Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

Konsep Dasar Faktor Keturunan


1.      Pengertian Keturunan
       Faktor keturunan mempunyai peran dalam hipertensi, jika kedua orang tua menderita hipertensi kemungkinan besar individu terkena penyakit hipertensi sebesar 60 % karena ada faktor gen keturunan yang berperan.
      Gen adalah potongan DNA (deoksiribonukleat acid) yang diwariskan dari orang tua kepada anak – anaknya yang menentukan siapa kita dan bagaimana kita berfungsi pada tingkat selular dasar. Pewarisan informasi genetik adalah suatu peristiwa pemastian bahwa pewarisan gen – gen antar generasi terjadi tanpa ada kesalahan dan pemberian kesempatan yang terjadi variasi gen agar spesies dapat beradaptasi dan bertahan hidup. Kadang – kadang kesalahan (mutasi) menyebabkan spesies yang bersangkutan semakin maju namun adakalanya mutasi menyebabkan penyakit dan kematian (Corwin, 2000 : 34).
      Gen terbentuk dari untaian DNA yang tersusun dari protein yang bersintesis. Pembentukan protein  biasanya terurai menjadi beberapa segmen (ekson) yang dipisahkan oleh segmen yang tidak ditranlasikan (invitron). Invitron mempunyai fungsi mendorong perubahan dalam pesan genetik sehingga membantu evolusi. Kelainan genetik yang menyebabkan lebih dari 600 penyakit yang telah diidentifikasi pada manusia. Banyak penyakit ini jarang dijumpai, tetapi sebagian relatif cukup sering dan sebagian menyebabkan kelainan yang parah dan akhirnya fatal (Ganong, 2002 : 26).  
         Keturunan atau predisposisi genetik terhadap penyakit tertentu merupakan faktor risiko yang paling utama. Faktor keturunan yang terdokumentasi sebagai  faktor risiko antara lain adanya riwayat keluarga yang menderita hipertensi dan penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal (Potter, 2005 : 17).                                                                                                                                                                                                                                                                    
  2.  Hubungan Faktor Keturunan dengan Hipertensi
        Adanya faktor keturunan pada keluarga tertentu akan menyebabkan keluarga itu mempunyai risiko menderita hipertensi. Hal ini berhubungan dengan peningkatan kadar sodium intraseluler dan rendahnya rasio antara potasium terhadap sodium Individu dengan orang tua dengan hipertensi mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi dari pada orang yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat keturunan hipertensi.  Selain itu didapatkan 70-80% kasus hipertensi essensial dengan riwayat hipertensi dalam keluarga (Anggraini, Waren, et. al, 2008).
       Faktor-fakor keturunan diperkirakan memainkan suatu peran yang menonjol dalam pengembangan hipertensi utama. Bagaimanapun, gen-gen untuk hipertensi masih belum dapat diidentifikasikan. Penelitian saat ini pada bidang ini difokuskan pada faktor-faktor genetik yang mempengaruhi sistem renin-angiotensin-aldosterone. Sistem ini membantu mengatur tekanan darah dengan mengontrol keseimbangan garam dan keluwesan dari arteri-arteri. Hampir 30% kasus-kasus hipertensi utama diakibatkan oleh faktor-faktor keturunan. Pada individu-individu yang mempunyai satu atau dua orang tua dengan hipertensi, hipertensi adalah dua kali lebih umum dari pada populasi umum. Mayoritas luas dari pasien-pasien dengan hipertensi utama umumnya mempunyai suatu kelainan istimewa dari arteri-arterinya: suatu perlawanan yang meningkat (kekakuan atau kehilangan kelenturan) pada arteri-arteri kecilnya yang paling jauh dari jantung (peripheral arteries atau arterioles). Arteriole-arteriole mensuplai darah yang mengandung oksigen dan nutrisi-nutrisi kepada seluruh jaringan tubuh. Mereka dihubungkan oleh kapiler-kapiler didalam jaringan dengan vena-vena (the venous system), yang membalikkan darah ke jantung dan paru-paru. Jadi apa yang membuat arteri-arteri peripheral menjadi kaku belum diketahui. Namun, peningkatan kekakuan dari peripheral arteriolar ini hadir pada individu-individu yang hipertensi utamanya dihubungkan dengan faktor - faktor keturunan  (Totalkesehatananda, 2010).

        DAFTAR PUSTAKA

Anggaraini, Ade Dian, et.al (2009). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari sampai Juni 2008. Diakses 20 Februari 2011 : Http://yayanakhyar.wordpress.com

Baike (2003). Hubungan genetik terhadap penyakit kardiovaskuler. Diakses 20 februari 2011 : http://baike.baidu.com/view/2130696.htm

Corwin, Elizabeth J (2000). Buku Saku Fisiologi Kedokteran. EGC, Jakarta

Depkes RI (2011). Epidemologi Penyakit Hipertensi. Diakses 12 April 2011: http: //www.depkes.org.

Dewi, Sofia dan Digi Familia (2010). Hidup Bahagia dengan Hipertensi. A+Plus Books, Yogyakarta

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2010). The 4th Scientific Meeting on Hypertension. Diakses 20 Desember 2010 :  http://www.dinkesjatengprov.go.id

Elsanti, Salma (2009). Panduan Hidup Sehat : Bebas Kolesterol, Stroke, Hipertensi, & Serangan Jantung. Araska, Yogyakarta

Ganong, William F (2002). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC, Jakarta

Genecards (2010). Natriuretik Peptide Prekursor B. Diakses 20 Februari 2011 : http://www.genecards.org/cgi-bin/carddisp.pl?gene=NPPB

Genecards. Natriuretik Peptide Prekursor A (2010). Diakses 20 Februari 2011 : http://www.genecards.org/cgi-bin/carddisp.pl?gene=NPPA
Hani, Luthfi (2010). Pola Makan Penderita Hipertensi. Diakses 02 Februari 2010 :  http://www.indonesiapower.co.id/index.php?option=com_conten&view=atikel&id=1302:pola-makan-penderita-hipertensi

Irza, Syukraini (2009). Analisa Faktor – Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Nagari Bungo Tanjung , Sumatera Barat. Diakses 20 februari 2011 : http://repository.usu.ac.id/.

Kita, Dokter (2010).  Penyebab Hipertensi. Diakses 20 Februari 2011 :  http://www.totalkesehatananda.com/
Klabunde, Richard E (2010). Tindakan Peptides Natriuretik. Diakses 20 Februari 2011 : http://www.cvphysiology.com/Blood%20Pressure/BP017.html

Kowalski, Robert E (2010). Terapi Hipertensi : Program 8 Minggu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Mengurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke Secara Alami. Qanita, Bandung

Priyatno, Duwi (2010). Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Media Kom, Yogyakarta

Potter, Patricia A (2005). Buku Fundamental Keperawatan. EGC, Jakarta

Ruhyana (2007). Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung. 2007, Diakses 1 April 2011: http://ruhyana.wordpress.com/2007/06/10/hipertensi-penyebab-utama-penyakit-jantung-2/

Sanif, Edial (2009) . Hipertensi Pada Wanita. Diakses 12 Februari 2011 http://www.jantunghipertensi.com/hipertensi/78.html

Scrib (2010). Hipokalemia dan Hipertensi. Diakses 6 Januari 2011 : http://www.scribd.com/doc/24546666/Hipokalemia-Dan-Hipertensi

Sugiharto, Aris (2007).  Faktor – Faktor Risiko Hipertensi Grade II Pada Masyarakat.2007, diakses  21 Maret 2011 : http://eprints.undip.ac.id/16523/1/Aris_Sugiharto.pdf.
UGM, Humas (2009). Cegah Hipertensi dengan Pola Makan. Diakses 14 Januari 2011 : http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1003
Wikipedia (2010). Pengertian Jenis Kelamin. Diakses 21 Maret 2011 :  http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis_kelamin

Wikipedia (2010). Tekanan Darah Tinggi. Diakses 02 Maret 2011 :   http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tinggi.

Tidak ada komentar: