Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

TAK Stimulasi Persepsi: Harga Diri Rendah




Topik               : TAK Stimulasi Persepsi: Harga Diri Rendah
Sesi Ke            :I (Identifikasi hal positif pada Diri)
Terapis             : A.R.Yulia Sunarti
Sasaran            : Klien ruang rawat Anggrek (VIP) RS. Jiwa Prof.HB.SAANIN Padang
A.    TUJUAN
1.      Tujuan Umum
Untuk meningkatkan kembali harga diri klien terhadap dirinya
2.      Tujuan Khusus
Ø  Klien dapat mengidentifikasi pengalaman yang tidak menyenangkan yang dialaminya
Ø  Klien dapat mengidentifikasi hal positif pada dirinya

B.     LANDASAN TEORITIS
HARGA DIRI RENDAH
MASALAH UTAMA
Harga diri rendah.
PENGERTIAN
Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri.
PROSES TERJADINYA MASALAH
Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang diriya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain (Stuart & Sunden, 1995).Konsep diri tidak terbentuk sejak lahir namun dipelajari.
Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, 1999).
Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri.Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain, aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain.
Gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan, mengkritik diri sendiri, penurunan produktivitas, destruktif yang diarahkan pada orang lain, perasaan tidak mampu, mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial.
Faktor yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak relistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis. Sedangkan stresor pencetus mungkin ditimbulkan dari sumber internal dan eksternal seperti :Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menaksika kejadian yang megancam.
Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi. Ada tiga jenis transisi peran :
Ø  Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan. Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya, nilai-nilai tekanan untuk peyesuaian diri.
Ø  Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian.
Ø  Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh, perubahan ukuran, bentuk, penampilan dan fungsi tubuh, perubahan fisik, prosedur medis dan keperawatan.
Gangguan harga diri atau harga diri rendah dapat terjadi secara:
Situasional, yaitu terjadi trauma yang tiba‑tiba, misal harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubugan kerja dll. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopani (pemasangan kateter, pemeriksaan pemeriksaan perianal dll.), harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena di rawat/sakit/penyakit, perlakuan petugas yang tidak menghargai.Kronik, yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama.


MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI
1. Masalah keperawatan:
a. Resiko isolasi sosial: menarik diri.
b. Gangguan konsep diri: harga diri rendah.
c. Berduka disfungsional.
2. Data yang perlu dikaji:
a. Data subyektif:
Klien mengatakan: saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-apa, bodoh, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.
b. Data obyektif:
Klien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan, ingin mencederai diri / ingin mengakhiri hidup.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.          Resiko isolasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.
2.          Gangguan konsep diri: harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional.
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
Tujuan umum: sesuai masalah (problem).
Tujuan khusus:
1.                  Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
Tindakan:
1.1. Bina hubungan saling percaya
‑ Salam terapeutik
‑ Perkenalan diri
‑ Jelaskan tujuan inteniksi
‑Ciptakan lingkungan yang tenang
‑ Buat kontrak yang jelas (waktu, tempat dan topik pembicaraan).
1.2. Beri kesempatan pada klien mengungkapkan perasaannya.
1.3. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien.
1.4. Katakan kepada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri.
2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.
Tindakan:
2.1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien.
2.2. Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien, utamakan memberi pujian yang realistis.
2.3. Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.
3. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.
Tindakan:
3.1. Diskusikan bersama klien kemampuan yang masih dapat digunakan.
3.2. Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah.
4. Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki.
Tindakan :
4.1.Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan.
4.2.Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.
4.3.Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan.
5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan
Tindakan :
5.1. Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan.
5.2. Beri pujian atas keberhasilan
5.3. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah.
6. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada.
Tindakan:
6.1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien.
6.2. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat.
6.3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.
6.4. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.

C.    KRITERIA ANGGOTA KELOMPOK
v  Masalah actual (core problem) klien saat ini sama-sama harga diri rendah (HDR)
v  Klien sudah mampu mengatasi masalah utamanya sebelumnya yang diderita klien
D.    PROSES SELEKSI
Proses seleksi yang dilakukan terhadap klien yang akan terlibat dalam pelaksanaan TAK agar sesuai dengan criteria anggota kelompok yang diharapkan sehingga tujuan TAK tercapai.

E.     URAIAN STRUKTUR KEGIATAN
1.      Hari/ tanggal                              : Rabu/ 16 maret 2011
2.      Tempat kegiatan                        : Ruangan anggrek (VIP)
3.      Waktu kegiatan                         : 10.00 Wib – 10.30 Wib
4.      Metode kegiatan                        : Diskusi dan Permainan
5.      Anggota kelompok :
·         Vicky Tresnia                            0810321006
·         A.R.Yulia Sunarti                      0810321007
·         Sari Amini                                 0810321008
·         Loly Hidayati                            0810321009
·         Maharani Z                                0810321011

F.     MEKANISME KEGIATAN
No
Waktu
Kegiatan Terapis
Kegiatan Peserta
1.
---
Perencanaan :
·         Persiapan materi
·         Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan gangguan konsep diri : Harga diri rendah
·         Membuat kontrak dengan klien
·         Persiapan Media/ alat yang digunakan
·         Setting tempat terapis dan peserta
·         Pembagian tugas terapis

---
---



---

---

---

---
2.
Menit
Pelaksanaan
a.      Orientasi
1)      Salam Terapeutik
*      Salam terapeutik terapis kepada klien
*      Perkenalkan Nama dan panggialan terapis (pakai papan nama) dan juga pembimbing (jika Ada)
*      Menanyakan nama dan panggilan semua klien (Beri papan nama jika perlu)
2)      Evaluasi / validasi
ü  Menanyakan persaan klien saat ini (satu persatu)
3)      Kontrak
v  Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yaitu bercakap-cakap tentang hal positif diri sendiri
v  Terapis membuat kontrak waktu kegiatan selama 45 menit
v  Terapis menjelaskan aturan selama permainan yaitu:
·         Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus meminta izin kepada terapis (tidak dibenarkan meninggalkan kelompok begitu saja)
·         Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
b.      Kerja
Ø  Terapis membagikan kertas dan spidol / pena kepada klien

Ø  Terapis meminta tiap klien menulis pengalaman yang tidak menyenangkan
Ø  Terapis memberi pujian atas peran serta klien
Ø  Terapis membagikan kertas yang kedua
Ø  Terapis meminta klien menulis hal positif tentang diri sendiri : kemampuan yang dimiliki, kegiatan yang biasa dilakukan dirumah dan di rumah sakit

Ø  Terapis meminta klien membacakan hal positif yang sudah ditulis secara bergiliran sampai semua klien mendapatkan giliran
Ø  Terapis member pujian pada setiap peran serta klien



*      menjawab salam

*      Mendengarkan dan memperhatikan


*      Menjawab pertanyaan



*      Menjawab pertanyaan


*      Mendengarkan dan memperhatikan

*      Menyetujui kontrak yang waktu yang dibuat



*      Menyetujiu aturan main yang dibuat terapis




*      Menyetujui



*      Menerima dan baik


*      Menulis pengalaman yang tidak menyenangkan di kertas yang diberikan
*      Merasa senang

*      Menerima dengan semangat
*      Menulis hal positif tentang diri pada kertas yang kedua (kemampuan yang dimiliki, kegiatan yang biasa dilakukan dirumah dan di rumah sakit)
*      Membacakan hal positif yang sudah ditulis



*      Merasa senang dan berharga
3.
          Menit
Terminasi
a.      Evaluasi Pencapaian Tujuan
*      Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
*      Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
*      Terapis menanyakan perasaan setiap klien ( terkait dengan aspek tujuan khusus yang ingin dicapai)
b.      Memberikan Rencana Tindak Lanjut
v  Terapis meminta klien menulis hal positif lain yang belum tertulis
c.       Kontrak yang akan dating
*      Meyepakati TAK yang akan dating, yaitu melatih hal positif yang dapat diterapkan di rumah sakit dan di rumah
*      Menyepakati waktu dan tempat


v  Mengungkapkan pendapat

v  Mengucapkan terimakasih

v  Memberi tanggapan





v  Menuliskan hal positif lain yang belum tertulis


*      Menyetujui / memberi pendapat tentang rencana selanjutnya

*      Menyetujui / memberi pendapat tentang rencana selanjutnya

G.    PENGORGANISASIAN KELOMPOK
Leader                  : A.R.Yulia Sunarti
Co.Leader                        : Sari Amini
Observer               : Vicky Tresnia
Fasilitator             : Loly Hidayati dan Maharani Z

PRILAKU PEMIMPIN / TERAPIS YANG DIHARAPKAN :
1.      Peran Leader
·         Merancang TAK
·         Memimpin jalannya TAK dengan baik
·         Menjelaskan kepada klien tentang TAK yang di berikan
·         Memberikan reinforcement postif terhadap klien semua klien
2.      Peran Co.Leader
·         Membantu leader memimpin TAK
·         Menggantikan leader jika leader ada urusan mendadak
3.      Peran fasilitator
·         Seolah menjadi anggota kelompok
·         Membantu menstimulasi kelompok
·         Mendorong kelompok untuk melakukan TAK
·         Mendorong kelompok untuk memberikan tanggapan dan menjawab pertanyaan leader kepada kelompok
4.      Peran observer
·         Mengamati
·         Menilai
·         Memberi masukan

H.    MEDIA DAN ALAT
Ø  Spidol / pena sebanyak jumlah klien yang mengikuti TAK
Ø  Kertas putih HVS dua kali jumlah klien yang mengikuti TAK
I.       SETTING TEMPAT
Ø  Terapis dank lien duduk bersama dalam ruangan TAK
Ø  Ruangan nyaman dan tenang
J.      PROSES EVALUASI
·         Evaluasi struktur
Evaluasi terhadap struktur pelaksanaan proses pelaksanaan TAK yang diharapkan sesuai dengan proposal TAK seperti terkait dengan jumlah anggota TAK, setting tempat dan lain-lain
·         Evaluasi proses
Evaluasi terhadap proses pelaksanaan TAK yang diharapkan sesuai dengan rencana kegiatan proposal TAK
·         Eavluasi Hasil
Evaluasi terhadap hasil pelaksanaan TAK terkait dengan pencapaian tujuan yang diharapkan dalam proposal yaitu untuk TAK stimulasi persepsi : harga diri rendah Sesi 1, kemampuan klien yang diharapkan adalah menuliskan pengalaman yang tidak menyenangkan dan aspek positif (kemampuan) yang dimiliki. Formuli Evaluasinya adalah sebagai berikut.
No
Nama Klien
Menulis pengalaman yang tidak menyenangkan
Menulis hal positif diri sendiri




































K.    PENUTUP
Demikianlah proposal ini kami buat, semoga dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.


                                                                                                Padang, 16 Maret 2011
                                                                                                     Ketua Kelompok,


                                                                                                A.R.Yulia Sunarti

Disetujui oleh :

Pembimbing Akademik,                                                         Pembimbing Klinik



……………………………………….Ns. Basmaneli, S.Kep
Nip.                                                                                                   Nip.

Tidak ada komentar: