Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

Asuhan Keperawatan Leukemia


No.
Diagnosa (NANDA)
Kriteria Hasil (NOC)
Intervensi (NIC)

Resiko infeksi b.d penurunan sistem kekebalan tubuh
Status imun
Klien diharapkan mampu:
·         Tidak adanya infeksi berulang
·         Tidak adanya tumor
·         Status pencernaan dari skala yang diharapkan
·         Status pernapasan dari skala yang diharapkan
·         Berat badan dalam batas normal
·         Suhu tubuh normal
·         Tidak adanya kelelahan secara terus menerus
·         Jumlah sel darah putih dalam batas normal
Status nitrusi
Klien diharapkan mampu menormalkan:
·         Pemasukan nutrisi
·         Pemasukan makanan dan cairan
·         Energi
·         Masa tubuh
·         Berat badan
Manajemen lingkungan
Intervensi yang dilakukan :
·         Ciptakan lingkungan yang aman untuk pasien.
·         Identifikasi kebutuhan keamanan pasien, berdasarkan tingkat fisik, dan fungsi kognitif dan pengalaman masa lalu.
·         Hindari lingkungan yang berbahaya (ex : permadani lepas dan kecil, perabotan rumah yang dapat dipindah-pindahkan).
·         Hindari objek yang berbahaya dari lingkungan.
·         Usaha perlindungan dengan pinggir jeruji/pinggir lapisan jeruji, dengan tepat.
·         Dampingi pasien selama aktivitas di luar bangsal.
·         Atur tinggi rendahnya tempat tidur.
·         Sediakan peralatan yang adaptif (ex : tangga yang dapat disandarkan dan susuran tangan), dengan tepat.
·         Tempatkan furniture dalam ruangan dengan susunan yang tepat.
·         Sediakan tabung panjang untuk membuat gerakan lebih leluasa.
·         Tempatkan objek yang digunakan dalam batas jangkauan.
·         Sediakan kamar untuk 1 orang.
·         Sediakan tempat tidur yang bersih dan nyaman.
·         Sediakan tempat tidur yang kokoh/kuat.
·         Tempatkan perubahan posisi tempat tidur dalam kondisi yang mudah dijangkau.
·         Kurangi rangsangan dari lingkungan.
·         Hindari pencahayaan yang tidak penting, sirkulasi udara, keadaan yang terlalu panas, ataupun dingin.
·         Atur suhu lingkungan sesuai kebutuhan pasien, jika suhu tubuhnya berubah.
·         Kontrol/cegah bising yang berlebihan, bila memungkinkan.
·         Kontrol pencahayaan untuk manfaat terapeutik.
·         Batasi jumlah pengunjung.
·         Batasi kunjungan secara personal kepada pasien, keluarga, kebutuhan penting lainnya.
·         Lakukan rutinitas sehari-hari sesuai kebutuhan pasien.
Manajemen nutrisi
Intervensi yang dilakukan :
·         Tanyakan apakah pasien mempunyai alergi terhadap makanan.
·         Pastikan makanan kesukaan pasien.
·         Dorong kenaikan pemasukan zat besi makanan, dengan tepat.
·         Dorong kenaikan pemasukan protein, zat besi, vitamin C, dengan tepat.
·         Berikan pasien dengan protein tinggi, kalori tinggi, nutrisi makanan cemilan dan minuman itu bisa dengan mudah mengonsumsi denagn tepat.
·         Ajarkan pasien bagaimana menafkahkan buku harian makanan, sesuai dengan kebutuhan.
·         Kontrol catatan pemasukan untuk kandungan nutrisi dan kalori.
2.       
Resiko perdarahan b.d trombositopenia
Pembekuan darah
Klien diharapkan mampu menormalkan :
·         Gumpalan pembentukan
·         Waktu protrombin
·         Hb
·         Perdarahan
·         Memar
·         Petechiae
Pencegahan perdarahan
Intervensi yang dilakukan :
·         Monitor kemungkinan terjadinya perdarahan pada pasien
·         Catat kadar HB dan Ht setelah pasien mengalami kehilangan banyak darah
·         Pantau gejala dan tanda timbulnya perdarahan yang berkelanjutan 9cek sekresi pasien baik yang terlihat maupun yang tidak disadari perawat)
·         Pantau factor koagulasi, termasuk protrombin (Pt), waktu paruh tromboplastin (PTT), fibrinogen, degradasi fibrin, dan kadar platelet dalam darah)
·         Pantau tanda-tanda vital, osmotic, termasuk TD
·         Atur pasien agar pasien tetap bed rest juka masih ada indikasi pendarahan
·         Atur kepatenan/ kualitas produk / alat yang berhubungan dengan perdarahan
·         Lindungai pasien dari hal-hal yang menimbulkan trauma dan bias menimbulkan perdarahan
·         Jangan lakukan injeksi
·         Gunakan sikat gigi yang lembut untuk perawatan oral pasien
·         Gunakan alat ukur elektrik yang memiliki pinggiran tepi saat pasien mencukur
·         Hindari tindakan invasive
·         Cegah memasukkan sesuatu kedalam lubang daerah yang mengalami perdarahan
·         Hindari pengukuran suhu secar rectal
·         Jauhkan alat-alat berat disekitar pasien
·         Instruksikan pasien untuk menghindari/ menjauhi aspirasi atau anti koagulan yang lain
·         Instruksikan pasien untuk menghindar aspirin/ antikoagulan yang lain
·         Instruksikan pasien untuk emngkonsumsi makanan yang mengandung vit K
·         Cegah terjadi konstipasi
·         Ajarkan pasien dan keluarga untuk mengenali tanda-gejala terjadinya perdarahan dan tindakan pertama untuk penanganan selama perdarahan berlangsung
3.       
Intoleransi aktivitas b.d kelemahan umum (anemia)
Toleransi aktivitas
Klien diharapkan mampu untuk menormalkan:
·         Saturasi oksigen ketika beraktivitas
·         Denyut nadi ketika beraktivitas
·         Laju pernapasan ketika beraktivitas
·         Tekanan darah sistolik
·         Tekanan darah diastolic
·         Pemeriksaan EKG
·         Warna kulit
·         Kekuatan tubuh atas
·         Kekuatan tubuh bawah
Daya tahan
Klien diharapkan mampu untuk menormalkan:
·         Kinerja dari rutinitas
·         Aktivitas
·         Konsentrasi
·         Kepulihan energy setelah beraktivitas
·         Tingkat oksigen darah

Tingkat kegelisahan
Klien diharapkan mampu untuk menormalkan:
·         Nyeri
·         Cemas
·         Mengerang
·         Stress
·         Takut
·         Kegelisahan
·         Nyeri otot
·         Meringis
·         Sesak nafas
·         Mual
·         Muntah
Terapi aktivitas
Intervensi yang dilakukan:
·         Kolaborasi dengan terapis dalam merncanakan dan memonitor program aktivitas
·         Tingkatkan komitmen pasien dalam beraktivitas
·         Bantu mengekplorasi aktivitas yang bemanfaat bagi pasien
·         Bantu mengidentifikasi sumberdaya yang dimiliki dalam beraktivitas
·         Bantu pasien/keluarga dalam beradaptasi dengan lingkungan
·         Bantu menyusun aktivitas fisik
·         Pastikan lingkungan aman untuk pergerakan otot
·         Jelaskan aktivitas motorik untuk meningkatkan tonus otot
·         Berikan reinforcemen positif selama beraktivitas
·          Monitor respon emosional, fisik, sosial dan spiritual

Manajemen energy
Intervensi  yang dilakukan
·         Tentukan pembatasan aktivitas fisik pasien
·         Jelaskan tanda yang menyebabkan kelemahan
·         Jelaskan penyebab kelemahan
·         Jelaskan apa dan bagaimana aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun energi
·         Monitor intake nutrisi yang adekuat
·         Monitor respon kardiorespirasi selama aktivitas
·         Monitor pola tidur
·         Monitor lokasi ketidaknyamanan/nyeri
·         Batasi stimulus lingkungan
·         Anjurkan bedrest
·         Lakukan ROM aktif/pasif
·         Bantu pasien membuat jadwal istirahat
·         Monitor efek obat stimulan dan depresan
·         Monitor respon oksigenasi pasien
4.       
Nyeri b.d agen cedera biologis (efek fisiologis dari leukemia)
Tingkat Kecemasan :
Klien diharapkan mampu untuk :
·         Menghindari perasaan gelisah.
·         Menghindari serangan panik
·         Menghindari Rasa cemas yang berlebihan.
·         Mengontrol tekanan darah.
·         Mengontrol peningkatan denyut nadi.
·         Mengontrol peningkatan jumlah pernafasan.
·         Menghindari hal-hal yang bisa mengganggu tidur.
Tingkatan nyeri
Klien diharapkan mampu untuk:
·         Mengendalikan rasa nyeri.
·         Mengontrol diri dari kehilangan nafsu makan.
Mengurangi rasa cemas:
Intervensi yang dilakukan:
·         Tenangkan klien dan melakukan pendekatan.
·         Kaji perspektif situasi stress klien.
·         Berikan informasi faktual mengenai diagnosis, terapi, dan prognosis.
·         Bantu pasien untuk untuk meminimalisir rasa cemas yang timbul.
·         Kaji tanda-tanda kecemasan baik secara verbal maupun non verbal.
Menajemen nyeri
Intervensi yang dilakukan:
·         Ajarkan klien tentang bagaimana cara mengontrol rasa nyeri.
·         Ajarkan klien teknik-teknik relaksasi.
·         Ajarkan klien bagaimana cara menghindari diri dari rasa cemas.
5.       
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d faktor biologi (anoreksia)
Status Nutrisi
Klien diharapkan mampu untuk menormalkan:
·         Pemasukan nutrisi
·         Pemasukan makanan
·         Pemasukan cairan
·         Energy
·         Berat badan
·         Tonus otot
·         Hidrasi

Nafsu makan
Klien diharapkan mampu untuk menormalkan:
·         Menyeimbangkan nafsu makan
·         Menyeimbangkan Pasokan cairan tubuh
·         Menyeimbangkan Pasokan nutrisi tubuh
Weight gain behavior :
Klien diharapkan mampu :
·         Mengidentifikasi penyebab kehilangan berat badan
·         Memilih sebuah target sehat berat badan.
·         Mengidentifikasi pemasukan kalori
·         Memilihara suplai nutrisi makanan dan minuman yg adekuat
·         Meningkatkan nafsu makan
Mengontrol nafsu makan:
Intervensi yang dilakukuan:
·         Anjurkan asupan kalori yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup.
·         Kontrol asupan nutrisi dan kalori.
·         Anjurkan kepada klien untuk mengkonsumsi nutrisi yang cukup.
Pengontrolan nutrisi
Intervensi yang dilakukuan:
·         Tanyakan apakah pasien mempunyai alergi terhadap makanan
·         Tentukan makanan pilihan pasien
·         Tentukan jumlah kalori dan jenis zat makanan yang diperlukan untuk memenuhi nutrisi, ketika berkolaborasi dengan ahli makanan, jika diperlukan
·         Tunjukkan intake kalori yang tepat sesuai tipe tubuh dan gaya hidup
·         Timbang berat badan pasien pad jarak waktu yang tepat
Terapi Nutrisi
Intervensi yang dilakukan :
·         Monitor pemasukan cairan dan makanan dan menghitung pemasukan kalori sehari-hari
·         Bantu pasien membentuk posisi duduk yang benar sebelum makan
·         Ajarkan pasien dan kelurga tentang memilih makanan
6.       
Kerusakan integritas kulit b.d zat kimia (kemoterapi, radioterapi)
Intregitas jaringan : kulit dan membran mukosa
Klien diharapkan mampu menormalkan :
·         Temperatur
·         Sensasi
·         Elastisitas
·         Pigmentasi
·         Warna
·         Ketebalan
·         Jaringan bebas lesi.
Pengawasan kulit
Intervensi yang dilakukan:
·         Amati warna kulit, kehangatan (suhu), bengkak, getaran, tekstur kulit, udem.
·         Pantau area yang tidak berwarna dan memar kulit serta membran mukosa.
·         Pantau kelainan kekeringan dan kelembaban kulit.
·         Catat perubahan kulit atau membran mukosa.
·         Periksa keketatan pakaian.
·         Pantau warna kulit.
·         Pantau suhu kulit.
·         Instruksikan anggota keluarga / pemberi perawatan tentang tanda – tanda dari kerusakan kulit.


Tidak ada komentar: