Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

MAKALAH VITAMIN A


Latar belakang belakang
Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditumukan. Secara luas, vitamim A merupakan nama genetik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A/karotenoid yang mempunyai aktivitas biolologik sebagai retinol.
Vitamin A esensial untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan hidup. Di seluruh dunia (WHO, 1991), di antara anak-anak prasekolah diperkirakan terdapat sebanyak 6-7 juta kasus baru xeroftalmia tiap tahun, kurang lebih 10% di antaranya menderita kerusakan kornea. Di perkirakan pada satu waktu sebanyak tiga juta anak-anak buta karena kekurangan vitamin A, dan sebanyak 20-40 juta kekurangan vitamin A pada tingkat lebih ringan. Di samping itu kekurangan vitamin A meningkatkan risiko terhadap penyakit infeksi seperti penyakit saluran pernapasan dan diare, meningkatkan angka kematian karena campak, seta keterlambatan pertumbuhan.
Pada tahun 1918, ditemukan sipat pengatur pertumbuhan yang sama dari makanan yang mengandung pigmen berwarna kuning berasal sayuran. Pada tahun 1928 karoten, salah satu pigmen berwarna kuning tumbuh-tumbuhan, diidentifikasi sebagai prekursor vitamin A. Istilah vitamin A kemudian digunakan untuk menyatakan semua bentuk vitamin tersebut yang merupakan sumber vitamin A.
Pada tahun 1937 vitamin A dapat di isolasi dari minyak hati halibut dalam bentuk Kristal, dan pada tahun 1947 dapat disentesis. Vitamin A sekarang digunakan untuk fortifikasi sebagai macam pangan dan sebagai suplemen. Vitamin A dinamakan retinol karena fungsi spesifiknya dalam retina mata.
.           Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.
Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
- Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
- Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat 
vitamin ADEK.
1.      Vitamin A
a.       sumber vitamin A =
susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna  merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
b.       Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A
rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
c.       Vitamin A dapat kita konsumsi dari:
  1.bahan makanan yang berwarna hijau, seperti sayur-sayuran warna hijau atau berwarna jingga sebagai contoh adalah bayam, daun singkong, pepaya yang warnanya jingga yang matang, hati kuning telur
2.Air Susu Ibu (ASI), itu bahan makanan yang kaya dengan vitamin A. Jika tidak bisa mengkonsumsi dari makanan. kita bisa mendapatkannya dari bahan makanan yang sudah diperkaya dengan vitamin A. Berbagai makanan sekarang di dalam labelnya disebutkan sudah diperkaya dengan vitamin A atau untuk balita saat ini tersedia kapsul vitamin A dengan dosis tinggi.  tidak semua kebutuhan vitamin A itu diperoleh dari makanan yang mahal harganya, artinya gizi yang cukup bisa didapatkan dari sumber-sumber yang banyak tersedia disekitar kita. Kekurangan vitamin A seperti yang kita semua sudah pahami menyebabkan kerusakan mata,
D. Tanda-tanda mata yang kekurangan vitamin A :
1.      selaput matanya pada daerah hitam
2.      daerah putih itu menjadi kering dan bila tidak segera diobati, selaput mata yang kering ini akan mengakibatkan kebutaan. Kita tadi sudah mendengar bahwa mata adalah jendela hati, itu artinya indera mata sangat penting dari 5 indra kita untuk kita dapat menangkap stimulus2 atau rangsangan2 dari luar dan itu berkaitan juga dengan kecerdasan.
Salah satu penyakit mata yang disebabkan karena kekurangan vitamin A adalah Xeroftalmia atau keringnya selaput bening mata.
Gejala  Xeroftalmia / keringnya selaput bening mata :
Mata yang sehat itu bening, seperti mata pada balita, bila kita melihat balita kita pada waktu menjelang magrib atau sudah agak menjelang malam terantuk-antuk jalannya, itu dikenal dengan buta senja.
1.bagian putih mata itu mengalami kekeringan, kusam dan tidak bersinar.    Kalau pada bagian putih mata itu ada satu bercak seperti busa sabun, itu tandanya sudah makin parah.
2.selaput bening yang ada pada bagian hitam atau yang ada pada kornea sudah mulai kering dan kusam, itu berarti sudah terjadi kekeringan pada selaput korneanya dan lebih lanjut lagi
3 sebagian hitam mata itu akan melunak seperti bubur dan pada akhirnya bagian kornea itu seluruh bagian hitam melunak dan bola matanya mengecil atau mengempis.
 kekurangan vitamin A akan menyebabkan kebutaan. satu lagi fungsi dari vitamin A ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau meningkatkan kekebalan anak.
                Anak yang kekurangan vitamin A akan mudah terserang infeksi, yang untuk anak sehat penyakit itu tidak menyebabkan kematian atau tidak menyebabkan kecacatan yang parah, sebagai contoh penyakit yang sering diderita anak-anak seperti campak, diare, itu akan menjadi lebih parah bila anak tersebut kurang vitamin A.
E.Tanda-tanda awal kekurangan vitamin A
Lemahnya penglihatan pada malam hari.
* Kulit kering
* Meningkatnya risiko infeksi, dan metaplasia (kondisi pra-kanker).
* Kekurangan vitamin A yang parah, yang dapat menyebabkan kebutaan, secara 
kstrim jarang terjadi di lingkungan barat.
Kekurangan vitamin A yang parah yang jarang terjadi, biasanya terjadi karena kondisi-kondisi yang bermacam-macam, yang menyebabkab mal-absorpsi. Dilaporkan pula tingginya peristiwa kekurangan vitamin A pada orang yang terinfeksi HIV

 

DAFTAR PUSTAKA

Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.

http://mercusuarku.wordpress.com/2008/08/10/perkembangan-manusia/

Situasi anak-anak Dunia, 1991. UNICEF

Adillah, Chairul. 1994. Penganiayaan Anak, Medika 3.

Tidak ada komentar: