Silahkan berkunjung keblog saya, semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat memajukan dunia keperawatan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI: KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH APLIKASI NANDA, NOC, NIC


    KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI: KURANG DARI
KEBUTUHAN TUBUH

 

A.      Definisi

Asupan nutrisi tidak  mencukupi untuk keperluan metabolisme tubuh.

B.       Batasan Karakteristik

<    Berat badan 20 % atau lebih di bawah ideal
<    Dilaporkan adanya asupan makanan yang kurang dari RDA (Recomended Daily Allowance)
<    Membran mukosa dan konjungtiva pucat
<    Kelemahan otot yang digunakan untuk menelan/mengunyah
<    Luka, inflamasi pada rongga mulut
<    Mudah merasa kenyang, sesaat setelah mengunyah makanan
<    Dilaporkan atau fakta adanya kekurangan makanan
<    Dilaporkan adanya perubahan sensasi rasa
<    Perasaan ketidakmampuan untuk mengunyah makanan
<    Miskonsepsi
<    Kehilangan berat badan dengan makanan cukup
<    Keengganan untuk makan
<    Kram pada abdomen
<    Tonus otot jelek
<    Nyeri abdominal dengan atau tanpa patologi
<    Kurang berminat terhadap makanan
<    Pembuluh darah kapiler mulai rapuh
<    Diare dan atau steatorrhea
<    Kehilangan rambut yang cukup banyak (rontok)
<    Suara usus hiperaktif
<    Kurangnya informasi, misinformasi

C.       Faktor Yang Berhubungan

§  Ketidakmampuan pemasukan atau mencerna makanan atau mengabsorpsi zat-zat gizi berhubungan dengan faktor biologis, psikologis atau ekonomi.


NOC
(Klasifikasi Tujuan Perawatan)

1.        Status nutrisi (Nutritional Status)
Domain  : Kesehatan fisiologi
Kelas       : Nutrisi
Skala       : Sangat bermasalah sampai tidak bermasalah

Definisi: tingkat dimana nutrisi tersedia untuk keperluan metabolisme
No

Indikator

Sangat bermasalah
1

Bermasalah
2
Masalah Sedang
3
Masalah Ringan
4
Tidak Bermasalah
5
1
Asupan nutrisi





2
Asupan makanan dan cairan





3
Energi





4
Massa tubuh





5
Berat badan





6
Pengukuran biokimia





7
Yang lain ........







2.       Status nutrisi: asupan makanan dan minuman (Nutritional Status : Food & Fluid Intake)
Domain  : Kesehatan fisiologi
Kelas       : Nutrisi
Skala       : Tidak mencukupi sampai Sepenuhnya mencukupi

Definisi: jumlah asupan makanan dan minuman selama 24 jam

No

Indikator
Tidak mencukupi

1
Agak mencukupi

2
Cukup mencukupi

3
Pada dasarnya mencukupi
4
Sepenuhnya mencukupi

5
1
Asupan makanan melalui mulut





2
Asupan makanan melalui selang





3
Asupan cairan melalui mulut





4
Asupan cairan





5
Asupan TPN*





6
Yang lain......





TPN* - Total parenteral Nutrition












3.       Status nutrisi : Asupan nutrisi (Nutrient Intake)

Domain  : Kesehatan fisiologi
Kelas       : Nutrisi
Skala       : Tidak mencukupi sampai Sepenuhnya mencukupi

Definisi: Merupakan. Keadekuatan asupan nutrisi kedalam tubuh

No

Indikator
Tidak mencukupi

1
Agak mencukupi

2
Cukup mencukupi

3
Pada dasarnya mencukupi
4
Sepenuhnya mencukupi

5
1
Asupan kalori





2
Asupan protein





3
Asupan lemak





4
Asupan karbohidrat





5
Asupan vitamin





6
Asupan mineral





7
Asupan zat besi





8
Asupan kalsium





9
Yang lain.......







4.       Kontrol berat badan (Weight Control)
Domain  : Pengetahuan  Kesehatan dan perilaku
Kelas       : Perilaku kesehatan
Skala       : Tidak pernah ditunjukkan sampai Secara konsisten ditunjukkan
Definisi: Merupakan tindakan personal untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang optimum untuk kesehatan

No

Indikator
Tidak pernah ditunjukkan
1
Jarang ditunjukkan

2
Kadang-kadang ditunjukkan
3
Sering ditunjukkan

4
Secara konsisten ditunjukkan
5
1
Memonitor berat badan





2
Menjaga asupan kalori harian optimal





3
Menyeimbangkan asupan kalori dan olahraga





4
Memilih makanan dan makanan kecil yang bergizi





5
Menggunakan tambahan gizi jika diperlukan





6
Makan saat lapar





7
Menjaga pola makan yang disarankan





8
Menahan makanan yang telah dikunyah





9
Mempertahankan keseimbangan cairan





10
Memahami tanda dan simptom ketidakseimbangan elektrolit





11
Mencari pengobatan untuk ketidakseimbangan elektrolit





12
Mencari bantuan profesional jika perlu





13
Menggunakan sistem pendukung peribadi untuk membantu merubah pola makan





14
Mengidentifikasi situasi sosial yang mempengaruhi asupan makanan





15
Mengidentifikasi keadaan emosional yang mempengaruhi asupan makanan





16
Merencanakan strategi untuk situasi yang mempengaruhi asupan makanan





17
Mengendalikan keasyikan dengan makanan





18
Mengendalikan keasyikan dengan bobot





19
Mengungkapkan citra tubh yang realistis





20
Mendemonstrasikan kemajuan target berat badan





21
Mencapai berat badan yang optimum





22
Mempertahankan berat badan yang optimum





23
Yang lain ........








NIC

(Klasifikasi Intervensi Keperawatan)


1. Tingkatan diet (Diet staging)
Definisi: mengatur diet sesuai kemajuan dietnya sesuai dengan toleransinya
No
Aktivitas
1
Kaji suara peristaltik
2
Anjurkan pasien  Non Per Os (nothing by mouth/NPO) puasa, jika dibutuhkan
3
Klem NGT dan monitor toleransinya, jika sesuai
4
Monitor kesiapan dan adanya reflek menelan/gag, jika sesuai
5
Monitor toleransi pencernaan terhadap es dan air
6
Kaji kapan pasien telah flatus
7
Kolaborasi dengan anggota tim kesehatan tentang kemajuan diet pasien
8
Atur kemajuan diet dari sangat cair, cair, lembut sampai diet biasa atau khusus, sesuai tingkat toleransinya, untuk anak dan dewasa
9
Atur kemajuan diit cair  dari air glukosa atau cairan elektrolit oral, formula setengah keras, sampai formula keras untuk bayi
10
Monitor toleransi terhadap  diet
11
Tawarkan 6 kali makanan ringan dari pada tiga kali makan, jika sesuai
12
Pasang aturan  diet disisi tempat tidur, dalam bentuk grafik dan perencanaan perawatan


2. Manajemen ketidakteraturan makan (Eating disorders management)
Definisi. Mencegah dan melakukan pembatasan diet ,olah raga berlebihan, minuman keras (binging) dan pemakaian obat pencahar (purging) pada makanan dan minuman
No
Aktivitas
1
Kolaborasi dengan anggota tim kesehatan untuk membuat perencanaan perawatan, termasuk pasien dan orang yang berarti bagi pasien, jika sesuai
2
Diskusikan dengan tim dan pasien untuk membuat target berat badan, jika berat badan pasien tidak sesuai dengan usia dan bentuk tubuh
3
Perkirakanlah berapa kenaikan berat badan harian yang diinginkan
4
Diskusikan dengan ahli gizi untuk menentukan asupan kalori setiap hari supaya mencapai dan atau mempertahankan berat badan sesuai target
5
Ajarkan dan kuatkan konsep nutisi yang baik pada pasien (dan orang berarti bagi pasien, jika sesuai)
6
Ajak pasien untuk berdiskusi dengan ahli diet tentang makanan yang dipilih
7
Kembangkan hubungan supportive dengan pasien
8
Monitor parameter fisiologi ( tanda-tanda vital, tingkat elektrolit), jika dibutuhkan
9
Timbang secara rutin (misalnya: setiap hari dan setelah buang air)
10
Monitor asupan dan pengeluaran cairan, jika sesuai
11
Monitor asupan kalori makanan setiap hari
12
Dorong pasien untuk memonitor diri sendiri terhadap asupan makanan dan kenaikan atau pemeliharaan berat badan, jika sesuai
13
Gali harapan tingkah laku makan yang sesuai, asupan makanan / cairan dan jumlah aktivitas fisik
14
Kontrak dengan pasien untuk menggali keinginan meningkatan atau mempertahankan berat badan
15
Pembatasan penyediaan makanan untuk dijadual, makanan dan snack dihidangkan
16
Observasi pasien selama dan setelah makan/snack untuk memastikan bahwa intake adekuat telah dicapai
17
Temani pasien kekamar mandi, dan observasi berapa kali makan/snack
18
Batasi waktu yang dibutuhkan dikamar mandi selama periode tidak diobservasi
19
Monitor tingkah laku pasien hubungannya dengan makan, penurunan berat badan dan peningkatan berat badan
20
Gunakan teknik modifikasi tingkah laku untuk meningkatkan berat badan dan untuk meminimalkan menurunkan berat badan
21
Berikan pujian atas peningkatan berat badan dan tingkah laku yang mendukung peningkatan berat badan
22
Berikan konsekuensi penurunan berat badan, tingkah laku penurunan berat badan, atau kekurangan peningkatan berat badan
23
Berikan dukungan ( misalnya: therapy relaksasi, latihan desensitization, dan kesempatan berbicara tentang perasaan) seperti integritas pasien terhadap perilaku makan yang baru, perubahan gambaran tubuh, perubahan gaya hidup)
24
Dorong pasien untuk menggunakan buku harian untuk mencatat perasaan, keadaan disekitarnya yang mendesak, pemakaian obat pencahar /purge, muntah, dan kelebihan latihan
25
Batasi aktivitas latihan, jika dibutuhkan, untuk meningkatkan berat badan
26
Kembangkan program pengawasan latihan, jika sesuai
27
Berikan kesempatan untuk membatasi pilihan tentang makanan dan latihan, seperti kemajuan peningkatan berat badan sesuai cara yang diinginkan
28
Bantu pasien (dan orang yang berarti bagi pasien, jika sesuai) untuk menguji dan memutuskan masalah personal yang menyebakan masalah makan
29
Bantu pasien untuk mengembangkan harga diri yang cocok dengan berat badan yang sehat
30
Rundingkan dengan tim pemberi perawatan kesehatan secara rutin berdasarkan kemajuan pasien
31
Mulai fase pemeliharaan ketika pasien sudah menerima target berat badan dan telah konsisten
32
Tunjukkan perilaku makan yang diinginkan sesuai waktu yang ditunjukkan
33
Monitor berat badan pasien secara rutin
34
Tentukan jarak variasi berat badan hubungannya dengan jarak target
35
Berikan pertanggungjawaban sepenuhnya untuk memilih makan dan aktivitas fisik dengan pasien
36
Berikan dukungan dan bimbingan, jika dibutuhkan
37
Bantu pasien untuk mengevaluasi kesesuaian.konsekuensi pilihan tentang makan dan aktivitas latihan
38
Buat protokol ulang peningkatan berat badan, jika pasien tidak dapat menetapkan jarak target berat badan
39
Buat program perawatan dan perawatan lanjutan (medis dan konseling) untuk pengaturan di rumah


3. Manajemen Cairan
Definisi:. Peningkatan keseimbangan cairan dan pencegahan komplikasi karena kadar cairan yang abnormal
No
Aktivitas
1
Monitor  kecenderungan BB harian
2
Hitung BB popok/diapers
3
Pertahankan pencatatan intake dan output secara akurat
4
Masukkan kateter urin jika diperlukan
5
Monitor status hidrasi (missal kelembaban membrane muklosa, denyut nadi yang adekuat, tekanann darah orthostatic)
6
Monitor hasil lab yang relevan dengan retensi cairan (missal: peningkatan berat jenis, peningkatan BUN, penurunan hematokrit, dan peningkatan osmolalitas urin)
7
Monitor status hemodinamik, meliputi: tingkat CVP, MAP, dan PCWP, jika ada
8
Monitor tanda-tanda vital
9
Monitor adanya indikasi retensi ciaran (missal: krakles, peningkatan CVP atau tekanan kapiler pulmonary, edema, distensi vena leher, dan asciets)
10
Monitor perubahan BB pasien sebelum dan sesudah melakukan dialysis
11
Kaji lokasi dan luas dari edema, jika ada.
12
Monitor konsumsi cairan/makanan dan hitung intake kalori
13
Berikan terapi IV dalam temperature ruangan
14
Tingkatkan intake oral (missal: memberikan sedotan minuman, memberikan minuman diantara waktu makan, dan merubah air es secara rutin)
15
Tunjukan kepada pasien on nothing by mouth (NPO) status, as appropriate
16
Berikan pengganti cairan pengganti lewat NGT berdasarkan jumlah yang keluar
17
Lakukan pembagian intake cairan dalam 24 jam
18
Anjurkan kepada orang ‘dekat’ pasien untuk membantu dalam memberikan makanan kepada pasien
19
Berikan makanan ringan (missal: sering minum dan buah segar/jus buah)
20
Batasi intake cairan pada kondisi delusional hiponatremia dengan Na serum  dibawah 130 mEq/L
21
Monitor respon pasien terhadap terapi elektrolit
22
Konsulkan dengan dokter jika tanda dan gejala ketidakseimbangan cairan dan elektrolit meningkat atau memburuk
23
Menata keberadaan produk darah untuk tranfusi
24
Siapkan pemberian produk darah (missal: cek darah untuk mengidenifikasi pasien dan menyiapkan pemasangan infuse)
25
Berikan produk darah (missal: platelet, dan fresh frozen plasma)


4.  Monitoring Cairan
Definisi:. Peningkatan keseimbangan cairan dan pencegahan komplikasi karena kadar cairan yang abnormal
No
Aktivitas
1
Tentukan riwayat jumlah dan tipe cairan dan kebiasaan eliminasi
2
Tentukan kemungkinan faktor resiko ketidakseimbangan cairan (missal: hiperthermi, terapi diuresik, pathologos ginjal, gagal jantung, diaphoresis, disfungsi liver, latihan berat, terpapar panas, infeksi, ko0ndisi post operatif, polyuri, muntah, dan diare)
3
Monitor BB
4
Monitor intake dan out put
5
Monitor nilai elektrolit serum dan urin
6
Monitor serum albumin dan kadar protein total
7
Moitor tingkat oasmolalitas serum dan urin
8
Monitor TD, denyut jantung, dan status respiratory
9
Monitor TD orthostatic dan perubahan irama jantung
10
Monitor parameter hempdinamik invasive
11
Jaga keakuratan pencatatan intake dan out put.
12
Monitor membrane mukosa, turgor kulit, dan raasa haus
13
Monitor warna, kuantitas, dan BJ urin
14
Monitor distensi vena leher, krakles pada paru-paru, edema perifer, dan peningkatan BB
15
Monitor tempat masuknya alat pada vena
16
Monitor tanda dan gejala ascietes
17
Catata keberadaan atau ketiadaan vertigo saat mendaki.
18
Berikan cairan sesuai kebutuhan
19
Batasi dan alokasikan intake cairan
20
Petahankan kecepatan aliran cairan IV
21
Berikan agen farmakologik unbtuk meningkatkan [pengeluaran urin
22
Lakukan dialysis, secara tepat

 




5. Konseling laktasi
Definisi. Penggunaan bantuan secara interaktiv untuk membantu memelihara proses menyusui yang baik
No
Aktivitas
1
Tentukan pemahaman tentang menyesui
2
Didik orang tua untuk membuat keputusan tentang menyusui bayi
3
Verikan informasi tentang keuntungunan dan kerugian menyusui
4
Benarkam miskonsepsi, informasi yang salah dan ketidak akuratan tentang menyusui
5
Tentukan keinginan dan motivasi untuk menyusui
6
Berikan dukungan pada keputusan ibu
7
Berikan orang tua rekomendasi materi penyuluhan, jika dibutuhkan
8
Informasikan orang tua tentang kelas atau group yang sesuai untuk menyusui (misalnya: perkumpulan la leche)
9
Evaluasi pengertian ibu tentang isyarat bayi lapar (misalnya: rooting, sucking, alertness)
10
Tentukan frekuensi menyusui hubungannya dengan kebutuhan bayi
11
Monitor ketrampilan maternal tentang memasangkan  bayi pada puting susu
12
Evaluasi reflek hisap atau pola menelan bayi
13
Demonstrasikan cara melatih menghisapkan, jika sesuai
14
Instruksikan teknik relaksasi, termasuk masase payudara
15
Dorong cara meningkatkan istirahat, termasuk delegasi tugas dan cara meminta bantuan
16
Instruksikan menyimpan catatan lamanya dan frekuensi perawatan
17
Instruksikan tentang tempat duduk bayi dan pola buang air kecil, jika sesuai
18
Evaluasi keadekuatan kekosongan payudara dengan menyusui
19
Evaluasi kualitas dan penggunaan peralatan untuk menyusui
20
Tentukan penggunaan pompa payudara yang sesuai
21
Kembangkan informasi tentang masalah persediaan yang kurang selama beberapa waktu
22
Monitor integritas kulit puting susu
23
Anjurkan perawatan puting susu, jika dibutuhkan
24
Monitor kemampuan melepaskan bendungan pada payudara yang benar
25
Evaluasi pengertian penigisian pembuluh dan mastitis
26
Instruksikan melaporkan kepada praktisi perawatan kesehatan bila mengalami adanya tanda-tanda suatu gejala
27
Instruksikan bagaimana untuk relaksasi, jika sesuai
28
Dorong untuk melanjutkan laktasi sekembalinya dari sekolah atau kerja
29
Diskusikan tanda kesiapan untuk menyapih
30
Diskusikan pilihan untuk menyapih
31
Diskusikan metode alternatif dalam menyusui
32
Instruksikan tentang kontrasepsi


6. Manajemen nutrisi
Definisi. Membantu atau menyediakan asupan gizi makanan dan minuman seimbang
No
Aktivitas
1
Tanyakan apakah pasien mempunyai riwayat alergi makanan
2
Tanyakan tentang pilihan makanan yang sesuai
3
Kerjasama dengan ahli gizi, jika perlu, untuk menentukan jumlah kalori dan tipe makanan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
4
Dorong asupan kalori sesuai dengan tipe dan gaya hidup yang tepat
5
Dorong peningkatan asupan zat besi, jika perlu
6
Dorong peningkatan asupan protein, zat besi, dan vitamin C, jika perlu
7
Tawarkan makanan ringan (sebagai contoh, sering minum dan jus buah segar), jika perlu
8
Beri makanan ringan, sup kental, dan makanan lunak, jika perlu
9
Sediakan pengganti gula, jika perlu
10
Pastikan bahwa makanan mengandungan serat tinggi untuk mencegah sembelit
11
Tawarkan sayuran dan rempah-rempah sebagai pengganti garam
12
Sediakan makanan dan minuman protein dan kalori tinggi yang bisa dikonsumsi dengan cepat, jika perlu
13
Sediakan pilihan makanan
14
Sesuaikan makanan dengan gaya hidup pasien, jika perlu
15
Ajari pasien cara menyimpan catatan harian tentang makanan, jika perlu
16
Monitor kandungan nutrisi dan kalori asupan
17
Timbang pasien pada interval waktu tertentu
18
Dorong pasien untuk mengenakan gigi pasang dengan tepat dan/atau lakukan perawatan gigi
19
Sediakan informasi yang tepat tentang kebutuhan makanan dan bagaimana memenuhi kebutuhan itu
20
Dorong penyiapan makanan yang aman dan menggunakan teknik preservasi yang tepat
21
Tentukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
22
Bantu pasien menerima bantuan dari program penyuluhan gizi masyarakat yang sesuai, jika perlu


7. Therapi nutrisi
Definisi. Penggunakan makanan dan cairan untuk mendukung proses metabolisme pasien yang kurang mendapatkan makanan atau berresiko tinggi kurang mendapatkan makanan
No
Aktivitas
1
Monitor asupan makanan/cairan dan perhitungkan asupan kalori harian, jika perlu
2
Monitor kesesuaian aturan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, jika perlu
3
Tentukan bersama ahli gizi, jika perlu, jumlah kalori dan tipe gizi yang diperlukan
4
Tentukan pilihan makanan dengan mempertimbangkan faktor budaya dan agama
5
Tentukan kebutuhan pemberian makanan melalui selang nasogastrik
6
Pilihlah gandum, minuman shake “kocok”, dan es krim untuk nutrisi tambahan
7
Dorong pasien untuk memilih makanan agak lunak, jika saliva berkurang yang menghambat menelan
8
Dorong asupan makanan kalsium tinggi, jika sesuai
9
Dorong asupan makanan dan cairan potasium tinggi, jika sesuai
10
Pastikan makanan mengandung serat tinggi untuk mencegah sembelit
11
Sediakan makanan ringan dan minuman dengan kandungan  protein tinggi dan kalori tinggi yang bisa dikonsumsi dengan cepat, jika sesuai
12
Bantu pasien memilih makanan lunak tak berasam, jika sesuai
13
Gunakan alat bantu memberikan makan menggunakan selang, jika sesuai
14
Hentikan pengunaan selang pemberian makan, jika sudah bisa asupan makanan melalui mulut
15
Gunakan cairan hiperalimentasi, jika perlu
16
Pastikan ketersediaan makanan terapeutis secara progresif
17
Sediakan makanan yang diperlukan sesuai dengan yang diresepkan
18
Dorong membawa makanan yang dimasak di rumah ke rumah sakit, jika sesuai
19
Sarankan pengurangan uji coba makanan yang mengandung laktosa, jika sesuai
20
Tawarkan sayur dan rempah-rempah sebagai pengganti garam
21
Aturlah lingkungan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan rileks
22
Sajikan makanan dengan bentuk yang menarik dan menyenangkan, dengan memperhatikan warna, tekstrur, dan jenis
23
Lakukan perawatan gigi sebelum makan, jika perlu
24
Bantu pasien untuk duduk sebelum dan selama makan
25
Ajari pasien dan keluarga tentang makanan yang diresepkan
26
Rujuklah pada penyuluhan dan perencanaan makanan, jika perlu
27
Beri pasien dan keluarga contoh-contoh tertulis makanan yang diresepkan
8.  Konseling nutrisi
Definisi. Penggunaan sebuah bantuan secara interaktive dalam proses memfokuskan pemenuhan kebutuhan untuk modifikasi diet
No
Aktivitas
1
Gunakan hubungan terapetik dengan jujur dan rasa hormat
2
Gunakan hubungan konseling yang mendalam
3
Tentukan asupan makanan pasien dan perilaku makannya
4
Identifikasi perubahan tingkah laku makan
5
Buat tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang realistik untuk perubahan status nutrisi
6
Gunakan standar nutrisi untuk mengevaluasi keadekuatan asupan diet
7
Sediakan infromasi, tentang cara memodifikasi diet : penurunan berat badan, kenaikan berat badan, pembatasan sodium, pengurangan kolesterol, pembatasan cairan dan yang lainnya
8
Pasang materi-materi  makanan yang menarik di ruangan pasien ( misalnya: piramida makanan)
9
Bantu pasien untuk mempertimbangkan faktor-faktor: usia, tingkat pertumbuhan dan perkembangan, pengalaman makan yang lalu, riwayat sakit, budaya dan keuangan, dalam membuat perencanaan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
10
Diskusikan dengan pasien pemahamannya tentang empat kelompok makanan pokok dan persepsi terhadap modifikasi kebutuhan diet
11
Diskusikan dengan pasien makanan yang disukai dan tidak disukai
12
Bantu pasien untuk mencatat apa yang biasanya dimakan dalam 24 jam
13
Kaji ulang pengukuran asupan dan pengeluaran cairan, nilai hemoglobin, tekanan darah, peningkatan dan penurunan berat badan, jika sesuai
14
Diskusikan perilaku membeli makanan dan hubungannya dengan anggaran
15
Diskusikan arti makanan bagi pasien
16
Tentukan sikap dan pemahaman orang yang berarti tentang makanan dan perubahan kebutuhan nutrisi
17
Evaluasi kemajuan modifikasi diet pada interval yang teratur
18
Bantu pasien merasakan perasaan dan berkonsentrasi tentang  pencapaian tujuan
19
Hargai usaha untuk mencapai tujuan
20
Rujuk atau konsultasikan dengan anggota tim kesehatan yang lain, jika sesuai


9. Monitoring nutrisi
Definisi. Pengumpulan dan analisis data pasien untuk mencegah atau meminimalkan kekurangan nutrisi
No
Aktivitas
1
Timbang berat badan pasien pada interval waktu tertentu
2
Monitor adanya kecenderungan penurunan dan peningkatan berat badan
3
Monitor tipe dan jumlah olahraga
4
Monitor respon emosional pasien ketika didekatkan dengan makanan
5
Monitor interaksi orang tua/anak selama pemberian makanan, jika diperlukan
6
Monitor lingkungan tempat makan
7
Jadualkan prosedur pengobatan selain saat waktu makan
8
Monitor adanya kulit kering dan flek dengan depigmentasi
9
Monitor turgor kulit, jika diperlukan
10
Monitor gusi untuk mengetahui adanya pembengkakan, pembentukan karang gigi, penarikan ke belakang, dan peningkatan perdarahan
11
Monitor adanya mual dan muntah
12
Monitor ukuran lipatan kulit, trisep, lingkar otot lengan tengah, dan lingkar lengan tengah
13
Monitor kadar albumin, total protein, hemoglobin, dan hematokrit
14
Monitor junlah lymphocyte dan electrolyte
15
Monitor makanan yang lebih disukai dan pilihan makanan
16
Monitor pertumbuhan dan perkembangan
17
Monitorl tingkat energi, rasa tidak enak badan, kelelahan, dan kelemahan
18
Monitor jaringan penghubung yang pucat, kemerahan, dan kering
19
Monitor asupan kalori dan gizi
20
Monitor “spoon-shaped” kuku yang berbentuk sendok, buram, dan “ridged-nails” kuku yang menonjol
21
Monitor kemerahan pada mulut dan gigi, membengkak, dan pecah-pecah
22
Catat luka, edema, dan hyperemic dan hypertrophic papillae lidah dan lubang mulut
23
Catat apakah lidah berwarna merah tua, magenta, atau kasar
24
Catat perubahan yang signifikan pada status gizi dan lakukan pengobatan, jika sesuai
25
Konsultasi dengan ahli diet, jika diperlukan
26
Tentukan apakah pasien memerlukan diet khusus
27
Sediakan kondisi lingkungan yang optimal saat makan
28
Sediakan makanan dan cairan bergizi, jika sesuai


10. Therapi menelan
Definisi. Usaha untuk memungkinkan menelan dan mencegah komplikasi gangguan menelan
No
Aktivitas
1
Kerjasama dengan anggota tim perawatan (yaitu para terapis okupasi, speech patologis, dan ahli diet) untuk melanjutkan rencana rehabilitasi pasien
2
Singkirkan hal-hal yang merusak lingkungan sebelum ke pasien yang mengalami gangguan menelan
3
Sediakan privasi untuk pasien, jika diperlukan
4
Posisikan diri sedemikian rupa sehingga pasien bisa melihat dan mendengar anda berbicara
5
Jelaskan rasional regimen menelan kepada pasien/keluarga
6
Kerjasama dengan terapis wicara untuk mengajari keluarga pasien tentang aturan latihan menelan
7
Sediakan/gunakan alat bantu, jika perlukan
8
Hindari penggunaan sedotan minum
9
Bantu pasien untuk duduk  tegak saat makan/latihan
10
Bimbing pasien di dalam mengucapkan “ah” beberapa kali untuk mengembangkan pengangkatan palatum, jika diperlukan
11
Sediakan “lollipop” untuk pasien hisap untuk meningkatkan kekuatan lidah, jika diperlukan
12
Bantu pasien hemiplegis untuk duduk dengan lengan yang lemah ke arah meja
13
Bantu pasien untuk memposisikan kepala menekuk ke depan bersiap-siap menelan (“chin tuck”)
14
Ajari pasien membuka dan menutup mulut bersiap-siap memasukkan makanan
15
Bantu pasien untuk menempatkan makanan pada bagian belakang mulut dan pada sisi yang tidak sakit/lemah
16
Monitor tanda dan gejala aspirasi
17
Monitor gerakan lidah pasien saat makan
18
Monitor penutupan bibir selama makan, minum, dan menelan
19
Periksalah mulut untuk mengetahui adanya makanan yang disimpan dirongga mulut setelah makan
20
Ajari pasien untuk meraih/mengambil sisa makanan di bibir atau dagu dengan lidah
21
Bantu pasien untuk menghilangkan sisa makanan di bibir dan dagu, jika tidak mampu menjulurkan lidah
22
Ajari keluarga/pemberi perawatan bagaimana memberi makan dan memonitor pasien
23
Ajari pasien/pemberi perawatan tentang persyaratan pengaturan nutrisi berkolaborasi dengan ahli makanan
24
Ajari pasien/pemberi perawatan tentang tindakan darurat saat terjadi pencekikan
25
Ajari pasien/pemberi perawatan cara memeriksa makanan yang masih tersimpan di dalam rongga mulut setelah makan
26
Sediakan/monitor konsistensi makanan/cairan, berdasarkan pada temuan penelitian tentang menelan
27
Konsultasi dengan terapis dan/atau dokter untuk meningkatkan konsistensi makanan pasien secara bertahap
28
Bantu pasien untuk mempertahankan asupan kalori dan cairan yang memadai
29
Monitor berat badan
30
Monitor hidrasi tubuh (misalnya: asupan, output, turgor kulit, dan membran mukosa)
31
Sediakan perawatan mulut, jika diperlukan


11. Pengawasan Tanda-tanda Vital
Definisi:. Pengumpulan dan analisis data mengenai kardiovaskular, pernafasan, dan suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah terjadinya komplikasi
No
Aktivitas
1
Monitor tekanan darah, nadi, suhu, dan pernafasan, dengan tepat
2
Catat kecenderungan dan besarnya fluktuasi dari tekanan darah
3
Monitor tekanan darah ketika pasien dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, dengan tepat
4
Auskultasi tekanan darah diantara kedua lengan kemudian bandingkan
5
Monitor tekanan darah, nadi, pernafasan, sebelum, selama dan sesudah aktivitas
6
Initiate (mulai) dan maintain (pertahankan) continous temperature monitoring device
7
Manitor dan laporkan tanda dan gejala hipothermi dan hiperthermi
8
Monitor keberadaan dan kualitas denyut nadi
9
Lakukan pengukuran denyut nadi pada daerah apical dan radial secara simultan kemudian catat perbedaannya.
10
Monitor adanya nadi paradoksus
11
Monitor adanya nadi alternant (perubahan)
12
Monitor adanya perluasan atau penyempitan tekanan nadi
13
Monitor irama dan kecepatan denyut jantung
14
Monitor suara jantung
15
Monitor kecepatan dan irama pernafasan (misal: kecepatan dan kesimetrisan)
16
Monitor suara paru-paru
17
Monitor nadi oximetry
18
Monitor adanya keabnormalan pola pernafasan (misal: Cheyne-Stokes, Kusmaul, Biot, Apneutik, dan nafas panjang berlebih)
19
Monitor warna, suhu, dan kelembaban  kulit
20
Monitor adanya sianosis sentral maupun perifer.
22
Monitor adanya bentuk Clubbing pada bantalan kuku
23
Monitor adanya Clubbing Triad (misal, pelebaran tekanan darah, bradikardi, dan peningkatan sistolik tekanan darah)
24
Identifikasi kemungkinan penyebab perubahan tanda-tanda vital
25
Cek secara periodik akurasi peralatan yang digunakan untuk mengumpulkan data pasien


12. Membantu meningkatkan berat badan (Weight Gain Assistance)
Definisi. Memungkinkan penambahan berat bada
No
Aktivitas
1
Rujuk pada diagnosis untuk menentukan sebab kurang berat badan, jika perlu
2
Timbanglah pasien pada iterval waktu yang telah ditunjukkan, jika perlu
3
Bicarakan kemungkinan penyebab penurunan berat badan
4
Monitor adanya mual dan muntah
5
Tentukan sebab mual/muntah dan obat yang tepat
6
Gunakan obat untuk megurangi mual dan rasa sakit sebelum makan, jika perlu
7
Monitor konsumsu kalori harian
8
Monitor tingkat albumin serum, limfosit, dan elektrolit
9
Dorong peningkatan asupan kalori
10
Ajari cara meningkatkan asupan kalori
11
Sediakan berbagai pilihan makanan bergizi dan berkalori tinggi
12
Pertimbangkan makanan yang lebih dipilih pasien, yang mungkin dipengaruhi oleh budaya dan agama
13
Lakukan perawatan mulut sebelum makan, jika diperlukan
14
Anjurkan istirahat, jika diperlukan
15
Pastikan pasien dalam posisi duduk sebelum dan saat makan
16
Sediakan makanan yang sesuai untuk pasien
17
Sediakan makanan dalam bentuk yang  menarik
18
Diskusikan dengan pasien dan keluarga faktor sosial ekonomi yang menyebabkan gizi buruk
19
Diskusikan dengan pasien dan keluarga hal-hal yang bisa menyebabkan keinginan untuk makan
20
Rujuk dengan lingkungan masyarakat yang bisa membantu memberikan makanan, jika diperlukan
21
Ajari pasien dan keluarga membuat perencanaan makanan, jika diperlukan
22
Ajari pasien dan keluarga cara membeli makanan yang murah dan bergizi, jika diperlukan
23
Berikan pujian atas kenaikan berat badannya
24
Buatlah diagam kenaikan berat badan dan pasang pada tempat yang strategis
25
Dorong pasien untuk untuk datang pada kelompok-kelompok pendukung


13. Manajemen berat badan
Definisi. Memfasilitasi pemeliharaan berat badan yang optimal dan persentasi kegemukan
No
Aktivitas
1
Diskusikan dengan pasien hubungan antara asupan makanan, olah raga dengan kenaikan dan penurunan berat badan
2
Diskusikan dengan pasien kondisi medis yang mempengarhi berat badan
3
Diskusikan dengan pasien faktor perilaku, adat, budaya dan keturunan yang mempengaruhi berat badan
4
Diskusikan risiko antara kelebihan dan kekurangan berat badan
5
Tentukan berat badan ideal pasien
6
Tentukan dengan pasien metode mencatat asupan makanan setiap hari
7
Dorong pasien untuk menulis tujuan yang realistik  setiap minggu untuk asupan makanan dan olah raga, dan pasien bisa melakukannya setiap hari
8
Dorong pasien untuk membuat grafik berat badan setiap minggu, jika sesuai
9
Informasikan pasien adanya dukungan yang bisa membantunya
10
Bantu pasien untuk membuat perencanaan makanan yang seimbang dan konsisten dengan tingkat penggunaan energinya.

Tidak ada komentar: