STRATEGI PELAKSANAAN 1 TINDAKAN PERAWATAN PADA PASIEN WAHAM KEBESARAN



ORIENTASI
1. Salam dan perkenalan
            “Assalamualaikum Kak,
 perkenalkan nama saya perawat A , saya perawat yang dinas pagi ini di ruang mawar. Saya dinas dari pk 07-14.00 nanti,  saya yang akan mendampingi kakak hari ini. Nama kakak siapa, senangnya dipanggil apa?”
2. Evaluasi dan validasi
            “ Bagaimana kabar kakak sekarang?” “Apa yang kakak rasakan sekarang?” “apakah nyenyak tidurnya semalam?”
3. Kontrak
            “Bisa kita berbincang-bincang tentang apa yang kakak  rasakan sekarang?”
“Berapa lama kakak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?”

“Dimana enaknya kita berbincang-bincang, kak?”


4. Tujuan
            “Dengan kita berbincang-bincang ini, supaya kita tahu apa yang kakak rasakan dan apa yang ingin kakak inginkan”

KERJA
            “Saya mengerti kakak merasa bahwa kakak adalah Miss Universe, tapi setahu saya miss universe sekarang lagi berada di Australia sedang mengunjungi anak-anak korban banjir bandang” “kalau kakak gag percaya coba kakak lihat berita di TV”
“oya, yang di atas kepala kakak itu apa ya kak?”
“coba saya liat kak.. ini mirip daun bukannya kak, dan ini sudah kering pula.
“Bagaimana kalau kita menyisir rambut kakak saja, biar lebih rapi dan tetap keliatan bagus walaupun tidak memakai barang seperti ini”.
“ternyata rambut kakak bagus ya”
“Wahh,, kakak kelihatan cantik dan rapi,, kalau rambutnya di sisir dan dirapikan kakak”
“bagaimana kalau kegiatan menyisir rambut ini, kita masukkan ke dalam daftar kegiatan harian kakak”
“Bagaimana kalau kakak lakukan kegiatan ini, setiap setelah kakak selesai mandi”

TERMINASI
1. Evaluasi Subjektif
            “ Bagaimana perasaan kakak, setelah kita melakukan sisir rambut tadi”?
“terasa lebih bagus dan rapi kan kak?”
2. Evaluasi Objektif
            “Oya, coba kakak ulangi bagaimana cara menyisir rambut kakak tadi”.
“Pelan-pelan aja ya kak, biar lebih rapi”. “Ya, bagus, sepertinya kakak sudah bisa nyisir rambut sendiri”.
3. Rencana Tindak Lanjut
            “ ini ada format kegiatan kakak, nanti kalau kakak menyisir rambut  lagi. Kakak tuliskan ke dalam format ini ya kak”.

4. Kontrak waktu
Bagaimana kalau saya datang kembali hari besok?”
”Kita bercakap-cakap tentang kemampuan yang pernah kakak miliki? Mau di mana kita bercakap-cakap? Bagaimana kalau di sini lagi?”
”kalau begitu, sampai ketemu besok ya kak, saya permisi dulu”
”Assalamualaikum.”

SP 1 PASIEN DENGAN RESIKO BUNUH DIRI



Ibu S, 30 tahun masuk rumah sakit 2 hari yang lalu diantar keluarga dengan keluhan klien mencoba untuk bunuh diri. Keluarga menemukan klien ingin meminum racun serangga. Berdasarkan keterangan yang didapatkan perawat dari keluarga klien ternyata 6 bulan yang lalu suami Ibu S meninggal dunia karena kecelakaan. Sekitar 2 minggu yang lalu Ibu S juga di PHK dari tempat bekerjanya.          

SP 1 Pasien: Percakapan untuk melindungi pasien dari percobaan bunuh diri

ORIENTASI
Salam: “Assalamualaikum, selamat pagi Ibu S”. “Perkenalkan saya suster T”.
“Nama ibu siapa, senang dipanggil apa?”
“Hari ini saya dinas pagi di ruangan ini, mulai pukul 07.00 – 14.00. Selama di rumah sakit ini saya yang akan merawat Ibu S” 
Evaluasi validasi: “Bagaimana kabar Ibu S hari ini?”
 “Bagaimana tidur tadi malam Bu S, nyenyakkan Bu?”
Kontrak: “Baiklah Bu bagaimana kalau kita bercakap- cakap tentang apa yang Ibu alami selama   ini?”
                 “Berapa lama kita bercakap- cakap? 20 menit bagaimana Bu? Oiya, mau dimana kita bercakap- cakapnya? Disini saja bagaimana bu?”
Tujuan: Untuk melindungi Ibu S dari tingkah laku yang dapat melukai diri sendiri

KERJA
“ Bagaimana perasaan ibu setelah kejadian itu terjadi Bu? Apakah ibu merasakan penderitaan yang luar biasa? Apakah ibu merasakan kehilangan yang sangat dalam? Bu S, kalau suster  boleh tahu apakah ibu sudah memiliki anak? Berapa orang putra dan putri ibu? Apakah dengan kejadian ini Ibu S merasa menjadi merasa tidak berguna lagi bagi orang- orang disekitar ibu? Atau pernahkah ibu menyalahkan diri ibu sendiri? Oiya bu, pernahkah terlintas dipikiran ibu untuk menyakiti diri ibu sendiri atau bahkan ada dorongan untuk mencoba bunuh diri? Apa sebabnya? Bagaimana caranya Bu? Apa yang ibu rasakan?”
“Jika pasien telah menyampaikan ide bunuh dirinya, segera lanjutkan dengan tindakan keperawatan untuk melindungi pasien dari keinginannya untuk melakukan bunuh diri, yaitu dengan mengatakan: “Baiklah, sepertinya Ibu S membutuhkan pertolongan untuk mengendalikan dorongan bunuh diri yang sering ibu rasakan.” Bu, saya ingin memeriksa seluruh isi kamar Ibu untuk memastikan tidak ada benda- benda yang membahayakan Ibu S. Begini Ibu S, karena Ibu masi memiliki keinginan untuk melakukan bunuh diri, maka saya tidak akan meninggalkan Ibu S sendiri di kamar.”
“ Bu, kalau boleh tahu apa yang ibu lakukan jika dorongan bunuh diri itu muncul? Oo..begitu, ya bagus bu. Ada cara lain untuk mengatasi jika dorongan itu muncul, yaitu Ibu bisa langsung memanggil perawat yang ada di ruangan dan minta bantuan pada perawat tersebut. Contohnya begini: suster..tolong, dorongan untuk melakukan bunuh diri itu muncul. Selain kepada perawat ibu juga bisa minta bantuan kepada keluarga atau orang yang sedang membesuk Ibu. Jadi, Ibu S tidak boleh sendirian ya. Begitu Ibu S. Coba Ibu S lakukan seperti yang saya lakukan tadi. Ya begitu Bu. Bagus! Coba sekali lagi Bu! Bagus! Nah, latih terus ya Bu!

TERMINASI
Evaluasi subjektif: “Bagaimana perasaan Ibu S setelah melakukan latihan ini?”
Evaluasi objektif: “Bu, bisa Ibu praktikkan kembali bagaimana caranya mengendalikan dorongan bunuh diri? Masih ingatkan Bu? Bagus!!
Rencana tindak lanjut: baiklah Bu, ibu dapat melakukan cara ini jika dorongan bunuh diri ada. Bagaimana kalau latihan ini kita masukkan ke dalam jadwal harian ibu? Beri tanda kalau sudah dilakukan.
Kontrak: oiya bu, bagaimana kalau besok kita bercakap- cakap tentang melindungi pasien dari isyarat bunuh diri? Ibu maunya jam berapa? Mau dimana?
Baiklah mungkin itu saja latihan kita hari ini. Besok kita ketemu lagi ua Bu.
Terima kasih. Assalamu’alaikum.  

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 1 PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN (PK)



SP1 Pasien: Membina hubungan saling percaya, identifikasi penyebab perasaan marah, tanda dan gejala yang dirasakan, perilaku kekerasan yang dilakukan, akibatnya serta cara mengontrol secara fisik I (latihan nafas dalam).
Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan
1. ORIENTASI
  a. Salam Terapeutik : Memberi salam kepada klien, perkenalkan nama dan panggilan terapis, menanyakan nama dan panggilan klien.
Perawat I : “Assalamualaikum bu, perkenalkan nama saya IP , panggil saya I, saya perawat yang dinas pagi di ruangan ini dari pk.07.00 – 14.00. Saya yang akan merawat ibu selama ibu di rumah sakit ini. Nama ibu siapa, senangnya dipanggil apa?”
     b. Evaluasi dan validasi : Menanyakan perasaan klien saat ini, menanyakan masalah yang dirasakan
Perawat I :”Bagaimana perasaan ibu A saat ini?masih ada perasaan kesal atau  marah?”
“Baiklah, bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang tentang perasaan marah ibu?”
     c. Kontrak : Menyepakati waktu dan tempat dengan klien
Perawat I : “Berapa lama ibu A mau kita berbincang-bincang?” bagaimana kalau 15 menit?
“Di mana enaknya kita duduk untuk berbincang-bincang, bu A?Bagaimana  kalau di kamar?”
     d. Tujuan : menjelaskan tujuan latihan
Perawat I : Supaya mengontrol PK dengan latihan fisik I (nafas dalam)
2. KERJA
       a. Mendiskusikan penyebab marah : tanyakan pengalaman klien
Perawat I : “Apa yang menyebabkan ibu A marah? apakah sebelumnya ibu A pernah marah? terus, penyebabnya apa? samakah dengan yang sekarang?o..iya, jadi ada 2 penyebab marah ibu A.”

       b. Mendiskusikan tanda dan gejala yang dirasakan klien saat terpapar oleh penyebab  marah sebelum PK terjadi : tanyakan perasaan klien saat terpapar oleh penyebab (tanda dan gejala)
Perawat I : “Pada saat penyebab marah itu ada, seperti ibu pulang ke rumah dan melihat suami ibu A sedang bersama wanita lain, apa yang ibu A rasakan?”(tunggu respon pasien)
“Apakah ibu A merasakan kesal kemudian dada ibu berdebar-debar, mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal?
      c. Mendiskusikan perilaku kekerasan yang pernah dilakukan klien (verbal, merusak lingkungan, mencederai/memukul orang lain, dan memukul diri sendiri : tanyakan prilaku yang dilakukan saat marah
Perawat I : “Setelah itu apa yang ibu A lakukan?o..iya,jadi ibu A memukul wanita yang bersama suami ibu A, mengambil pisau lalu mengancam akan membunuh wanita tersebut, dan membanting perabot yang ada di sekitar ibu?”

 d. Mendiskusikan dampak/ akibat perilaku kekerasan : tanyakan akibat perilaku kekerasan

Perawat I : ”Apakah dengan cara ini wanita tersebut mengaku memang benar selingkuhan suami ibu A?iya, tentu tidak. Apa kerugian cara yang ibu A lakukan?betul, wanita tersebut jadi lari dan takut, perabot rusak. Menurut ibu A adakah cara lain yang lebih baik tanpa menimbulkan kerugian?”
 e. Menanyakan kesediaan klien untuk mempelajari cara baru yang sehat menghadapi   kemarahan
Perawat I : ”Bu A, ada lima cara untuk mengontrol kemarahan. Salah satunya adalah dengan cara fisik yaitu melakukan latihan nafas dalam. Jadi melalui kegiatan fisik disalurkan rasa marah.”
“Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan latihan nafas dalam?
“Begini bu A, kalau tanda-tanda marah tadi sudah ibu A rasakan maka ibu A berdiri, lalu tarik napas dari hidung, tahan sebentar, lalu keluarkan/ tiup perlahan-lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan. Coba bu A peragakan! Nah begitu, .... bagus! Ayo coba lagi, tarik napas dari hidung, bagus…, tahan, dan tiup melalui mulut. Nah, lakukan 5 kali ya bu A, bagus sekali! Bu A sudah bisa melakukannya”.
”Nah, sebaiknya latihan ini bapak lakukan secara rutin, sehingga bila sewaktu-waktu rasa marah itu muncul ibu A sudah terbiasa melakukannya”.
 3. TERMINASI
a. Evaluasi : menanyakan perasaan klien setelah mengikuti latihan
- Evaluasi Subjektif : Menanyakan perasaan klien setelah perawat memberikan penjelasan
- Evaluasi Objektif : Menanyakan kembali kepada klien apakah sudah mengerti atau belum tentang apa yang sudah dijelaskan
Perawat I : ”Bagaimana perasaan ibu A setelah kita membicarakan latihan nafas dalam tadi?”
”Coba ibu A jelaskan kembali bagaimana cara nafas dalam jika rasa marah itu muncul?”

b. Tindak lanjut : meganjurkan klien menilai dan mengevaluasi jika terjadi penyebab
marah, yaitu tanda dan gejala ; perilaku kekerasan yang terjadi; serta akibat perilaku kekerasan dan menganjurkan klien mengingat penyebab; tanda dan gejala; perilaku kekerasan dan akibatnya

Perawat I : ”Iya jadi ada 2 penyebab ibu A marah…(sebutkan) dan yang ibu A rasakan….(sebutkan) dan yang ibu A lakukan….(sebutkan) serta akibatnya…(sebutkan)?”
”Coba selama saya tidak ada, ingat-ingat lagi penyebab marah ibu A yang lalu, apa yang ibu A lakukan kalau marah dan jangan lupa latihan napas dalamnya ya bu A. Sekarang kita buat jadwal latihannya ya bu A, berapa kali sehari bu A mau latihan napas dalam?jam berapa saja bu A?”
      c. Kontrak yang akan datang : menyepakati belajar cara baru yang sehat untuk mencegah perilaku kekerasan dan menyepakati waktu dan tempat latihan berikutnya
Perawat I : ”Baik, bagaimana kalau besok jam 08.00 saya datang lagi dan kita latihan cara berikutnya yaitu memukul kasur dan bantal untuk mencegah/ mengontrol marah bu A? Berapa lama kita akan berlatih? Tempatnya di kamar ini  saja ya bu A. Assalamualaikum”.

SP 1 PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL



Ibu S, 35 tahun masuk rumah sakit 3 hari yang lalu diantar keluarga dengan keluhan klien tidak mau berbicara, makan maupun keluar kamar. Klien pasca bercerai 3 bulan sebelum masuk rumah sakit. Klien juga memiliki riwayat KDRT.         

SP1 Pasien: Membina hubungan saling percaya, membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial, mendiskusikan keuntungan berhubungan mengenal orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain serta mengajarkan cara berkenalan.


ORIENTASI

Salam terapeutik:  “Assalamualaikum, selamat pagi bu, perkenalkan saya suster N.
“Nama ibu siapa? Senang dipanggil siapa bu?”
”Saya dinas pagi di ruangan  ini dari pk. 07.00-14.00. Selama di rumah sakit ini saya yang akan merawat ibu S?”
Evaluasi/Validasi:“Ibu bagaimana kabarnya hari ini ? Bagaimana perasaan ibu hari ini? ”
Kontrak                 : ” Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang apa yang ibu rasakan dan sekalian kita latihan cara memperkenalkan diri ? ”
” Berapa lama kita berbicara ?. 20 menit ya...?. Mau dimana...?. disini aja ya.”
Tujuan                   : “Tujuan pertemuan kita kali ini bu agar ibu mengenal keuntungan berhubungan dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain serta agar ibu tau bagaimana caraberkenalan.”



FASE KERJA

“ Bu, kalau d rumah atau d luar biasanya ibu ada berbincang-bincang tidak dengan orang di sekitar ibu??
Biasanya apa saja yang dibincangkan bu?  Hmm begitu ya bu.. Lalu sejak kapan ibu tidak mau berbicara dengan orang lain bu?? Kalau suster boleh tahu kenapa ibu tidak mau berbicara dengan orang lain.? Ibu jangan khawatir saya tidak akan membicarakannya pada orang lain.. oo begitu bu..
Bu, kalau menurut ibu berbincang-bincang dengan orang lain itu menguntungkan tidak?? Misalnya kita ada suatu masalah lalu kita ceritakan pada teman kita, rasanya lebih sedikit lega gak bu??
Lalu kalau kita pendam sendiri bu, rasanya masalah kita itu makin berat ga bu??
Nah!! Jadi kalau kita banyak bergaul hidup kita akan menjadi lebih senang kan bu???”

“Ibu biasanya berkenalan dengan orang lain bagaimana??Nah sekarang kita belajar cara memperkenalkan diri ya bu. Pertama kita sebutkan nama kita, contohnya “Saya S” lalu dilanjutkan dengan umur, tempat tinggal, daerah asal dan hobi ya bu, contohnya “ perkenalkan nama saya S umur saya 35 tahun, saya tinggal di Padang, saya berasal dari Solok dan hobi saya memasak.” Coba ibu ulangi ya...??
Bagus bu,, ibu tidak usah malu ya bu...” Nah, kalau ibu berkenalan dengan orang lain begitu caranya ya bu..”
“Ibu latih setiap hari cara bekenalan yang sudah saya ajarkan tadi ya bu..”





TERMINASI

Evaluasi
      Subjektif          : “Bagaimana Perasaan Ibu Setelah  Mengetahui Keuntungan Berhubungan Dan Kerugian Tidak Berhubungan Dengan Orang Lain Dan Setelah Kita Latihan Memperkenalkan Diri Bu??”
      Objektif           : “ Coba ibu sebutkan lagi keuntungan kita berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain..?? ya benar”
Lalu coba ibu ulangi cara memperkenalkan diri ya bu?? Ya bagus..”

Rencana Tindak Lanjut : “ Ibu ini saya punya lembaran jadwal kegiatan harian, satu untuk ibu satu untuk saya. Nanti ibu latih cara memperkenalkan diri ya bu lalu ibu catat di dalam di dalam jadwal kegiatan ini ya bu,.. Ibu maunya latihan jam berapa saja?? Ya baik, nanti ibu catat  ya bu,,”

Kontrak YAD       : “ Nah bu untuk hari ini sampai disini saja ya bu, kan sudah 20 menit.. Besok saya datang lagi ya bu,, kita latihan cara berkenalan dengan orang pertama yaitu saya ya bu, bagaimana setuju bu?? Ibu maunya latihan di mana bu?? Ibu maunya jam berapa?? Baik bu”

Salam                     : “ Baik,  saya pergi dulu ya bu. Terima kasih bu. Assalamualaikum..”