Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

SELEKSI DESAIN PENELITIAN KEPERAWATAN



Pemilihan dan penetapan rancangan yang dipakai untuk penelitian perlu dilakukan setelah perumusan hipotesis penelitian. Hal ini penting karena rancangan penelitian pada dasarnya merupakan strategi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk keperluan pengujian hipotesis atau untuk menjawab pertanyaan penelitian dan sebagai alat untuk mengontrol atau mengendalikan pelbagai variable yang berpengaruh dalam penelitian. Dengan demikian desain penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian.
Unsur-unsur yang terpenting dalam menentukan desain penelitian mencakup ada atau tidaknya pengobatan, jumlah sample dalam populasi, jumlah dan waktu pengukuran, metode sampling, instrumen untuk pengumpulan data, dan kontrol variable perancu atau tersembunyi. Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini penting dalam menyusun suatu desain penelitian:

1.      Apakah akan ada suatu intervensi keperawatan yang perlu dilaksanakan kepada responden?
2.      Perbandingan tipe apakah yang akan diprgunakan?
3.      prosedur apakah yang akan dipergunakan untuk mengontrol variable?
4.      Kapan dan berapa kali data akan dikumpulkan dari responden?
5.      Dalam situasi bagaimanakah riset akan dilaksanakan, di klinik, di rumah atau di tempat yang lainnya?
6.      Berapakah jumlah responden untuk setiap kelompok?
7.      Apakah setiap kelompok akan diseleksi secara random?
8.      Apakah data dikumpulkan secara cross-seksional dan cross-time?




Memilih Tipe Desain Riset
            Riset desain adalah keseluruhan dari perencanaan untuk untuk menjawab riset question dan untuk mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses riset. Desain biasanya khusus pada beberapa tipe dari pendekatan riset yang akan dipergunakan bagaimana perensenaan bisa diimplementasikan untuk mengontrol scientific dalam meningkatkan interpretasi hasil riset

Klasifikasi Jenis Penelitian
            Klasifikasi penelitian secara garis besar dibedakan menjadi 4, yaitu
1.      Deskriptif
2.      korelasional
3.      Quasi-Experimental
4.      Experimental
Penjelasan di bawah ini akan menguraikan mengenai empat desain yang sering digunakan dalam penelitian keperawatan.

Ad.1 Rancangan Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendiskripsikan ( memaparkan ) pristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini. Deskripsi peristiwa dilakukan secara sistemik dan lebih menekankan pada data faktual daripada penyimpulan. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa adanya manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi, oleh karena itu penelitian jenis ini tidak perlu adanya hipotesis. Hasil penelitian deskriptif sering digunakan, atau dilanjutkan dengan melakukan penelitian analitik.
Hubungan antar variabel diidentifikasi untuk menggambarkan secara keseluruhan suatu peristiwa yang sedang diteliti, tetapi pengujian mengenai tipe dan tingkat hubungan bukan merupakan tujuan utama dari suatu penelitian deskriptif. Untuk menghindari bias dalam suatu penulisan dilakukan dengan :


1.      Menghubungkan antara konsep dan operasional definisi variabel
2.      Seleksi sampel dan besarnya sampel
3.      instrumen yang valid dan reliable
4.      Prosedur pengambilanm data dengan adanya suatu kontrol lingkungan.

 Desain Penelitian Deskriptif Typical
            Desain ini digunakan untuk menguji satu karakteristik dari sampel. Desain penelitian meliputi identifikasi suatu peristiwa, variabel, mengembangkan teori dan operasionaldefinisi dari variabel. Deskripsi variabel akan memungkinkan untuk dapat menginterpretasikan makna suatu teori yang ditemukan dan populasiyang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.

Desain Descriptif Comparatif
            Desain ini digunakan untuk menguji dan menjelaskan perbedaan variabel pada dua atau lebih group yang terjadi secara alami pada suatu tempat. Analisa statistic deskriptif atau statistic inferential bisa digunakan untuk menguji perbedaan antara atau diantara group. Hasil dari  analisa ini seringkali tidak digeneralisasikan pada suatu populasi

Desain dimensi waktu
            Desain ini dikembangkan pada disiplin epidemiologi, yang mempelajari terjadinya penyakit dan distribusinya diantara populasi. Desain menguji rangkaian dan pola perubahan, pertumbuhan dan trend sepanjang waktu. Dimensi waktu kemudian menjadi sebuah faktor penting. Dalam bidang epidemiologi percobaan pada studi dimensi waktu dinamakan dengan kohort. Hasil dari desain menuntun pada perkembangan hipotesa dan sering menjadi awal dari desain experimental.
            Desain ini terbagi lagi dalam beberapa metode yaitu :
a.       Desain longitudinal
Desain-desain ini menguji pada subjek yang sama pada perioe waktu tertentu Pola ini kadang-kadang disebut sebagai pola panel. Pola longitudinal ini membutuhkan banyak biaya dan menuntut  peneliti serta subjek yang komitmen selama periode waktu tersebut sehingga sering terjadi bias. Area studi, variabel-variabel pengukurannya harus di identifikasi dengan jelas sebelum pengumpulan data dimulai. Pengukuran harus direncanakan dan diimplementasikan secara hati-hati setiap mengulang pengukuran pada periode waktu tersebut.
b.      Rancangan Penelitian Cross Sectional
Rancangan cross sectional merupakan rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan (sekali waktu) pada suatu kelompok-kelompok subjek yang menjalani suatu proses kejadian berdasarkan tahap dari proses tersebut.
c. Trend Desain
Desain ini menguji perubahan pada populasi umum dalam hubungan fenomena khusus. Sampel subjek yang berbeda dipilih dari populasi yang sama pada preset interval waktu dan pada setiap seleksi waktu. Peneliti dituntut untuk mampu menyimpulkan sampel populasi selama studi. Analisa akan menemukan strategi untuk memprediksi trend selanjutnya dari pengujian yang lalu.
c.       Desain Event-partitioning
Adalah penggabungan dari desain longitudinal, desain trend dan desain cross-sectional, yang digunakan pada beberapa kasus untuk meningkatkan ukuran sampel dan pada desain ini dilibatkan pokok peristiwa yang mempengaruhi setiap sampel yang diukur pada tiap waktu tertentu.

Desain Case Study
            Merupakan rancangan penelitian yang mencakup pemgkajian satu unit penelitian secara intensif, misalnya satu pasien, keluarga, kelompok, komunitas, atau instuisi. Meskipun jumlah dari subjek cenderung sedikit, jumlah variabelyang diteliti sangat luas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui semua variabelyang berhubungan dengan masalah penelitian. Desain dari studi kasus tergantung dari keadaan kasus tetapi tetap mempertimbangkan waktu. Riwayat dan pola perilaku sebelumnya biasanya dikaji secara rinci. Keuntungan yang paling besar desain ini adalah pengkajian secara rinci meskipun jumlah dari responden sedikit, sehingga akan didapatkan gambaran terhadap satu unit subjek secara jelas misalnya, studi kasus tentang asuhan keperawatan pasien dengan Infarct Myocard Acut pada hari pertama serangan di RS. Peneliti akan mengkaji variabel yang sangat luas dari kasus diatas mulai dari menemukan masalah bio-psiko-sosio-spiritual.

Rancangan Penelitian Survey
Survey adalah suatu desain yang digunakan untuk menyediakan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu populasi. Pada survey, tidak ada intervensi. Survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang, pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai. Ada tiga metode yang sering digunakan dalam mengumpulkan data survey
1.      Interview melalui telepon
2.      Interview langsung- tatap muka
3.      Tanya jawab dengan penyebaran questioner melalui surat.
Keuntungan dari survey ini adalah dapat menjaring responden secara luas dan dapat dipergunakan untuk tujuan lainnya. Akan tetapi informasi yang ada di survey sering cenderung superficial. Oleh karena itu penelitian survey lebih baik dilaksanakan analisa secara bertahap

Ad.2 Rancangan Penelitian Korelasional
            Penelitian korelasional mengkaji hubungan antara variabel. Peneliti dapat mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkirakan, menguji berdasarkan teori yang ada. Sampel perlu mewakili seluruh rentang nilai yang ada. Penelitian korelasional bertujuan mengumgkapkan hubungan korelatif antar variabel. Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti oleh variasi variabel yang lain. Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan paling tidak dua variabel. Contoh penelitian deskriptif korelasional dalam keperawatan dari Lindrgen’s (1990) yang meneliti tentang hubungan antara “Burnout” dan dukungan sosial pada keluarga yang dirawat.
            Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki hubungan antara dukungan sosial yang diterima oleh keluarga “caregivers” dan “burnout” yang dialaminya. Tujuan tersebut mencakup penentuan hubungan antar faktor “caregivers” situasi, meliputi: umur, lama merawat, isolasi, dan derajat “burnout”. Burnout diukur dengan MBI: Modified Maslach Burnout Inventory (Maslach & jackson, 1981)...Sosial support diukur dengan Pertanyaan Norbeck Social Support (pp.473-475dikutip dari Burn&Grove. 1991)

Desain korelasional Deskriptif

Penelitian korelasional biasanya dilakukan bila variabel-variabel yang diteliti dapat diukur secara serentak dari suatu kelompok subjek. Hubungan antar variabel ditujukan dengan koefisien korelasi yang bergarak dari –1 sampai dengan +1. korelasi –1 berarti korelasi negatif sempurna, sedangkan korelasi+1 berarti positif sempurna. Variabel dikatakan adanya korelasi positip  apabila korelasi variasi suatu variabel diikuti sejajar oleh variabel yang lain. Pada contoh kasus diatas, makin tua usia :caregivers” maka makin tinggi resiko :burnout”. Bila variasi suatu variabel diikuti terbalik oleh variasi variabel lainnya, maka kedua variabel tersebut berkorelasi negatif.

Desain Korelasional Predictive
            Model prediktif dikembangkan untuk meramalkan nilai suatu variabel berdasarkan pada nilai yang dihasilkan dari variabel lain. Prediktif merupakan suatu pendekatan untuk pengujian suatu hubungan kausal antar variabel sejak fenomena kausal mulai diuji ketentuan-ketentuan dependent dan independent digunakan untuk menggambarkan variabel, satu variabel diklasifikasikan sebagai variabel dependent dan yang lain sebagai variabel independent.
            Tujuan dari desain ini adalah untuk meramalkan tingkat variabel dependent dari variabel indepandent. Variabel independent lebih efektif jika berhubungan dengan variabel dependent daripada berhubungan dengan variabel independent lainnya yang digunakan dalam studi tersebut.






Desain Model-Testing
            Beberapa studi didesain khusus untuk menguji keakuratan model hipotesa sebab akibat. Desain ini menuntut semua variabel relevan terhadap model pengukuran. Semua jalur menggambarkan hubungan antara konsep yang diidentifikasi dengan gambaran konseptual yang dikembangkan.

Ad.3 Rancangan Penelitian “ Quasi-Experimental” Atau Kausal Komparatif
            Tujuan dari penelitian Quasi-Experimental dan Experimental adalah untuk menguji hubungann sebab akibat. Kekuatan dari desain tersebut adalah tergantung pada derajat keaktualan dari perlakuan experimental (variabel bebas) dapat dideteksi dengan pengukuran variabel terikat. Pemahaman akan kebenaran akibat dari perlakuan experimen menuntut tindakan pengontrolan threat validitas penemuan. Threat ini dikontrol melalui seleksi subjek, manipulasi perlakuan dan pengukuran variabel bebas yang reliabel dan valid
            Studi Quasi-Experimental digunakan karena studi erxperimental tidak selalu dapat digunakan pada setiap kondisi, terutama pada ilmu sosial yang melibatkan banyak respon.
Studi Quasi-Experimental digunakan pada pengujian hubungan sebab akibat pada situasi dimana kontrol yang ketat tidak memungkinkan. Desain ini dikembangkan  untuk mengontrol berbagai threat sebisa mungkin pada situasi dimana setidaknya satu dari tiga komponen kesejatian dari desain experimental tidak dapat dipenuhi (random sampling, group kontrol dan manipulasi perlakuan)
            Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kemungkinan adanya hubungan sebab akibat antar variabel tanpa adanya manipulasi suatu variabel. Artinya, variabel-variabel yang akan diuji hubungan kausalnya telah terjadi dalam kondisi yang wajar. Contoh rancangan penelitian ini adalah Kohort, dimana pelaksaannya dengan cara melakukan pengamatan terhadap variabel akibat terlebih dahulu baru kemudian melakukan penelusuran secara prospektif selama periode tertentu terhadap variabel-variabel yang diduga menyebabkannya. Misalnya dalam penelitian keperawatan, pengamatan pada pasien pasca fraktur femur di rumah katakanlah 200 orang. Sebagian dari mereka : 50 orang secara alamiah dilakukan latihan-latihan untuk mencegah kontraktur selama 1 bulan keluar dari RS, sebagian lagi:150 orang, tidak. Kedua kelompok tersebut kemudian diamati secara prospektif sampai waktu tertentu, misalnya sampai waktu 5 bulan, dan ditentukan apakah ada manifestasi kontraktur pada sendi sebelum 5 bulan. Bila dari 50 orang yang dilakukan latihan-latihan dini 20 mengalami kontraktur ( insiden 20/50) dan dari 150 orang yang tidak dilakukan latihan-latihan pergerakan 100 mengalami kontraktur (insiden 100/150). Maka dapat dihitung resiko relatif tidak dilakukan latihan, yakni (20/50 : 100/150 )
            Penelitian Quasi-Experimental bersifat ex-post facto, artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan telah selesai. Oleh karena itu, rancangan sangat tepat dipakai dalam berbagai keadaan bila rancangan yang lebih kuat untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat, yaitu Experimental, tidak dapat dipakai. Kelemahan penelitian ini adalah tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas sihingga hubungan sebab akibat yang ditemukan seringkali membawa penafsiran yang bermacam-macam.
Ad.4 Rancangan Penelitian Experimental
            Penelitian Experimental adalah salah satu rancangan penelitian yang dipergunakan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan adanya keterlibatan penelitian dalam melakukan manipulasi terhadap variabel bebas. Experimental merupakan rancangan penelitian yang memberikan pengujian hipotesis yang paling tertata dan cermat, dimana pada penelitian Kohort atau kasus kontrol hanya sampai pada tingkat dugaan kuat dengan landasan teori atau telaah logis yang dilakukan peneliti. Akan tetapi studi ini pada umumnya mahal dan pelaksanaannya rumit, sehingga penggunaannya terbatas. Dilihat dari kemampuannya dalam melakukan kontrol terhadap variabel-variabel penelitian, berdasarkan kemempuan melakukan kontrol terhadap variabel-variabel, rancangan penelitian experimental dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu
a.      Rancangan Pre-Post Experimental
Ciri dan tipe penelitian ini adalah mengungkapkan hubungan sebsb akibat dengan  cara melibatkan satu kelompok subjek
Misalnya rancangan pre-post test dalam satu kelompok
Subjek                               Pre                               Perlakuan                    Post Test
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
K                                       O                                 X                                 O

Suatu kelompok sebelum dikenakan perlakuan tertentu (X) diberi pretest, kemudian setelah perlakuan dilakukan pengukursn lagi untuk mengetahui akibat dari perlakuan. Pengujian sebab akibat denan cara membandingkan hasil pretest dengan post test. Namun tetap tanpa melakukan perbandingan dengan pengaruh perlakuan yang dikenakan pada kelompok lain. Penelitian ini dipandang masih sangat lemah karena tanpa melibatkan kelompok kontrol, dan temuan penelitian sangat ditentukan oleh karakteristik subjek. Apabila ditemukan atau tidak ditemukan perbedaan antara pretest dan post test, maka tidak dapat dipastikan apakah ada/tidak adanya perbedaan itu memeng disebabkan oleh perlakuan yang diberikan
b.      Rancangan Experimen Semu
Ciri rancangan ini adalah berupaya untuk menungungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok experimental. Tapi pemilihan kedua kelompok ini tidak menggunakan teknik acak. Dalam rancangan ini biasanya menggunakan kelompok subjek yang telah terbentuk dengan wajar (teknik rumpun), sehingga sejak awal bisa saja kedua kelompok subjek telah memiliki karakteristik yang berbeda. Apabila pada post test ternyata kedua kelompok itu berbeda mungkin perbedaannya bukan disebabkan oleh perlakuan tetapi karena sejak awal kelompok awal sudah berbeda
.
Rancangan Penelitian Pre-Post tes dengan Pemilihan

Subjek                         Pre                               Perlakuan                    Post test
K                                 O                                 X                                 O

Dalam rancangan ini, kelompok eksperimenal diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok diawali dengan pretest dan setelah pemberian perlakuan diadakan pengukuran kembali (post test).




c.       Rancangan Experimental Sungguhan
Ciri penelitian ini adalah mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimental yang dipilah dengan menggunakan teknik acak. Oleh karena telah melibatkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimental dengan pilihan acak, maka rancangan ini dapat dikatakan paling cermat dalam mengungkapkan hubungan sebab akibat antar variabel. Ketidaksahihan internal temuan penelitian yang bersumber dari karakteristik awal subjek dapat dinetralkan. Ancaman kesahihan yang tersisa lebih banyak bersumber pada kemampuan peneliti dalam mempertahankan kondisi agar tetap konstan selam aksperimen berjalan
            Ada beberapa jenis rancangan penelitian eksperimental yang dapat dimasukan kedalam kelompok ini
1.      Post test – only control group design
Pada rancangan ini, kelompok eksperiment diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak diawali dengan pretest. Pengukuran hanya dilakukan setelah pemberian perlakuan selesai.

Subjek                               Pre                               Perlakuan                    Post test
R                                       -                                   X                                 O
R                                       -                                   -                                   O
R = Random (acak)










2.      Pretest-Post test Control Group Design
Dalam rancangan ini, kelompok eksperimental diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok diawali dengan pretest, dan setelah pemberian perlakuan selesai diadakan pengukuran kembali (post test). Rancangan penelitian ini mengikuti urutan prosedural yang sama dengan rancangan  eksperimental semu sejenis. Perbadaan terletak pada pemilihan subjek dengan menggunakan teknik acak.
Subjek                               Pre                               Perlakuan                    Pos test
R                                       O                                 X                                 O
R                                       O                                 -                                   O
R = Random (acak)
X = Variabel bebas atau perlakuan
O = Observasi

3. Rancangan Salomon

Subjek                               Pre                               Perlakuan                    Post test
R                                       -                                   X                                 O
R                                       -                                   _                                  O
R                                       O                                 X                                 O
R                                       O                                 -                                   O
R = Random
X = Variabel bebas atau perlakuan
O = Observasi

Rancangan ini pada dasarnya menggabungkan 2 rancangan eksperimental  sebelumnya sehingga terbentuk rancangan yang melibatkan 4 kelompok. Dua kelompok sebagai  kelompok eksperimen dan dua lainnya sebagai kelompok kontrol. Pada kedua kelompok eksperimen diberi perlakuan sedangkan pada kelompok kontrol tidak. Pada satu pasangan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diawali dengan pretest, sedangkan pada pada pasangan yang lain tidak. Setelah pemberian perlakuan selesai diadakan pos test pada keempat kelompok
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang kuat dan cermat terhadap hasil penelitian dibandingkan penelitian lainnya. Dan memungkinkan adanya suatu perbandingan yang kompleks antara goup dan pengkajian efek dari pretest pada nilai post test. Rancangan ini juga mampu menetralkan kelemahan-kelemahan rancangan sebelumnya. Misalnya, untuk rancangan eksperimental sungguhan yang kedua, dengan memasukkan langkah pemberian pretest dapat membuat subjek menjadi peka dalam memberikan jawaban dalam post test.

























Alur Pemilihan Desain Penelitian

Apakah ada intervensi?

Tidak                                                                                 ya

Apakah tujuan utama mencari hubungan?                        Apakah intervensi dikontrol ketat oleh peneliti

Tidak                       ya                                          tidak                            ya

Desain              apakah sampel akan                     Quasi               Apakah scr random
Deskriptip        diteliti sbg individu                      Experimental   digunakan utk kontrol
                          Dlm kelompok?                                                   Kelompok?


 
Tidak                        Ya                                        Tidak               Ya

                              Desain Korelasi                                               Apakah original
                                                                                                      Sampel scr random
                                                                                                      Seleksi


 
                                                                                          Tidak                           Ya

                                                                                                      Studi Experiment

Tidak ada komentar: