Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

PROSES KEPERAWATAN KELUARGA



PROSES KEPERAWATAN KELUARGA

Tujuan Instruksional Umum:
Mahasiswa mampu menyusun rencana Asuhan Keperawatan Keluarga sesuai dengan tahap perkembangan keluarga “Keluarga dengan Anak Usia Remaja

Tujuan Instruksional Khusus:
Mahasiswa mampu:
1.         Menjelaskan proses keperawatan keluarga
2.         Melakukan pengkajian keluarga pada keluarga kelolaan yang telah ditentukan
3.         Merumuskan diagnosa keperawatan keluarga kelolaan dengan keluarga sesuai dengan masalah yang ditemukan dalam pengkajian
4.         Menyusun rencana kegiatan untuk menyelesaikan masalah kesehatan keluarga sesuai dengan diagnosa keperawatan keluarga yang telah dirumuskan.

Asuhan keperawatan keluarga merupakan proses yang kompleks dengan menggunakan pendekatan sistematik untuk bekerja sama dengan keluarga dan individu sebagai anggota keluarga.

Tahapan Proses keperawatan keluarga meliputi:
  1. Pengkajian keluarga dan individu  di dalam keluarga
Yang termasuk pada pengkajian keluarga adalah:
    1. Identifikasi data demografi dan Sosio-Kultural
    2. Data Lingkungan
    3. Struktur dan fungsi keluarga
    4. Stress dan strategi koping yang digunakan keluarga
    5. Perkembangan Keluarga
Yang termasuk pengkajian terhadap individu sebagai anggota keluarga:
a. Fisik
b. Mental
c. Emosi
d. Sosial
e. Spiritual
  1. Perumusan Diagnosa keperawatan
  2. Penyusunan Perencanaan
Perencanaan disusun dengan menyusun prioritas menetapkan tujuan, identifikasi sumber daya keluarga, dan menyeleksi intervensi keperawatan
  1. Pelaksanaan asuhan keperawatan
Perencanaan yang sudah disusun dilaksanakan dengan memobilisasi sumber-sumber daya yang ada di keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
  1. Evaluasi
Pada tahap evaluasi, perawat melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

TAHAP PENGKAJIAN:
            Sumber Informasi berdasarkan metode:
-          Wawancara Keluarga
-          Observasi Fasilitas Rumah
-          Pemeriksaan Fisik
-          Data Sekunder: Hasil lab, hasil X-ray, dll.

            Hal yang dikaji dalam keluarga
1.      Data Umum
2.      Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
3.      Pengkajian Lingkungan
4.      Struktur Keluarga
5.      Fungsi Keluarga
6.      Stress dan Koping keluarga
7.      Pemeriksaan Fisik
8.      Harapan keluarga

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

  1. Data Umum:
Nama KK                    : Tn. A
Usia                             : 37 tahun
Alamat                                    : RT III, RW III, Kelurahan Batu Busuak
Pekerjaan KK              : Wiraswasta
Pendidikan KK           : Tidak Tamat SD
Komposisi Keluarga    :
No
Nama
JK
Hub dg KK
Umur
Pekerjaan
Status Imunisasi
Ket.
BCG
Polio
Hepatitis
DPT
Campak
1
2
3
4
1
2
3
1
2
3
1.
Ny. N
P
Istri
40
IRT













2.
An. R
P
Anak 1
19
Belum













3.
An. I
P
Anak 2
6
Siswa













4.
An. L
L
Anak 3
6 bln
-






Genogram                   :








 









                                                                        Ket:


 
                                                                                                                   = Laki-laki
                                                                                    
                                                                                                                  =Perempuan
                                                                                          
                                                                                      = serumah                                                                                                                                            = meninggal

Tipe Keluarga  :
Keluarga dengan tipe keluarga inti yang terdiri dari suami, istri dan anak. keluarga tidak memiliki masalah dengan bentuk tipe keluarga.

Suku Bangsa               :
Tn. A bersuku Minang (Jambak) dan Ny.N bersuku Minang (Koto). Dan Menurut suku minang, anak mengikut kepada suku ibunya, jadi seluruh anak Tn.A bersuku ibu yaitu Minang (Koto).

Agama                         :
Agama yang dianut oleh keluarga Tn.A adalah islam. Dalam menjalankan ritual agama, keluarga Tn. A termasuk keluarga yang tidak terlalu Fanatik. Ny. N cukup memperhatikan masalah agama. Ini terlihat dari pernyataan Ny. N yang mengatakan bahwa Shalat itu perlu dan mengetahui tentang bagaimana pelaksanaan setiap anaknya. Ny. N juga mengetahui kegiatan agama di lingkungannya, Namun aktif mengikuti majlis ta’lim.

Status sosial ekonomi  :
Status sosial ekonomi keluarga adalah menengah (adekuat). Dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga serta barang-barang yang dimiliki oleh keluarga. Suami dan anak laki laki bekerja, sedangkan Ny.N membuka warung kecil-kecilan dirumah. Keluarga dapat memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder dan keluarga mempunyai tabungan.

Aktivitas rekreasi keluarga      :
Keluarga jarang pergi bersama-sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu namun keluarga biasa menonton TV dan mendengarkan radio bersama sama sehabis magrib.




  1. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini:
Tahap Perkembangan Keluarga Tn. A saat ini adalah tahap keluarga dengan anak remaja, dengan tugas perkembangan adalah sebagai berikut:
1.      Mensosialisasikan anak-anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sehat.
2.      Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan.
3.      Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga.

Tahap Perkembangan Keluarga yg belum terpenuhi:
Tugas perkembangan yang belum terpenuhi adalah anak remaja keluarga yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, karena kendala biaya dan dari An.R tersebut lebih memilih bekerja.

Riwayat Keluarga Inti:
Tn. A dan Ny. N menikah sejak 39 tahun yang lalu dengan lama dijodohkan. Pada saat ini riwayat kesehatan keluarga adalah sebagai berikut:
1.   Pada saat pengkajian Tn. A memiliki keluhan kesehatan. Tn A memiliki kebiasaan merokok 1-2 bungkus perhari dan badannya kurus dengan BB 46 kg dan TB 165 cm, .
2.   Ny. Y mengatakan sering mengeluh nyeri di kepala, tengkuk, dengan skala nyeri 6. Selain itu Ny. N 4 hari yang lalu mengeluh nyeri ulu hati setelah makan bakwan dan tahu isi. Sebelumnya Ny.N pernah berobat ke puskesmas dan dikatakan pasien memiliki magh. Pada saat pengkajian TD Ny N 140/90.   
3.   An. R pada saat pengkajian tidak memiliki keluhan kesehatan.
4.   An. I pada saat pengkajian tidak memiliki keluhan kesehatan.
5.   An. L pada saat pengkajian tidak memiliki keluhan kesehatan.

Keluarga Tn. A sering mengunjungi bidan atau puskesmas Pauh.



Riwayat Keluarga Sebelumnya:
1.      Ny. N mengatakan orang tuanya telah lama meninggal.
2.      Ny. N dam Tn. A mengatakan dikeluarganya tidak terdapat riwayat penyakit Diabetes melitus, Asthma dan Hipertensi.

  1. Pengkajian Lingkungan:
Karakteristik Rumah:
Bangunan rumah Tn. A adalah bangunan rumah permanen, yang terdiri dari 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 kamar mandi dengan WC, 1 ruang makan dan 1 dapur. Ny. Y menggunakan sumur untuk mencuci dan mandi, sedangkan sumber air minum berasal dari air sumur. Untuk BAB keluarga Tn. A BAB di kamar mandi dirumah sendiri yang dekat dengan rumahnya. Kemudian untuk saluran pembuangan air limbah keluarga dialirkan ke sungai.
Barang – barang yang dimiliki keluarga: lemari, kursi meja,  lantai ubin, magic jar, kompor , 2 buah Handphone, 1 buah Sepeda motor dan 1 buah televisi.
Kebersihan lingkungan sekitar rumah kurang dijaga dan pekarangan rumah tidak dimanfaatkan untuk menanami tanaman obat keluarga, pohon pelindung maupun bunga dan hanya dibiarkan saja.
Anggota keluarga mengaku puas terhadap rumah yang dimiliki dan merasa memiliki fasilitas yang cukup memadai.
Diagnosa : Kerusakan Pemeliharaan Rumah dan Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga

Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW         :
Hubungan keluarga Ny. N dengan tetangga berjalan baik. Tetangga dekat Ny. N adalah mempunyai hubungan saudara sendiri.
Hubungan keluarga Tn. A dengan tetangga berjalan baik. Tipe komunitas bersifat homogen, umumnya bersuku Minang dan bahkan satu suku dengan hubungan kekeluargaan yang dekat sehingga tetangga dekat Tn. A adalah keluarga besarnya juga, yaitu saudara satu nenek. Dalam lingkungan RW, diadakan pengajian di Mesjid setiap bulan. Ny. N mengikuti kegiatan tersebut secara rutin.  Sebagian besar komunitas RW adalah warga asli, ditambah dengan warga pendatang yang umumnya mengontrak atau kost di rumah warga, sedangkan keluarga Tn. A adalah penduduk asli yang berprofesi sebagai wiraswasta, begitu pula dengan tetangga-tetangga dekatnya.

Mobilitas Geografis:
            Keluarga besar Tn. A merupakan penduduk asli kota Padang.
Awalnya Tn. A dan Ny. N tinggal hanya beda RT saat sebelum menikah namun masih dalam satu RW. Sekarang sejak menikah tinggal bersama dan membuat rumah sendiri masih di daerah Batu Busuk tempat mereka besar dahulu.

Perkumpulan Keluarga dan interaksi dengan masyarakat:
Keluarga Tn. A berkumpul dengan keluarga saat habis magrib saat menonton TV bersama. Aktifitas bersama biasanya dilakukan oleh anak dan istrinya, seperti menonton tv dan menceritakan pengalaman mereka masing-masing. Hubungan keluarga besar pihak Tn. A dengan pihak Ny. N berjalan dengan baik. Keluarga Besar pihak Tn. A dan Ny. N masih tinggal di sekitar Parna Indah. Terutama keluarga Ny. N, ibunya tinggal disebelah rumah Ny. Y sehingga mudah dalam berinteraksi.

Sistem pendukung keluarga:
Ketika salah satu anggota keluarga sakit, mereka membawa ke praktek dokter atau bidan di sekitar tempat tinggalnya.

  1. Struktur Keluarga
    1. Pola Komunikasi keluarga
Komunikasi antar anggota keluarga adalah komunikasi terbuka. Selama pengkajian, komunikasi antara Ny. N dan anaknya baik dan anaknya mau menuruti dan mendengarkan apa yang dikatakan Ny. N. Komunikasi antara Tn. A dan anak-anaknya juga baik dan anak-anak mau menuruti dan mendengarkan apa yang dikatakan Tn. A. Komunikasi Tn. A dan Ny. N pun tidak ada masalah. Mereka saling terbuka satu sama lain. Saling bertukar pikiran terhadap masalah yang sedang dihadapi atau pernah dihadapi.

    1. Struktur kekuatan keluarga
Pengambilan keputusan terakhir di dalam keluarga cendrung dilakukan oleh Tn. A. Tetapi ketika Tn. A tidak ada di rumah, Ny. N yang bertindak sebagai kepala keluarga dan memiliki wewenang untuk pengambilan keputusan atau terkadang ada masalah yang dirasa rumit atau perlu konsultasi Tn. A, Ny. N akan menghubungi Tn. A dan meminta pendapat soal keputusan yang akan diambil.

    1. Struktur Peran
Tn. A menjalankan perannya dengan baik sebagai kepala keluarga sekaligus sebagai pencari nafkah. Namun karena pulang ke rumah sore hari, peran ayah menjadi kurang efektif dikarenakan Ny. n terkadang yang menggantikan peran Tn. A dalam mengambil keputusan apapun mengenai masalah rumah tangga dan anak-anak.
Diagnosa : Hambatan Menjadi Orang tua

    1. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga Tn. A menganggap nilai dan norma sesuai dengan apa yang ada di masyarakat. Apabila sakit Tn. A dan keluarga biasanya mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan. 

  1. Fungsi Keluarga
Fungsi Afektif:
Meskipun Tn. A jarang berada di rumah. Namun Ny. A dan anak-anak mengatakan hubungan yang terjalin sesama anggota keluarga akrab. Walaupun terlihat seperti peran Ny. N yang lebih dominan karena Ny. N yang selalu bersama anak-anak.
Diagnosa : Hambatan Menjadi Orang Tua



Fungsi Sosialisasi:
Tn. A dan Ny. N membesarkan anak bersama-sama. Mereka bersama-sama melihat perkembangan anak. Tn. A dan Ny. N bersosialisasi baik dengan masyarakat. Tn. A dan Ny. N selalu menciptakan sosialisasi yang baik di antara anak-anaknya dengan keluarga besar mereka guna untuk menciptakan hubungan yang harmonis di antara keluarga besar.

Fungsi Perawatan Kesehatan:
Bagi keluarga Tn. A dan Ny. N sehat adalah suatu kondisi dimana anggota keluarga masih bisa melakukan aktivitas seharĂ­-hari seperti biasanya. Sedangkan sakit adalah suatu kondisi dimana anggota keluarga tidak bisa melakukan aktivitas karena penyakitnya.
Jika salah satu anggota sakit, keluarga Tn. A cepat mengambil keputusan untuk berobat ke pelayanan kesehatan yang sering mereka kunjungi. Namun Ny.N dsering tidak memeriksakan pemeriksaan kesehatan karena mengurus anak kecil.
Diagnosa : Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga

Ditinjau dari tugas kesehatan keluarga:
1. Masalah gangguan pola tidur, dan hipertensi
Ny. N mengatakan sering mengalami nyeri dikepala dan tengkuk dengan skala neri 6. Pada saat pengkajian TD Ny. N 140/90
Diagnosa : Ketidakefektifan Manajeman Pengobatan Keluarga

Fungsi Reproduksi:
Keluarga Tn. A memiliki 1 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Ny. N mengatakan dahulu mengikuti program KB, dan dilepas 5 tahun yang lalu.
Diagnosa : Perubahan pola seksualitas



Fungsi Ekonomi:
Tn. A bekerja sebagai tukang. Tn. A pulang kerumah pada jam 5 sore.. Sejauh ini tidak ada masalah keuangan di dalam keluarga. Keluarga Tn. A juga memiliki tabungan sendiri. Selain itu keluarga memiliki ternak 6 ekor sapi dan ayam dan itik.

  1. Stress dan Koping Keluarga
Stresor jangka pendek:
Ny. Y sering mengalami gangguan pola tidur, dan nyeri ulu hati 4 hari yang lalu dan nyeri di kepala dan tengkuk.

                        Stressor jangka panjang:
Ny. N mengaku cemas terhadap Tn. A apabila Tn. A sudah mulai banyak merokok.

Kemampuan keluarga berespon:
Ny. N selalu melarang Tn. A merokok, dan Ny. N juga menyediakan obat untuk maag nya dan hipertensi.
                       
Strategi koping yang digunakan:
Masalah yang dihadapi keluarga Tn. A selalu diatasi bersama dengan Ny. N. Mereka selalu bertukar pikiran.
                       
                        Strategi adaptasi disfungsional:
Ny. N sudah sering menghadapi Tn. A amg selalu merokok. Sehingga Ny.a selalu melarang Tn.A untuk merokok.

  1. Harapan Keluarga terhadap Petugas kesehatan yang ada:
Ny. N mengharapkan agar petugas kesehatan sering berkunjung ke rumah-rumah penduduk untuk melihat situasi masyarakat dan melakukan pengobatan gratis.
Harapan keluarga terhadap perawat keluarga yaitu agar perawat dapat menemukan masalah kesehatan yang mungkin tidak diketahui oleh keluarga yang bersangkutan serta membantu mengatasi masalah tersebut.

Diagnosa  keperawatan berdasarkan prioritas:
  1. Ketidakefektifan Manajemen Pengobatan Keluarga
  2. Kerusakan Pemeliharaan Rumah

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA TN. A DENGAN ANAK REMAJA



thumbnail



Oleh:
RIZKI KURNIADI, S.Kep
1441313068


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2015

Tidak ada komentar: