar masuknya vasa,saraf,limfe dan ureter.Pada kehamilan Ginjal berfungsi untuk mengelola zat-zat sisa dan kelebihan yang dihasilkan akibat peningkatan volume darah dan curah jantung juga produk metabolisme tetapi juga menjadi organ utama yang mensekresi produk sisa dari janin.Pada kehamilan trimester I ginjal mengalami peningkatan pada panjangnya dan merupakan akibat terbesar dari peningkatan aliran darah ginjal dan volume vaskuler.Dilatasi kaliks dan pelviks ginjal dan semakin nyata pada Trimester II kehamilan yang bisa meningkatkan resiko infeksi saluran kemih.Pada Trimester III Biasanya terjadi hidronefrosis terjadi pada 80 -90% wanita.mungkin disebabkan oleh respons ginjal oleh progesteron dan peningkatan
Tekanan intraureter superior terhadap tepi pelviks.Hidronefrosis lebih sering terjadi pada ginjal kanan,dan kemungkinan besar disebabkan oleh peningkatan distensi urethra kanan.

2.Ureter
Merupakan saluran yang menghubungkan dari Ren menuju ke vesika Urinaria.Ureter memanjang dan membentuk kurva tunggal atau ganda yang tampak seperti sebuah belitan pada pemeriksaan sinar-X. Pada Trimester I Begitu uterus menjadi organ abdomen, penambahan massanya menekan ureter pada tepian pelviks.Kompresi ini menyebabkan peningkatan tonus intraureter yang terletak di atas pelvis.Hal ini yang menyebabkan produksi urin yang meningkat.Juga meningkatkan diameter lumen ureter,dan hipertonisitas serta hipomotilitas.Karena perubahan ini, pada Trimester II volume ureter mungkin meningkat 25 kali dibandingkan dengan keadaan tidak hamil,equivalen dengan peningkatan 300 ml Urine.Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri mengalami pembesaran karena pengaruh progesteron.Akan tetapi,ureter kanan lebih lebih membesar karena lebih banyak mendapat tekanan dibandingkan dengan ureter kiri.Hal ini disebabkan karena uterus lebih sering memutar ke arah kanan atau karena orang banyak beraktifitas dengan bagian kanan tubuh. Pada Trimester III Akibat tekanan pada ureter  kanan tersebut, lebih sering terjadi Hidroureter.Hidroureter terjadi saat uterus mulai keluar dari panggul dan masuk kedalam abdomen dan menekan ureter saat melewati tepi panggul.Hidroureter lebih menonjol pada bagian kanan daripada bagian kiri akibat Dekstrorotasiuterus saat keluardari panggul.



4.Vesika Urinaria
Merupakan suatu kantong muskulomembran yang berfungsi untuk menampung urine.Pada kehamilan Trimester I tonus kandung kemih menurun sebagai respons otot polos terhadap efek progesteron.Kapasitas kandung kemih meningkat hingga 1 liter yang menyebabkan ibu hamil lebih sering kencing.Karena pembesaran uterus selama Trimester II kehamilan,kandung kemih terdorong ke arah anterior dan superior.Perpindahan ini mengubah letak intravesikuler ureter,yang kemudian menyebabkan regurgitasi urin ke Ureter pada saat berkemih.Pada Trmester III Permukaan mukosa menjadi hiperemia dan edema sehingga terjadi peningkatan resiko trauma pada persalinan.Selanjutnya,jika pada kandung kemih penuh maka akan disalurkan ke urethra.

5.Urethra
Merupakan saluran terakhir dari saluran kemih.Memiliki panjang 4 cm pada wanita dan terdiri dari saluran sempit yang berada di dalam lapisan luar dinding vagina anterior.Urethra bermula dari leher vesika urinaria dan terbuka kedalam vestibulum vulva sebagai meatus urethra.Selama Kehamilan Trimester I, urethra sedikit memanjang dan pada Trimester II, Uretrhra akan  lebih memanjang terutama pada Trimester III,urethra akan lebih memanjang karena Vesika Urinaria tertarik keatas ke arah abdomen dan dapat bertambah panjang beberapa centimeter.
Pola normal berkemih pada wanita tidak hamil,pada siang hari,berkebalikan dengan pola pada wanita hamil.Wanita yang hamil mengumpulkan cairan(air dan natrium)selama siang hari dalam bentuk edema dependen akibat tekanan uterus padapembuluh darah panggul dan vena kava inferior.dan kemudian mensekresikan cairan tersebut pada malam hari melalui kedua ginjal ketika wanita berbaring.

B. Sistem pencernaan
Sistem pencernaan adalah Wanita hamil sering mengeluhkan perubahan nafsu makan,jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi,dan toleransinya terhadap makanan tertentu.Walaupun beberapa perubahan mungkin dipengaruhi oleh faktor sosial budaya,faktor anatomi dan pengaruh hormon pada saluran pencernaan mengubah fungsi – fungsi yang biasa dijalankan oleh sistem pencernaan.Diantaranya adalah:



1.Mulut
Banyak wanita yang mengalami perubahan dalam pengecapan segera setelah konsepsi.Keadaan ini mungkin disebabkan pengaruh hormon saliva,dan juga pada indra penciuman.Saliva menjadi lebih asam selama Kehamilan.Walaupun studi terdahulu mengatakan adanya peningkatan produksi saliva,Studi lain berpendapat bahwa keadaan ini hanya suatu persepsi yang disebabkan oleh penurunan kemampuan menelan selama periode mual muntah.Beberapa wanita tercatat mengalami ptialisme(hipersaliva)yang terjadi pada siang hari dan berakhir pada saat persalinan.Di bawah pengaruh estrogen,gusi menjadi lebih berpembuluh,terjadi hiperplasia dan edema.Penurunan ketebalan Permukaan epitel gusi berkontribusi terhadap peningkatan frekuensi penyakit gusi selama kehamilan.Pendarahan mungkin terjadi padaa saat menggosok gigi atau mengunyah dan permukaan yang rapuh menyebabkan mudah terkena radang gusi.
Diperkirakaan 50 – 77% wanita mengalami radang gusi selama kehamilannya.Insidennya meningkat apabila sedang mengalami masalah gusi lainnya, umur ibu lebih tua dan meningkatnya paritas.Pada kurang dari 2%waanita hamil,hiperplasia gusi menyebabkan terbentuknya masa yang rapuh,menyerupai tumor yang disebut epulis.Epulis biasanya sembuh secara spontan setelah melahirkan,tetepi mungkin perlu diinsisi selama kehamilan.berlangsung jika terjadi pendarahan yang banyak dan muncul penyakit gusi dan gigi.

2.Esofagus
Tonus pada sfingter esofagus bagian bawah melemah di bawah pengaruh progesteron,yang menyebabkan relaksasi otot polos.Penurunan tonus ini berkaitan dengan terjadinya refluks asam dari lambung ke esofagus.Perubahan pada diafragma akan Lebih berkontribusi menimbulkan masalah dengan mengubah secara akut sudut esofagus – gaster, sehingga makin memperberat Refluks.

3.Lambung
Penyebab dari progesteron dapat menurunkan tonus dan motilitas lambung. Selain itu,juga menurunkan tonus sfingter pilorus,menyebabkan refluksnya isi cairan basa duodenum kedalam lambung.Semakin kehamilan berlanjut,tekanan pada lambung oleh uterus yang membesar dapat menurunkan jumlah makanan yang dikonsumsi tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman.Penurunan produksi asam dan pepsin juga mungkin memperlambat pencernaan, walaupun efek kehamilan pada sekresi asam lambung belum dipahami dengan baik.

4.Usus Besar dan Kecil
Relaksasi otot polos karena pengaruh progesteron menyebabkan penurunan tonus dan motilitas usus.Penurunan motilitas lebih jauh dipengaruhi oleh penurunan motilitin,sutu hormon peptida.Penurunan pada tonus menimbulkan perpanjangan waktu transit,yang akan makin lama seiring dengan berkembangnya kehamilan.Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatam lama waktu transit pada akhir kehamilan disebabkan penghambatan kontraksi otot polos pada usus.Perpanjangan waktu transit dan ditambah dengan adanya hipertrofi vili Duodenum,menyebabkan peningkatan kapasitas absorpsi.Peningkatanabsorpsizatbesi,kalsium,lisin,valin,glisin,prolin,glukosa,natrium,klorida dan air.Pengaruh progesteron pada enzim pentranspor mungkin menyebabkan penurunan absorpsi niasin,riboflavin,dan vitamin B6.
Penurunan motilitas dan memanjangnya waktu transit di kolon menyebabkan peningkatan absorbsi air,yang kemudian meningkatkan resiko terjadinya konstipasi.Peningkatan Flatulens juga ditemukan.Seiring dengan berkembangnya uterus,apendiks,dan sekum terdorong ke atas dan lateral.Perubahan anatomis ini penting untuk di ingat pada saat ibu mengeluhkan nyeri akut abdomen dan apendisitis.
Hemoroid biasa terjadi selama kehamilan.Disebabkan oleh relaksasi dinding pembuluh darah sekunder akibat peningkatan progesteron, dan penekanan vena oleh berat dan ukuran uterus yang makin membesar.Usaha mengejan pada saat defekasi karena adanya konstipasi juga berperan terhadap munculnya hemoroid.

C. Sistem muskuloskeletal
         Pada Kehamilan Trimester I belum terjadi lordosis hanya nyeri pada punggung.Pada Trimester II sudah  terjadi Lordosis yang diakibatkan  kompensasi dari pembesaran uterus ke posisi anterior,lordosis menggeser pusat daya berat ke belakang ke arah dua tungkai.Sendi sakroilliaka,sakrokoksigis dan pubis akan meningkat mobilitasnya,yang diperkirakan karena pengaruh hormonal yaitu pada peningkatan hormon estrogen,progesteron,dan elastin dalam kehamilan yang dapat mengakibatkan  kelemahan jaringan ikat dan ketidakseimbangan persendian dan menyebabkan perubahan sikap ibu dan pada akhirnya menyebabkan perasaan tidak enak pada bagian bawah punggung terutama pada Trimester  III.
Akibat dari perubahan fisik selama kehamilan :
a)      Peregangan otot-otot
b)     Pelunakan ligamen – ligamen
Area yang paling dipengaruhi oleh perubahan –perubahan tersebut adalah:
a)      Tulang belakang (curva lumbar yang berlebihan )
b)     Otot - otot abdomal(meregang ke atas uterus)
c)      Otot dasar panggul(menahan berat badan dan tekanan uterus)
Bagi ibu hamil,bagian ini merupakan titik – titik kelemahan srtuktural dan bagian bermasalah yang potensial dikarenakan beban dan menekan kehamilan.Oleh karena itu,masalah postur merupakan hal biasa dalam kehamilan:
a)      Bertambahnya beban dan perubahan struktur dalam kehamilan mengubah dimensi tubuh dan pusat gravitasi.
b)     Ibu hamil mempunyai kecenderungan besar membentur benda–benda( dan memar biru) dan kehilangan keseimbangan lalu jatuh.

Perubahan dan adaptasi fisiologis dalam kehamilan trimester I,II,dan III mengenai sistem kardiovaskuler dan sistem integumen


SISTEM KARDIOVASKULER

A.     Pengertian
Adalah system organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel.sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh.sistem ini meliputi:
1.      Jantung
            Jantung merupakan organ muskular berongga yang bentuknya mirip piramid dan terletak di dalam perikardium di mediastinum. Jantung memiliki tiga permukaan : facies sternocostalis, diaphragmatica, dan basis cordis. Jantung dibagi oleh septa vertikal menjadi empat ruang: atrium dextrum, atrium sinistrum, ventriculus dexter, dan ventriculus sinister.
Atrium dextrum terdiri atas rongga utama dan sebuah kantong kecil, auricula. Bagian atrium di anterior berdinding kasar atau trabekulasi oleh karena tersusun atas berkas serabut-serabut otot, musculi pectinati, yang berjalan melalui crista terminalis ke auricula dextra. Pada atrium dextrum bermuara vena cava superior dan inferior, sinus coronarius, dan vena cordis minimae.
2.      Sirkulasi Sistemik
Ventrikel kiri memompakan darah masuk ke aorta.Dari aorta darah di salurkan masuk kedalam aliran yang terpisah secara progressive memasuki arteri sistemik yang membawa darah tersebut ke organ ke seluruh tubuh kecuali sakus udara (Alveoli ) paru-paru yang disuplay oleh sirkulasi pulmonal.
Pada jaringan sistemik arteri bercabang menjadi arteriol yang berdiameter lebih kecil yang akhirnya masuk ke bagian yang lebar dari kapiler sistemik.Pertukaran nutrisi dan gas terjadi melalui dinding kapiler yang tipis, darah melepaskan oksygen dan mengambil CO2 pada sebagian besar kasus darah mengalir hanya melalui satu kapiler dan kemudian masuk ke venule sistemik.Venule membawa darah yang miskin oksigen. Berjalan dari jaringan dan bergabung membentuk vena systemic yang lebih besar dan pada akhirnya darah mengalir kembali ke atrium kanan.

3.      Pembuluh Darah
Ada tiga macam pembuluh darah: arteri, vena, dan kapiler. Arteri membawa darah dari jantung dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh melalui cabang-cabangnya. Arteri yang kecil disebut arteriola, persatuan cabang-cabang disebut anastomosis. Vena adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung; banyak diantaranya yang mempunyai katup. Vena yang terkecil disebut venula, vena yang lebih besar atau muara-muaranya, bergabung membentuk vena yang lebih besar lagi, yang biasanya membentuk satu hubungan dengan yang lain menjadi plexus venosus. Vena yang keluar dari gastrointestinal tidak langsung menuju ke jantung tetapi bersatu membentuk vena porta. Kapiler adalah pembuluh yang sangat kecil dan menghubungkan arteriola dengan venula.


Sistem sirkulasi darah pada ibu hamil

1.      Posisi dan Ukuran Jantung
Seperti halnya uterus yang membesar dan diafragma yang mengalami elevasi, jantung bergeser keatas dan sedikit kearah kiri dengan rotasi pada aksis jantung, sehingga denyut jantung pada apeks bergerak lateral. Kapasitas jantung meningkat 70-80 ml; hal ini mungkin disebabkan oleh peningkatan volume atau hipertropi otot jantung. Ukuran jantung meningkat 12%.
2.      Perubahan fisiologi sistem kardiovaskuler pada kehamilan normal
yang terutama adalah perubahan hemodinamik maternal, meliputi :
a)      retensi cairan, bertambahnya beban volume dan curah jantung
b)     anemia relatif
c)      akibat pengaruh hormon, tahanan perifer vaskular menurun
d)     tekanan darah arterial menurun
e)      curah jantung bertambah 30-50%, maksimal akhir trimester I, menetap sampai akhir kehamilan
f)       volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50%
g)     volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan,
h)     kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir kehamilan.

3.      Pada trimester pertama, terjadi :
a)      penambahan curah jantung, volume plasma dan volume cairan ekstraselular, disertai peningkatan aliran plasma ginjal dan laju filtrasi glomerulus
b)     penambahan / retensi air dan natrium yang dapat ditukar di dalam tubuh, peningkatan TBW / total body water
c)      akibatnya terjadi aktifasi sistem renin-angiotensin dan penurunan ambang osmotik untuk pelepasan mediator vasopresin dan stimulasi dahaga.
d)     akibatnya pula terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam plasma dan penurunan osmolalitas plasma, sehingga terjadi edema pada 80% wanita yang hamil.
Perubahan-perubahan di atas mengakibatkan :
·      Kebutuhan suplai Fe kepada ibu hamil meningkat sekitar 500 mg/ hari
·      Ibu hamil sering lebih cepat mengalami kelelahan dalam beraktifitas
·      Bengkak pada tungkai bawah, namun hati-hati bila pembengkakan berlebihan dan terjadi di tangan atau muka karena bisa merupakan gejala pre eklampsi.
·       Terjadinya anemia fisiologis ( keadaan normal Hb 12 gr% dan hematokrit 35 %)
·      10% wanita hamil mengalami hipotensi dan diaphoretic bila berada dalam posisi terlentang.
·      Traktus urinarius
·      Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%. Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis sementara.
·      Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.

4.      Kardiak Output
Pada minggu ke 5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini terjadi untuk mengurangi resistensi vascular sistemik.selain itu,juga terjadi peningkatan denyut jantung.antara minggu ke 10 dan 20 terjadi peningkatan volume plasma sehingga juga terjadi peningkatan preload.performa ventrikel selama kehamilan dipengaruhi oleh penurunan resistensi vascular sistemik dan perubahan pada aliran pulsasi arterial.kapasitas vascular juga akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan.peningkatan estrogen dan progesterone juga akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi dan penurunan resistensi vascular perifer.
                Ventrikel kiri akan mengalami hipertrofi dan dilatasi untuk memfasilitasi perubahan cacdiac output,tetapi kontraktilitasnya tidak berubah,bersamaan dengan perubahan posisi diafragma,apeks akan bergerak ke anterior dan ke kiri,sehingga pada pemeriksaan EKG akan terjadi deviasi aksis kiri,depresi segmen ST,dan inverse atau pendataran gelombang T pada lead III.
                Sejak pertengahan kehamilan pembesaran uterus akan menekan vena cava inferior dan aorta bawah ketika berada dalam posisi terlentang,penekanan vena cava inferior ini akan mengurangi darah balik vena ke jantung.akibatnya,terjadi penurunan preload dan cardiac output sehingga akan menyebabkan terjadinya hipotensi supine dan pada keadaan yang cukup berat akan mengakibatkan ibu kehilangan kesadaran.penekanan pada aorta ini juga akan mengurangi aliran darah uteroplasenta ke darah.selama trimester terakhir posisi terlentang akan membuat fungsi ginjal menurun jika dibandingkan posisi miring.karena alasan inilah tidak dianjurkan ibu hamil dalam posisi terlentang pada akhir kehamilan.
                Peningkatan curah jantung pada kehamilan antara 35-50% dari rata-rata 5menit sebelum kehamilan menjadi sekitar 7menit pada minggu ke-20,frekuensi jantung wanita hamil biasanya 10-15 denyut/ menit lebih cepat daripada wanita yang tidak hamil,meningkat dari sekitar 75 menjadi 90 denyut nadi /menit.wanita yang jantungnya normal sering menyadari adanya ketidakteraturan pada frekuensi jantungnya selama kehamilan.namun isi sekuncup (jumlah darah yang dipompakan oleh jantung dengan 1 kali denyut)tidak bertambah hingga volume plama bertambah.Volume darah akan meningkat secara progesif mulai minggu ke 6-8 kehamilan dan mencapai puncaknya pada minggu ke 32-34 dengan perubahan kecil setelah minggu tersebut.volume plasma akan meningkat kira kira 40-45%.hal ini dipengaruhi oleh aksi progesterone dan estrogen pada ginjal yang dinisiasi oleh jalur enin-angitensin dan aldosteron.penambahan volume darah ini sebagian besar berupa plasma dan erittrosit.
                Eritropoetin ginjal akan meningkatan jumlah sel darah merah sebanyak 20-30% tetapi tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma sehingga akan mengakibatkan hemodilusi dan penurunan konsentrasi hemoglobin dari 15g/dl menjadi 12,5g/dl,dan pada 6% perempuan bisa mencapai dibawah 11g/dl.pada kehamilan lanjut kadar lebih berhubungan dengan defisiensi zat besi daripada hopervolemia,jumlah zat besi yang diabsorbsi dari makanan dan cadangan dalam tubuh biasanya tidak mencukupi kebutuhan ibu selama kehamilan sehingga penambahan asupan zat basi dan asam folat dapat membantu mengembalikan kadar hemoglobin.kebutuhan zat besi selama kehamilan lebih kurang 1000mg atau rata rata 6-7 mg/hari.
                Hipervolemia selama kehamilan mempunyai fungsi berikut.
·         Untuk menyesuaikan pembesaran uterus terhadap hipertrofi system vascular.
·         Untuk melindungi ibu dan janin terhadap efek yang merusak dari arus balik vena dalam posisi terlentang dan berdiri.
·         Untuk menjaga ibu drai efek kehilangan darah yang banyak pada saat persalinan.terjadi suatu”autotransfusi”dari system vaskularisasi dengan mengompensasi kehilangan darah 500-600 ml pada persalinan pervaginan tunggal atau 1000 ml pada persalinan dengan seksio caesaria atau persalinan pervaginam gemeli.
Volume darah ini akan kembali seperti sediakala apda 2-6 minggu setelah persalinan.
                Selama kehamilan jumlah leukosit akan meningkat yakni berkisar antara 5000-12000/µl.penyebab peningkatan ini belum diketahui.respons yang sama diketahui terjadi selama dan setelah melakukan latihan yang berat.distribusi tipe soal juga akan mengalami perubahan.pada kehamilan,terutama trimester ke 3,terjadi peningkatan jumlah granulosit dan limfosit CD8 T secara bersamaan penurunan limfosit dan monosit CD4 T.pada awal kehamilan aktivitas leukosit alkalin fosfatase juga meningkat.demikian juga konsentrasi dari penanda inflamasi seperti C-reactive protein(CRP).suaru reaktan serum akut dan erythrocyte sedimentation rate(ESR)juga akan meningkat karena peningkatan plasma globulin dan fibrinogen.
                Kehamilan juga mempengaruhi keseimbangan koagulasi intravaskuler dan fibrinolisis sehingga mneginduksi suatu keadaan hiperkoagulasi.dengan pengecualian pada faktor XI dan XIII,semua konsentrasi plasma dari faktor-faktor pembekuan darah dan fibrinogen akan meningkat.produksi platelet juga meningkat,tetapi karena adanya dilusi dan konsumsinya,kadarnya akan menurun.

SISTEM INTEGUMEN

A.     Pengertian
Sistem integumen adalah sistem  yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan  terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup,kelenjar keringat dan produknya). Kata ini berasal dari  "integumentum", yang berarti "penutup". Kulit merupakan organ yang paling besar pada tubuh manusia dan terletak paling luar se­hingga mudah mengalami trauma atau terkontaminasi oleh mikro­organisme serta mudah dilihat individu maupun orang lain. Kulit merupakan jalinan pembuluh darah, saraf, dan kelenjar yang tidak berujung, semuanya memiliki potensi untuk terserang penyakit. Luas kulit orang dewasa 1,5 ml dengan berat kira-kira 15% dari be­rat badan. Kulit mencerminkan kesehatan seseorang yang erat hubungannya dengan kecantikan, keindahan, kondisi psikologis, penyakit yang diderita, dan citra diri atau kepribadian seseorang.
Kulit pada wajah secara khusus membawa dampak sosial yarng besar karena kelainan kulit pada wajah sulit untuk ditutupi dan dapat dengan mudah dilihat oleh orang lain. Jika kelainan kulit tersebut diderita oleh seorang wanita, dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkan akan lebih besar dibandingkan jika yang menderita adalah seorang laki-laki. Kulit yang licin, halus, dan bebas jerawat disetarakan dengan kecantikan dan keelokan paras. Seseorang bukan saja ingin tampak menarik, bagi wanita, kecantikan kulit sangat penting artinya. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul pada kulit, bahkan beberapa orang rela mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan kecantikan dan keelokan kulit.
Secara mikroskopis, struktur kulit terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan epidermis, lapisan dermis, dan lapisan subkutis. Bagian-­bagian kulit dan penampang yang ada pada kulit dapat dilihat pada gambar penampang kulit berikut.

















B.     System integument pada ibu hamil
Perubahan system integument pada kehamilan,salah satu perubahan besar yang mengalami selama kehamilan adalah cara itu harus meregangkan pada tingkat cepat mustahil. Sekitar 50 persen hingga 90 persen perempuan tidak mampu menahan peregangan yang sangat besar ini, dan hal itu menyebabkan terjadi pada kulit di payudara, lengan, paha, pinggul dan pantat. Ini terjadi ketika kolagen di kulit memisahkan, Mungkin tidak sakit tetapi akan gatal, dan mungkin gelitik banyak. Wanita berkulit terang akan memiliki garis-garis merah muda, sementara wanita berkulit gelap akan membuat mereka lebih ringan daripada warna kulit mereka.
Beberapa masalah perubahan kulit yang kerap dialami selama kehamilan, antara lain:
1)      Stretch Mark
Perubahan kulit yang terjadi pada saat kehamilan disebabkan oleh peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron, peregangan kulit lantaran tubuh membesar, atau juga faktor genetik. Pada dasarnya kulit mempunyai kemampuan untuk berkembang mengikuti kondisi tubuh atau disebut dengan elastisitas kulit. Elastisitas kulit tersebut dipengarungi oleh keturunan, berat badan, dan faktor usia. Pada ibu hamil, elastisitas kulit dipaksa mengembang sampai pada level maksimum untuk mengakomodasi pertumbuhan janin, akibatnya timbul stretch mark.
Stretch mark merupakan tanda parut berupa gurat-gurat putih yang muncul pada permukaan kulit, berbentuk garis yang berliku seperti anak sungai. Masalah ini muncul karena peregangan kulit secara cepat, seperti pada kehamilan atau peningkatan berat badan yang drastis, atau karena pengaruh obat yang mengandung steroid, yang merusak jaringan yang terdapat di dalamnya sehingga kulit mengalami over stretched dan kolagennya rusak.
Stretch mark biasanya muncul pada dinding perut, lengan atas, pinggul, paha, bokong, dan payudara pada tubuh wanita hamil. Stretch mark karena kehamilan umumnya berwarna merah jambu dan lebar, kemudian berangsur berubah menjadi garis tipis berwarna putih atau kecoklatan. Bagi mereka yang memiliki jenis kulit kering kecenderungan akan masalah ini dapat terjadi pada saat kehamilannya. ”Untuk ibu hamil stretch mark terjadi pada trimester kedua atau usia kandungan sekitar empat bulan,”



2)      Linea Nigra
Pada sebagian besar wanita hamil akan muncul garis vertikal berwarna cokelat kehitaman di kulit sepanjang bagian tengah perut yang disebut linea nigra karena melanosit yang menyebabkan warna kulit lebih gelap. Garis ini akan ada selama kehamilan dan akan menghilang setelah melahirkan.
3)      Selulit
Selulit merupakan suatu lapisan lemak di bawah kulit yang terletak di atas otot. Selulit pada wanita hamil terjadi karena adanya peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron secara drastis sehingga menghasilkan lebih banyak lemak yang disimpan untuk melindungi janin,
Pada selulit tampak permukaan kulit bergelombang seperti kulit jeruk dan umumnya terjadi di bagian paha, bokong, perut, pinggul, betis, dan lengan.
Belum ada terapi yang diklaim dapat mengatasi selulit 100%. Namun, selulit dapat dicegah atau diminimalisasi dengan berolahraga ringan secara teratur, terutama untuk membakar lemak di bagian-bagian tubuh tertentu. “Makan makanan dengan gizi lengkap dan seimbang, terutama mengurangi makanan berlemak. Penggunaan lotion secara teratur sejak dini, terutama pada masa kehamilan awal, dan penggunaan lotion sebaiknya dibarengi dengan efek pijatan untuk membantu memperlancar peredaran darah dan menghancurkan lemak. Selulit pun ada dua jenis, ringan dan berat.Pada kondisi ringan, selulit tidak terlihat. Baru jika bagian tertentu itu dicubit akan terlihat. Sementara pada jenis yang berat meski tidak dicubit, kehadiran selulit sudah terlihat.


4)      Rasa Gatal
Rasa gatal sering dialami oleh wanita hamil, terutama pada bagian perut, pusar, dan payudara. Rasa gatal timbul karena beberapa sebab, yakni peregangan kulit yang menyebabkan kulit menjadi lebih kering, iritasi yang muncul pada lipatan-lipatan tubuh, seperti lipatan di bawah payudara, perut, selangkangan, dan ketiak. Rasa gatal dapat pula muncul karena perubahan hormon estrogen dan progestin sehingga terjadi penumpukan bilirubin dan asam empedu ringan dalam tubuh.
Hindari garukan pada kulit yang dapat menyebabkan cedera. Selain menimbulkan infeksi, akan menyebabkan pula adanya garis kehitaman pada kulit. Rasa gatal ini dapat terjadi pada trimester pertama, kedua, maupun selama kehamilan.

5)      Jerawat
Masalah jerawat ketika kehamilan terjadi disebabkan karena adanya faktor hormonal. Kulit muka menjadi lebih berminyak sehingga dapat menimbulkan jerawat.
Menjaga kebersihan kulit dan diet makanan yang seimbang serta sehat, terutama mempertinggi makanan yang mengandung protein dan vitamin C akan membantu Anda untuk mengatasinya.

6)      Varises
Varises bisa terjadi lantaran hamil. Pada ibu hamil, aliran darah dari tubuh bagian atas biasanya lebih deras daripada aliran darah sebaliknya, lantaran beban tubuh yang bertambah pada bagian atas tubuh. Akibatnya, darah memenuhi pembuluh dan membuat pembuluh darah pada tubuh bagian bawah menonjol dan berkelok-kelok.

Pada ibu hamil, varises bisa dicegah dengan meninggikan posisi kaki dengan mengganjal dengan bantal ketika beristirahat. Bisa juga menggunakan stocking khusus yang dikenakan pada paha. Stocking berfungsi memperlambat aliran darah dari bagian atas tubuh, sehingga menyeimbangkan aliran darah dari tubuh bagian atas ke bawah dan sebaliknya.

7)      Areola mammae dan puting susu
Areola mammae daerah yang warnanya hitam di sekitar puting susu, pada kehamilan warnanya akan lebuh hitam, daerah sekitar yang baisanya tidak berwarna, sekarang berwarna hitam (secundair areola mammae). Puting susu juga menghitam dan membesar lebih menonjol.
Pwyudara secara bertahap mengalami pembesaran karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suply darah. Pada awal kehamilan keluar cairan jernih (kolostrum). Pigmen di sekitar puting (areola) tumbuh lebih gelap.

8)      Linea alba
Garis hitam yang terbentang dari atas symphisis sampai pusat. Warna lebih hitam kecuali akan timbul garis baru yang terbentang di tengah-tengah atas pusat ke atas (linea nigra). Pada bagian badan ini kecusli ada hiperpigmentasi adapula yang mirip garis-garis pada kulit (striae gravidarum).

9)      Hiperpigmentasi
Lebih dari 90% wanita hamil mengalami hiperpigmentasi, atau perubahan pigmen, dengan derajat yang berbeda-beda. Hiperpigmentasi inilah yang menyebabkan melasma, atau yang sering disebut juga topeng kehamilan. Yaitu lapisan kehitaman yang biasanya menghampiri bagian pipi, dahi dan hidung. Selain wajah, bagian tubuh yang lain ada juga yang tidak terhindar dari hiperpigmentasi.
Mulai dari areola mammae, ketiak, genitalia, paha, dan pusar. Tahi lalat, atau vlek lain yang sebelumnya sudah ada kemungkinan besar juga akan bertambah hitam.
Hiperpigmentasi akan terlihat lebih nyata pada wanita yang pada dasarnya berkulit gelap.
Hal yang sama umumnya juga terjadi pada wanita yang sebelumnya menggunakan kontrasepsi hormonal. Penyebabnya diduga karena adanya peningkatan jumlah melanosit dan peningkatan kerentanan terhadap stimulus hormon Melanocyte Stimulating Hormone (MSH), estrogen dan progesteron.
Terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari juga dapat memperburuk keadaan, oleh karena itu sebaiknya calon ibu tetap menggunakan tabir surya. Hampir semua jenis krim tabir surya relatif aman digunakan oleh ibu hamil dan pilihlah yang spektrum perlindungannya luas (anti UV-A dan UV-B).
Hiperpigmentasi ini umumnya akan hilang dengan sendirinya, maksimal satu tahun pasca persalinan. Memang ada juga yang tidak bisa hilang, biasanya karena menggunakan kontrasepsi hormonal.

Beberapa wanita juga akan mendapatkan pigmentasi yang merupakan kondisi yang disebabkan oleh produksi berlebihan melanotropin. Anda dapat menemukannya terjadi di pipi, hidung dan dahi. Ini mungkin muncul secara tak terduga selama 4 atau 5 bulan kehamilan.
Sejak bulan ke-3 hingga kehamilan cukup bulan,beberapa tingkat perubahan warna kulit menjadi gelap terjadi pada 90% wanita hamil.pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan,kusam,dan kadang-kadang juga akan mengenai daerah payudara dan paha.perubahan ini dikenal dengan nama striae gravidarum.pada multipara selain striae kemerahan ini seringkali ditemukan garis berwarna perak berkilau yang merupakan sikatrik dari striae sebelumnya.
10)  Striae gravidarum di bagi menjadi 2:
a)      Striae livida
Garis-garis yang berwarna biru pada kuit (pada primigravida). Striae terjadi karena ada hormon yang berlebihan dan ada pembesaran atau peregangan pada jaringan yang menimbulkan perdarahan pada kapiler halus di bawah kulit warna biru. Peregangan kulit ini dapat sembuh dan menimbulkan bekas seperti parut yang berwarna putih, jadi garis yang warnanya biru menjadi putih, karena sudah mengalami peregangan.
b)      Striae albicans
Pada multigravida biasanya terdapat pada buah dada, perut dan paha. Striae ini  kadang-kadang menimbulkan perasaan gatal pada penderita.
Hiperpigmentasi lebih nyata terlihat pada wanita berkulit gelap dan lebih terlihat di area seperti areola,perineum,dan umbilikus dan juga diarea yang cenderung mengalami gesekan seperti aksila pada paha bagian dalam.Pada banyak perempuan kulit digaris pertengahan perutnya akan berubah menjadi hitam kecoklatan yang disebut denga linea nigra.kadang kadang akan muncul dalam ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dnegan chloasma atau melasma gravidarum.selain itu,pada aerola dan daerah genital juga akan terlihat pigmentasi yang berlebihan.pigmentasi yang berlebihan itu biasanya akan hilang atau sangat jauh berkurang setelah persalinan.kontrasepsi oral juga bisa menyebabkan hiperpigmentasi yang sama.
                Perubahan ini dihasilkan dari cadangan melanin pada daerah epidermal dan dermal yang penyebab pastinya belum diketahui.adanya peningkatan kadar serum melanocyte stimulating hormone pada akhir bulan kedua masih sangat diragukan sebagai penyebabnya.estrogen dan progesterone diketahui mempunyai peran dan melanigenesis dan diduga bisa menjadi faktor pendorongnya.
Perubahan integumen selama hamil disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormon dan peregangan mekanis
Perubahan yang umum timbul: peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku, percepatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor
Jaringan elastis kulit mudah pecah, menyebabkan stria gravidarum, atau tanda regangan. Respon alergi kulit meningkat. Pigmentasi timbul akibat peningkatan hormon hipofisis anterior melanotropin selama masa hamil, contoh pigmentasi pada wajah (kloasma)
Stria gravidarum atau tanda regangan terlihat di bawah abdomen disebabkan kerja adenokortikosteroid.

Tidak ada komentar: