Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

Konsep Herpes Simpleks


1.    Pengertian herpes simpleks
Herpes simpleks adalah infeksi akut yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (virus herpes hominis) tipe I atau tipe II yang ditandai oleh adanya vesikel yang berkelompok diatas kulit yang sembab dan eritematosa pada daerah dekat mukokutan, sedangkan infeksi dapat berlangsung baik primer maupun rekurens  ( Djuanda, 2002 : 355).
Herpes simpleks adalah infeksi yang ditandai dengan episode berulang dari lepuhan-lepuhan kecil dikulit atau selaput lendir, yang berisi cairan dan terasa nyeri  (Mahdiana, 2010 : 77).
Herpes simpleks adalah penyakit yang mengenai kulit dan mukosa, bersifat kronis dan residif, disebabkan oleh virus herpes simplek / herpes virus hominis  (Rahariyani, 2008 : 45).
2.    Penyebab Herpes Simpleks
Herpes simpleks disebabkan oleh virus DNA. Herpes simpleks terdiri dari 2 tipe yaitu :
a.    Herpes simplek tipe I
Biasanya mengenai bibir, mulut, hidung, dan pipi. Bentuk herpes ini diperoleh dari kontak dekat dengan anggota keluarga atau teman yang terinfeksi, melului ciuman, sentuhan, atau memakai pakaian/handuk mandi bersama, dan tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
b.    Herpes simpleks tipe II
Biasanya menginfeksi daerah genital dan didahului oleh hubungan seksual. Akan tetapi, sesuai dengan perkembangan pola hubungan seksual, kasus ini dapat timbul tanpa harus melalui hubungan seksual (Rahariyani, 2008 : 45).
3.    Gejala Klinis
a.    Gejala-gejala selama periode prodromal dapat berupa demam, malaise, rasa terbakar atau gatal dimulut atau genitalia
b.    Sewaktu infeksi aktif, muncul kelompok-kelompok vesikel nyeri di bibir, wajah, kulit, hidung, mukosa mulut, genitalia, atau anus. Vesikel dapat terasa panas atau gatal
c.    Vesikel pecah dalam 3-4 hari dan membentuk krusta, vesikel-vesikel tersebut biasanya menghilang pada minggu berikutnya
    (Corwin, 2001 : 603).
Infeksi herpes yang pertama pada bayi atau anak kecil bisa menyebabkan luka yang terasa nyeri dan peradangan pada mulut dan gusi (ginggivostomatitis) atau peradangan vulva dan vagina yang terasa nyeri (vulvovaginitis). Keadan ini menyebabkan anak rewel, nafsu makannya menurun dan demam  (Mahdiana, 2010 : 78 ).
4.    Komplikasi
a.    Dapat terjadi infeksi bakteri sekunder pada vesikel.
b.    Herpes simplek I dapat menginfeksi mata, menyebabkan kebutaan (keratokonjungtivitis).
c.    Infeksi herpes simpleks II primer selama kehamilan dapat menyebabkan kerusakan susunan saraf pusat janin sehingga terjadi kebutaan dan retardasi mental.
d.   Infeksi pada neonatus dapat terjadi melalui infeksi asendens dari serviks atau vagina selama kehamilan, atau sewaktu bayi melewati jalan lahir yang terinfeksi
(Corwin, 2001 : 603)
5.    Pencegahan
Menurut Wikipedia (2010) pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Herpes Simpleks adalah :
a.    Perlindungan Barrier, seperti kondom, dapat mengurangi risiko penularan herpes
b.    Vaksin dapat digunakan untuk membantu dengan pencegahan atau meminimalkan infeksi awal dan pengobatan untuk infeksi yang ada.
c.    Untuk mencegah infeksi herpes simpleks pada bayi baru lahir, perempuan dianjurkan untuk menghindari kontak tidak terlindungi dengan pasangan memiliki infeksi kelamin selama trimester terakhir kehamilan
(Wikipedia, 2010).

DAFTAR PUSTAKA
Baim ( 2008 ). Definisi Kepala Keluarga. Diakses 13 Maret 2011.http://answers.yahoo.com
Corwin, Elizabeth j. ( 2001 ). Buku Saku Patofisiologi. EGC, Jakarta
Djuanda, Prof. DR. Adhi ( 2002 ). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI, Jakarta.
Hendra, AW ( 2008 ). Konsep Pengetahuan. Diakses 05 Desember 2010. http://ajangberkarya.wordpress.com/2008/06/07/konsep-pengetahuan/.
Mahdiana, Ratna  ( 2010 ). Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penularan Penyakit dari Infeksi. Citra Pusaka, Yogyakarta.
Rahariyani, Hj. Loetfia Dwi (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Integumen. EGC, Jakarta
Wikipedia (2009). Komplikasi Herpes Simpleks. Diakses tanggal 04 April 2011. http://www.wikipedia.com
                 (2010). Pencegahan Herpes Simpleks. Diakses tanggal 04 April 2011. http://www.wikipedia.com

Tidak ada komentar: