Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

Konsep Dasar Miopia


1.    Pengertian miopia
   Mata disebut sebagai mata pelihat dekat, ini disebabkan susunan lensa terlalu kuat membiaskan sinar atau karena bola mata terlalu lonjong (Ilyas, 2003).
      Mata miopia disebut pelihat dekat penderita miopia dapat melihat benda dekat dengan sangat jelas,sedangkan untuk benda yang terletak jauh tidak difokuskan (Guyton, 2000)
Mata adalah suatu kelainan refraksi di mana cahaya peralet yang memasuki mata secara keseluruhan dibawa menuju focus didepan retina. Miopia, yang umumnya disebut sebagai kabur jauh / terang dekat (Syafa, 2010)
Miopi adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar sejajar yang masuk kemata jatuh di depan retina pada mata yang istirahat ( tanpa akomodasi) gambaran kelainan pemokusanan cahaya didepan retina. (Yayan A.Israr, 2010)
2.    Penyebab miopia
          Penyebab miopia belum diketahui secara pasti, ada beberapa  keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya seperti alergi, gangguan endokrin, kekurangan makanan, herediter, kerja dekat yang berlebihan dan kekurangan zat kimia ( kurang kalsium dan kekurangan vitamin A).
Menurut ilyas ada beberapa faktor penyebab Miopi diantaranya:
a.         Bola mata panjang pada posterior anterior axialis
b.        Lensa membesar pada katarak stadium II
c.        Cornea lebih cembung dari pada normal disebut miopia carvatur
d.       Pada penderita DM dimana corpus vitreus mengandung kadar gula tinggi
3.       Klasifikasi miopi
      Miopi dibagi berdasarkan beberapa karakteristik sebagai berikut :
            Menurut jenis kelainannya, Vaughan membagi miopia menjadi:
a.    Miopi aksial, dimana diameter antero-posterior dari bola mata lebih panjang dari pada panjang dari normal
b.    Miopi kurvartu,yaitu adanya peningkatan curvature kornea atau lensa.
c.    Miopi indeks, terjadi peningkatan indeks biasa pada cairan mata
            Menurut perjalan penyakitnya miopi dibagi atas :
a.    Miopi stasioner yaitu yang menetap setelah dewasa
b.     Miopi progeresif, yaitu miopi yang bertambah terus pada usia dewasa akibat bertambah panjangnya  bola mata
c.    Miopi maligna, yaitu keadaan yang lebih berat dari miopi progeresif, yang dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan ( Ilyas,  2005)
            Berdasarkan sifat
a.    Miopi simplex, sering dijumpai pada umur muda dan bersifat menetap dan tidak menimbulkan kelainan pada fundus.
b.    Miopi progressive,minus terus bertambah sehingga bisa terjadi gangguan pada choroid disebur juga miopi degenerasi, tidak bisa mencapai 6/6
c.    Miopi maligna , lebih cepat choroid miopi  degeneration.
            Miopi berdasarkan berat ringan
a.    Miopi ringan
b.    Sangat ringan, apabila dapat dikoreksi dengan kaca mata 0.25 s/d 1.0D
c.    Ringan, apabila dapat dikoreksi dengan kaca mata  -1 s/d -3 D
d.   Miopi sedang dapat dikoreksi dengan kaca mata -3 s/d -6 D
e.    Miopi tinggi dapat dikoreksi dengan kaca mata -6 s/d -10 D
f.     Miopi berat dapat dapat dikoreksi dengan kacamata > -10 D
4.        Tanda dan Gejala Miopia
Pasien miopi mempunyai pangtum remotum (titik terjauh yang masih dilihat jelas) yang dekat sehingga mata selalu dalam atau berkedudukan konvergensi yang akan menimbulkan keluhan astenopia konvergensi. Bila kedudukan mata ini menetap, maka penderita akan telihat juling ke dalam atau esotropia (Ilyas, 2003).
Gejala  miopi terbagi menjadi dua yaitu :
a.    Gejala subjektif :
1)      Akibat sinar dari suatu objek jauh difokuskan di depan retina, maka penderita miopia hanya dapat melihat jelas pada waktu melihat dekat, sedangkan pengglihatan jauh akan kabur.
2)      Keluhan astenopia, seperti sakit kepala yang dengan sedikit koreksi dari miopinya dapat disembuhkan.
3)      Kecendrungan penderita untuk menyipitkan mata waktu melihat jauh untuk mendapatkan efek “pinhole” agar dapat melihat dengan lebih jelas.
4)      Penderita miopia biasanya suka membaca dekat, sebab mudah melakukannya tanpa usaha (Slone, 1979).
b.    Gejala objektif :
1)   Miopi simplex :
Pada segmen anterior ditemukan bilik mata yang dalam dan pupil yang relatif lebar. Kadang-kadang bola mata ditemukan agak menonjol.
2)   Pada segmen posterior biasanya terdapat gambaran yang normal atau dapat disertai kresen miopi yang ringan disekitar papil saraf optik.
Miopi Patologi :
Gambaran pada segmen anterior serupa dengan miopi simple.
1)   Gambaran yang ditemukan pada segmen posterior berupa kalainan-kelainan pada :
a.    Korpus vitreum
b.    Papiler saraf optic
c.    Makula
d.   Retina terutama pada bagian temporal
e.    Seluruh lapisan fundus yang tersebar luas berupa penipisan koroid dan retina.
5.   Pengobatan miopia
Pengobatan miopi terdapat beberapa cara, yaitu :
a.    kacamata
          Pada pasien miopi ini diperlukan lensa kaca mata baca tambahan atau lensa eddisi untuk membaca dekat yang berkuatan tetentu. Pengobatan pasien dengan dengan miopi adalah memberikan kaca mata sferis negative terkecil yang memberikan ketajaman penglihatan maksimal 33cm. Bila pasien dikoreksi dengan – 3.0 D memberika tajam penglihatan 6/6, dan demikian memberikan istirahat mata dengan baik sesudah dikoreksi (Ilyas, 2003).
b.    lensa kontak
          pengobatan biasanya ditolong dengan kacamata  rangkap dan harus melakukan terapi dengan cara menggunakan lensa eddisi untuk membaca dekat. Untuk jarak baca 33 cm, bila jarak berubah maka pemberian lensa juga berubah. Pada umur 40 tahun lensa masih dapat mengembang, tetapi sangat menurun. Pada umur 60 tahun, lensa menjadi sclerosic semua. Jadi pemberian lensa addisi tergantung pada pada jarak baca dan umur pederita. Bifokus adalah kacamata yang digunakan untuk mengatasi presbiopia. Kacamata ini memeliki 2 lensa, yaitu untuk membaca dipasang dibawah dan untuk melihat jarak jauh dipasang diatas. Jika pelihat jarak jauh masih baik, bisa digunakan kacamata untuk baca yang dijual bebas.
c.    Bedah Keratorefraktif
          Bedah keratorefraktif mencakup serangkai metode untuk mengubah kelengkungan permukaan anterior bola mata diantaranya adalah keratomi radial, keratomileusis keratofikia, epiakerarfikia.

6.      Cara meningkatkan kesehatan mata
a.       Periksa mata setiap 12 bulan
         Masalah penglihatan yang tidak ditangani akan berkembang semakin parah,dan memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk anda dapat menyebabkan masalah penglihatan.
b.      Di musim panas pakailah kacamata hitam
         Sinar ultra violet dapat membuat kerusakan serius pada mata. Kacamata yang baik dapat mencengah hal ini. Ketika membeli kacamata, pastikan yang dapat memantulkan paling tidak 98% radiasi ultra violet.
c.       Makanlah nutrisi yang baik untuk  anda dan mata anda
         Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksida dan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degerasi macula dan pertumbuhan katarak. Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata.
d.      Jika anda membaca atau berkerja menggunakan computer, pastikan cahayanya tepat
         Bekerja dengan cahaya minim dapat menyebabkan kelelahan mata, tapi cahaya yang terlalu terang juga tidak baik. Arah cahaya terbaik jika bekerja menggunakan computer adalah dari lampu meja bercahaya lembut dari arah samping. Kurangi tingkat terang (brightness) monitor. Warna memang  jadi tak terlalau tajam, tapi mata akan jadi lebih nyaman.
e.       Istirahatkan mata anda 
         Hampir semua orang merasakan mata mereka jadi tidak nyaman setalah duduk seharian di depan layar computer. Hal ini disebabkan mata jadi kering. Satu hal yang bisa dilakukan  adalah menutup mata Anda dan menghitung sampai 5 sebelum membukanya kembali. Hal lainnya adalah berpaling dari layar monitor dan focus pada sebuah objek yang jauh, sesering mungkin.
f.       Cari lensa kontak dengan kualitas baik
         Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata Anda, dan ada juga yang berisiko merusak mata. Untuk melihat referensi tentang lensa kontak.
g.      Jika memakai lensa kontak, rawatlah dengan baik
         Lensa kontak tindakalah begitu meropotkan, tapi anda juga takdapat mengbaikan kebersihannya. Setiapa kali akan  atau melepasakan lensa kontak anda, bilaslah. Anda  juga harus mengganti caiarannya, ketika anda menaruh ditempatnya waktu anda tidur dimalam hari.
h.      Pakailah lensa kontak sesuai jadwal yang disarankan
         Ada orang yang berbuat hemat dengan memakai lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan. Ini bukanlah hal yang baik. Meskipun kualitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat menghaburkan penglihtan anda. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, semangkin lama anda memakai lensa kontak anda, semangkin tinggi resiko mata anda terkena infeksi ( Kesehatan Mata, 2009).

DAFTAR PUSTAKA
American Optometric Association.(2000). Care of the Patient with Miopia, http://www.aoa.org. diakses tanggal 11 maret 2011.
Fredrick DR. Miopia. BMJ (2002). Diakses dari http : //bmj.com/cgi/content/full/324/7347/1195 23 februari 2011.
Hartono. (2007). Ilmu Kesehatan Mata. Yogyakarta: Gama Press.
Ilyas Sidarta, (2005). Ilmu Penyakit Mata. Jakarta. Fakultas Kedokteran Indonesia, Jakarta.
Ilyas, HS. (2003). Dasar-dasar Pemeriksaan mata dan penyakit mata, Cetakan I. Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
Ilyas, HS. (2002). Ilmu Penyakit Mata untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran Edisi Dua, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia tahun 2002, Sagung Seto, Jakarta.
Karikaturijo. (2010). Refraksi. Diakses tanggal 30 Agustus 2010, dari http://karikaturijo.blogspot.com/2010/01/refraksi.html
Krisna, (2005). Miopia dan Pencengahannya. http:/www.optilkrisna.info./mygpia.htm. diakses tanggal 23 februari 2011.
Machfoedz, I, (2007).  Statistik Deskriptif Bidang kesehatan, Keperawatan dan Kebidanan (Biostatistik).  Fitramaya.  Jakarta.
Mira Delima. A, Bagian Ilmu Kesehatan Mata, RSUD Panembahan Senopati, Kab.Bantul, Yogyakarta.
Nursing ( 2011 ) Memahami Berbangai Macam Penyakit. Jurnal Nursing, Jakarta.
Nasru Bintang, (2009). Miopia. http/nasrulbintang.wordpress.com/defenisi-miopia, diakses tanggal 20 april 2011.
Sativa Oriza, (2003). Tekanan Intraokular Pada Penderita Myopia Ringan Dan Sedang. Bagian Ilmu Penyakit Mata Universitas Sumatra Utara. Diakses dari e-medicine. Oktober 2008


Tidak ada komentar: