Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) APLIKASI NANDA, NOC, NIC



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Berat bayi lahir rendah adalah seluruh bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram, dimana keadaan ini sering terjadi pada kelahiran dalam kalangan masyarakat, terutama masyarakat Indonesia. Dengan banyaknya kelahiran bayi dengan berat badan rendah merupakan salah satu indator rendahnya upaya kesehatan dinegara tersebut (WHO 1961)
Di Amerika Serikat didapatkan prematur murni (70% orang kulit putih dan 17,9% orang kulit hitam) dan BBLR (6 - 16%). Sedangkan di RSUP DR M Djamil Padang tahun 2006, 24% angka kematian perinatal dan 73% disebabkan oleh BBLR.
Banyak faktor – faktor mempengaruhi BBLR seperti komplikasi obsetri, komplikasi medis, faktor ibu, faktor janin dan lain-lain. BBLR yang tidak ditangani akan dapat menimbulkan komplikasi pada bayi seperti aspirasi mikonium, asfeksia neonatorum dan hiperbilirubimenia ini sangat diperlukan peran perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah dan menurunkan komplikasi pada bayi.
Berdasarkan fenomena diatas, maka kelompok merasa tertarik untuk membahas masalah tentang “Asuhan Keperawatan dengan Berat Bayi Lahir Rendah”

B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
Untuk mendapatkan gambaran tentang asuhan keperawatan dengan Berat Bayi Lahir Rendah
2.      Tujuan Khusus
a.       Mampu memahami dan mengidentifikasi masalah pada bayi dengan BBLR
b.      Mampu melakukan pengkajian pada bayi dengan BBLR
c.       Mampu membuat diagnosa keperawatan pada bayi dengan BBLR
d.      Mampu membuat perencanaan sesuai dengan prioritas masalah pada bayi dengan BBLR
e.       Mampu mengaplikasikan tindakan nyata (implementasi) pada bayi dengan BBLR
f.       Mampu menilai dari tindakan yang telah dilakukan

C.    Manfaat Penulisan
Kelompok berharap penulisan makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan dan wawasan perawat tentang bagaimana memberikan asuhan keperawatan pada bayi dengan BBLR.




















BAB II
TINDAKAN TEORITIS


A.    Konsep Dasar
1.      Pengetian
Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram (sampai dengan 2.493 gram (Rusepno, 2002 : 1051)
Ada 2 golongan :
a.       Prematuritas murni
Yaitu bayi lahir dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat badan sesuai dengan masa gestasi atau disebut juga dengan neonatus kurang bulan sesuai dengan masa kehamilan (NKB-SMK)
b.      Bayi small for gestational age (SGA)
Yaitu berat bayi lahir tidak sesuai dengan masa kehamilan.
SGA ada 3 :
1.      Symmetrical (intra uterin for gestational age)
Yaitu terjadi gangguan nutrisi pada awal kehamilan dan dalam jangka waktu yang lama
2.      Asymmetrical (intra uterin gestational age)
Yaitu terjadi defisit nutrisi pada fase akhir kehamilan
3.      Dismaturitas
Yaitu bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa gestasi itu dan si bayi mengalami retardasi pertumbuhan intra uterin dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilan (KMK)




2.      Etiologi
1.      Komplikasi obstetri
-          multiple gestational
-          incompetence
-          prom (premature rupture of membran) dan chorionionitis
-          Pregnancy induce hypertention (PIH)
-          Placenta previa
-          Ada riwayat kelahiran prematur
2.      Komplikasi medis
-          Maternatal diabetes
-          Chronica hypertensive disease
-          Infeksi traktus urinarius
3.      Faktor ibu
-          Penyakit : yang berhubungan dengan kehamilan seperti toksemia gravidarum, perdarahan ante partum, trauma fisik dan psikologis, infeksi akut dan kelainan kardiovaskuler
-          Usia ibu : angka kejadian maturitas tertinggi ialah pada usia ibu dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun,  pada multi gravida yang jarak kelahiran yang terlalu dekat, kejadian terendah ialah pada usia ibu 26-35 tahun
-          Keadaan sosial ekonomi, keadaan ini sangat berperan terhadap timbulnya prematuritas, kejadian yang tertinggi terdapat pada golongan sosial ekonomi yang rendah ; hal ini disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang baik dan pengawasan antenatal yang kurang
-          Kondisi ibu saat hamil : peningkatan berat badan ibu yang tidak adekuat, ibu yang perokok
4.      Faktor janin
Hidramnion / polihidramnion, kehamilan ganda, kelainan janin


3.      Manifestasi Klinis
-          Berat badan kurang dari 2500 gram
-          Panjang badan kurang atau sama dengan 45 cm
-          Lingkaran dada kurang dari 30 cm, lingkaran kepala kurang dari 33 cm
-          Masa gestasi kurang dari 37 minggu
-          Kepala tampak lebih besar dari pada badannya
-          Kulit tipis, transparan, lanugo banyak, lemak subkutan kurang
-          Ossifikasi tengkorak sedikit, ubun-ubun dan sutura lebar
-          Genitalia imatur, labia minora belum tertutup dengan labia mayora
-          Tulang rawat dan daun telinga belum cukup sehingga elastisitas belum sempurna
-          Pergerakan kurang dan lemah, tangis lemah pernafasan belum teratur dan sering terdapat serangan apnoe
-          Bayi lebih banyak tidur daripada bangun, reflek menghisap dan menelan belum sempurna
Atau dapat juga dibagi menjadi 3 stadium
a.       Stadium I
Bayi tampak kurus dan relatif lebih panjang, kulit longgar, kering seperti perkamen tapi belum terdapat noda makonium
b.      Stadium II
Didapatkan tanda-tanda stadium I + warna kehijauan pada kulit, plasenta dan umbilicus. Hal ini disebabkan oleh mekonium yang tercampur dalam amnion kemudian mengendap kedalam kulit, umbilicus dan plasenta sebagai akibat anoksia intra uterin
c.       Stadium III
Ditemukan stadium II + kulit berwarna kuning, demikian pula pada kuku dan tali pusat
4.    Patofisiologi
W O C
Terlampir

5.      Penyakit pada Bayi yang Prematur
a.       Sindroma gangguan pernafasan idiopatik
Disebut juga dengan penyakit membran hialin yang melapisi alveolus paru
b.       Pneumonia aspirasi
Sering ditemukan pada prematur, karena refleks menelan dan batuk belum sempurna. Penyakit ini dapat dicegah dengan perawatan yang baik.
c.       Perdarahan intraventrikuler
Perdarahan spontan pada ventrikel otak lateral biasanya disebabkan oleh anoreksia, otak, biasanya terjadi bersamaan dengan pembentukan membran hialin pada paru
d.      Fibroplasias retinolental
Penyakit ini terutama ditemukan pada bayi prematur dan disebabkan oleh gangguan oksigen yang berlebihan
e.       Hiperbilirubinemia
Oleh karena kematangan hepar sehingga konjugasi bilirubin indirect menjadi bilirubin direct belum sempurna
6.      Komplikasi
Ø  Sindrom aspirasi mikonium ( menyebabkan kesulitan bernafas pada bayi )
Ø  Hipoglikemia simptomatik terutama pada laki-laki
Ø  Penyakit membran hialin, disebabkan karena surfaktan paru belum sempurna / cukup sehingga alveoli kolaps, sesudah bayi mengadakan inspirasi, tidak tertinggal udara residu dalam alveoli sehingga selalu dibutuhkan tenaga negatif yang tinggi untuk pernafasan berikutnya
Ø  Asfiksia neonatorum
Ø  Hiperbilirubinemia
Bayi dismatur, sering mendapat hiperbilirubinemia, hal ini mungkin disebabkan karena gangguan pertumbuhan hati.

7.      Penatalaksanaan
1.      Pastikan bahwa bayi terjaga tetap hangat bungkus bayi dengan kain lunak, kering, selimut dan pakai topi untuk menghindari untuk kehilangan panas
2.      Awasi frekuensi pernafasan terutama dalam 24 jam pertama, guna mengetahui sindroma aspirasi mikonium / sindrom gangguan pernafasan idiopatik
3.      Suhu diawasi jangan sampai kedinginan karena bayi BBLR mudah hipotermik akibat dari luas permukaan tubuh bayi relatif lebih besar dari lemak subkutan
4.      Dorong ibu mulai menyusui dalam 1 jam pertama
5.      Jika bayi haus, beri makanan dini ( early feeding ) hal ini berguna untuk mencegah hipoglikemi
6.      Jika bayi sianosis atau sukar bernafas (frekuensi < 30 atau > 60 x/mnt, tarikan dinding dada kedalam atau merintih) beri oksigen lewat kateter hidung atau nasal prong
7.      Cegah infeksi, oleh karena rentan akibat pemindahan IgG dari ibu ke janin terganggu
8.      Periksa kadar gula darah setiap 8-12 jam












BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN
BERAT BADAN LAHIR RENDAH


1.      Pengkajian
a.       Riwayat kesehatan terdahulu
Ø  Apakah ibu pernah mengalami penyakit kronis
Ø  Apakah ibu pernah mengalami gangguan pada kehamilan sebelumnya seperti : infeksi/perdarahan antepertum, imaturitas dll
Ø  Apakah ibu sering merokok
Ø  Jarak kehamilan atau kelahiran yang terlalu dekat
b.      Riwayat kesehatan sekarang
Bayi dengan berat badan < 2500 gram
c.       Riwayat kesehatan keluarga
Apakah anggota keluarga pernah mengalami penyakit keturunan, seperti kelainan kardiovaskuler
d.      Pengkajian fisik
Sirkulasi :
-          Nadi apikar mungkin cepat dan atau tidak teratur dalam batas normal (120-160 / i)
-          Menurut jantung yang dapat didengar dapat menandakan paten ductus arteriosus (PDA)
-          Murmur jantung yang dapat didengar dapat menandakan patenductus arteriosus (PDA)
Pernafasan :
-          Mungkin dangkal, tidak teratur, pernafasan diafragmatik intermiten atau periodik (40-60x/mnt)


-          Pernafasan cuping hidung, suprastermal atau substermal atau derajat sianosis mungkin ada
-          Adanya bunyi ampelas pada auskultasi, menandakan sindrom distress pernafasan (RDS)
Neorosensori
-          Sutura tengkorak dan fontanel tampak melabar, penonjolan fontanel karena ketidak adakuatan pertumbuhan tulang mungkin terlibat
-          Kepala kecil dengan dahi menonjol, batang hidung cekung, hidung pendek mencuat, bibir atas tipis, dagu maju
-          Tonus otot dapat tampak kencang dengan fleksi ekstremitas bawah dan atas dan keterbatasan gerak
-          Pelebaran tampilan mata
Makanan/cairan
-          Disproporsi berat badan dibandingkan dengan panjang dan lingkar kepala
-          Kulit kering, pecah-pecah dan terkelupas dan tidak adanya jaringan subkutan
-          Penurunan massa otot, khususnya pada pipi, bokong dan paha
-          Ketidak stabilan metabolic dengan hipoglikemia / hipokalsemia
Keamanan
-          Suhu berfluktuasi dengan mudah
-          Tidak   terdapat garus alur pada telapak tangan
-          Warna mikonium mungkin jelas pada tangan dan dasar tali pusat dengan warna kehijauan
-          Menangis mungkin lemah
Seksualitas
-          Labio minora wanita mungkin lebih besar dari labio mayora dengan klitoris menonjol
-          Testis pria mungkin tidak turun, rugae mungkin banyak atau tidak ada pada skrotum

e.       Pemeriksaan diagnostik
-          Jumlah darah lengkap : penurunan pada Hb/Ht mungkin dihubungkan anemia atau kehilangan darah
-          Dektrosik  : menyatakan hipoglikemi
-          AGD : menemukan derajat keparahan distress pernafasan bila ada
-          Elektrolit secara serum : mengkaji terhadap hipokalsemia
-          Bilirubin : mungkin meningkat pada polisitemia
-          Urinalisis : mengkaji homeostatis
-          Jumlah trombosist : trombositopenia mungkin menyertai sepsis
-          EKG, EEG, USG, Angiografi : defek congenital dan atau komplikasi

2.      Diagnosa Keperawatan
  1. Tidak efektif pola pernafasan berhubungan dengan imaturitas pusat pernafasan, keterbatasan perkembangan otot, penurunan energi atau kelelahan dan ketidak seimbangan metabolic
  2. Resioko tinggi terhadap termoregulasi tidak efektif berhubungan dengan perkembangan SPP imatur (pusat regulasi residu, penurunan rasio masa tubuh terhadap area permukaan, penurunan lemak subkutan, ketidakmampuan merasakan dingin atau berkeringat, cadangan metabolic buruk
  3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan simpanan nutrisi, imaturitas produksi enzim, oto abdominal lemak, reflek lemah.
  4. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan usia dan berat ekstrem (premature < 2500 gram), kehilangan cairan berlebihan (kulit tipis, kurang lapisan lemak, ginjal imatur/kegagalan untuk mengkonsentrasikan urin)



Tidak ada komentar: