Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

PENJABARAN AKTIVITAS



 PENJABARAN AKTIVITAS

MANAGEMEN ELEKTROLIT : Hiponatremia

Defenisi : Meningkatkan keseimbangan sodium dan mencegah komplikasi akibat rendahnya kadar sodium serum.

Aktivitas
-         ambil specimen labor untuk untuk menganalisa kadar sodium ( misalnya, serum dan sodium urin, serum dan klorida urin, dan berat jenis urin )
-         pantau keseimbangan elektrolit yang berhubungan dengan hipotermia ( misalnya, hipokalemia, metabolis asidosis, dan hipoglikemia )
-         pantau hilangnya sodium ( oliguri )
-         pantau fungsi renal ( misalnya BUN dan Cr level )
-         pantau intake dan output
-         timbang berat badan tiap hari dan pantau perubahannya
-          pantau indikasi kelebihan / retensi cairan ( misalnya, pecah, elevasi CVP atau tekanan paru-paru, edema, distensi pembuluh darah leher, an asites )
-         Pantau status hemodinamik, peningkatan CVP, MAP, PAP, dan PCWP, jika memungkinkan
-         Berikan cairan normal dan plasma ekspander bila terjadi hipovolemia
-         Berikan cairan hipertonik (3%-5% dengan 3 ml/kg/jam atau berdasarkan koreksi hiponatrium
-         Hindari kelebihan pemberian cairan hipotonik
-         Ajarkan pasien untuk menggunakan terapi diuretik
-         Segera cegah atau pantau kembali hiponatremia ( tingkat serum Na lebih besar dari 125 mEq/L dan hipokalemia )
-         Batasi aktivitas pasien untuk memelihara energi
-         Jaga asupan cairan
-         Pantau manifestasi neurologi atau neuromuskular ( misalnya, latergi, peningkatan ICP, kesadaran, sakit kepala, koma, tremor, kelemahan otot, dn hiperreflexia )
-         Pantau manifestasi kardiovaskular ( misalnya, elevasi tekanan darah, hipo atau hipervolemia )
-         Pantau manifestasi GI ( misalnya, anorexia, nausea, vomiting, dan diare )
-         Anjurkan makanan / minuman yang tinggi sodium
-         Instruksikan pasien dan/atau keluarga tentang penanganan hiponatremia

MANAGEMENT ELEKTROLIT : Hipopospatemia

Defenisi : Meningkatkan keseimbangan pospat dan mencegah komplikasi akibat rendahnya kadar pospat serum.

Aktivitas
-         ambil spesimen labor untuk untuk menganalisa kadar posfat dan tingkat elektrolit ( misalnya, ABG, urin, dan tingkat serum )
-         pantau keseimbangan elektrolit yang berhubungan dengan hipofospatermia ( misalnya, hipokalemia; hipomagnesemia; alkalosis respirasi, asidosis metabolik, dan tingkat posfat urin, kalsium, dan maknesium )
-         pantau untuk mengurangi tingkat posfat yang dihasilkan dari kekurangan intake dan penyerapan ( misalnya, kelaparan, vomiting, penyakit pankreas, diare )
-         pantau untuk mengurangi tingkat posfat yang dihasilkan oleh pengeluaran ginjal ( misalnya, hipokalemia, hipomagnesemia, alkohol, hemodialisis dengan dialisa posfat yang rendah, dan defisiensi vitamin D )
-         berikan suplemen posfat IV atau PO
-         pantau fungsi ginjal selama pemberian suplemen posfat
-         anjurkan meningkatkan posfat melalui intake oral (misalnya, konsumsi harian, kacang-kacangan, sayur dan buah kering, dan daging)
-         Pantau neuromuskular untuk manifestasi hiponatremia ( misalnya, lemah, lesu, malaise, tremor, ataxia, peningkatan kreatinin pospokinase, abnormal EMG, dan rhabdomyolysis )
-         Pelihara kekuatan otot ( misalnya, bantu dengan latihan-latihan pasif atau aktif )
-         Pantau manifestasi CNS ( misalnya, kehilangan memori, perhatian berkurang, kebingungan, konvulsi, koma, abnormal EEG, reflek berkurang, kerusakan fungsi sensori, kelumpuhan syaraf kranial )
-         Pantau manifestasi tulang ( misalnya, tulang pegal-pegal, fraktur, kaku )
-         Pantau manifestasi kardiovaskular ( misalnya, kontraxi berkurang, cardiac output berkurang, gagal jantung, dan ectopy )
-         Pantau manifestasi pulmonar ( misalnya, respirasi dangkal, volume tidal berkurang )
-         Pantau manifestasi IG ( misalnya, nausea, vomating, anorexia, kerusakan fungsi liver, hipertensi portal )
-         Pantau manifestasi hematologi ( misalnya, anemia, peningkatan hemoglobin yang mengikat oxigen untuk peningkatan SaO2, peningkatan faktor infexi karena kerusakan fungsi WBC dan trombositopenia serta hemoragi )
-         Instruksikan pasien dan/atau keluarga tentang penanganan hipopospatemia

MONITORING ELEKTROLIT

Defenisi : Mengumpulkan dan menganalisa data pasien untuk mengatur keseimbangan elektrolit.

Aktivitas
-         pantau tingkat serum elektrolit
-         pantau serum albumin dan tingkat total protein
-         pantau keseimbangan asam basa
-         identifikasi kemungkinan penyebab ketidakseimbangan elektrolit
-         catat dan laporkan adanya ketidakseimbangan elektrolit
-         pantau kehilangan cairan dan elektrolit
-         pantau tanda Chvostek dan/atau Trousseau
-         pantau manifestasi neurologi ( misalnya, perubahan dan kelemahan sensorik )
-         pantau keadekuatan ventilasi
-         pantau tingkat osmolitik urin
-         pantau EKG untuk mengetahui tingkat abnormal K, Ca, dan Mg
-         catat perubahan sensasi periperal, seperti tremor
-         catat kekuatan oto
-         pantau nausea, vomating dan diare
-         identifikasi pengobatan yang dapat mengubah status elektrolit, seperti diuretik, antihipertensi, dan kalsium chanel bloker
-         pantau tanda dan gejala hipokalemia : kelemahan otot, cardiac irregularities (PVC), penurunan mobilitas GI, dan penurunan respirasi
-         pantau tanda dan gejala hiperkalemia : anxietas, nausea, vomiting, kekakuan abdomen, kelemahan, brakikardi an takikardi
-         pantau tanda dan gejala hiponatremia : disorientasi,  kejang otot, nausea dan vomiting, sakit kepala, latergi, dan koma
-         pantau tanda dan gejala hipernatremia : haus yang berlebihan, kering, membran mukosa lengket
-         pantau tanda dan gejala hipokalsemia : irritability, kekakuan otot, peningkatan cardiac output, perdarahan dan fraktur
-         pantau tanda dan gejala hiperkalsemia : haus yang berlebihan, nyeri tulang dalam, anorexia, latergi, dan kelemahan otot
-         pantau tanda dan gejala hipomagnesemia : kelemahan mental, kebingungan, dan cardiac dysrthymias
-         pantau tanda dan gejala hipermagnesemia : kelemahan otot, hiporeflexia, hipotensi, bradikardi, depresi pernapasan, latergi, dan koma
-         pantau tanda dan gejala hipopospatemia : kelemahan otot, anemia hemolitik, nausea, vomiting, anorexia, dan pnurunan fungsi sel darah putih
-         pantau tanda dan gejala hiperpospatemia : takikardi, nausea, diare, kekakuan abdomen, dan flaccid paralisi
-         pantau tanda dan gejala hipokloremia : tetany, respirasi lambat, dan hipotensi
-         pantau tanda dan gejala hiperkloremia : kelemahan, sesak nafas, dan koma
-         sediakan diet yang sesuai dengan ketidakseimbangan elektolit pasien
-         ajakan pasien cara untuk mencegah atau meminimalkan ketidakseimbangan elektrolit
-         beritahu pasien dan keluarga untuk memodifikasi diet
-         konsultasikan dengan dokter jika tanda dan gejala tidak berubah atau semakin buruk

MONITORING ELEKTROLIT FETAL : ANTEPARTUM

Defenisi : evaluasi elektrolit dari respon denyut jantung fetal terhadap perpindahan / pergerakan, stimulus eksternal, atau kontaksi uterin selama tes antepartal

Aktivitas
-         Review sejarah kandungan; jika tersedia, untuk menentukan kandungan atau status fetal
-         Menentukan pengetahuan pasien tentang alasan untuk antepartum testing
-         Mengambil tanda penting maternal
-         Menanyakan tentang oral intake, termasuk diet, merokok, dan pengobatan yang digunakan
-         Review tes antepartum terdahulu
-         Verifikasi maternal dan tingkat jantung fetal sebelum menginisiasi pantauan elektrolit fetal
-         Instruksikan pasien tentang alasan untuk memantau elektrolit
-         Melakukan Leopold untuk mensiasati posisi fetal
-         Menerapkan tocotranducer untuk mengobservasi kontraksi, frekwensi dan durasi
-         Menerapkan ultrasound transducer di area uterus dimana bunyi jantung fetal terdengar jelas
-         Diskusikan hasil ritim dengan ibu dan keluarga
-         Terangkan tentang tingkat jantung fetal yang normal, seperti corak khas di artifact, kehilangan signal dengan pergerakan fetal, dan tampilan yang tak beraturan
-         Sesuaikan pantauan untuk mencapai dan memelihara kejelasan tindakan
-         Menyediakan stimulasi vibroaukustik
-         Tingkatkan infus oxytosin, sampai tercapainya kebutuhan ( misalnya, umumnya kontraksi 3 kali 10 menit )
-         Nilai ultrasound dasar untuk kriteria biophisical
-         Menyediakan bimbingan antisipasi untuk hasil tes abnormal ( misalnya, hasil biophisical rendah )
-         Ulangi rencana melakukan tes antepartum
-         Bersihkan peralatan

MONITORING ELEKTROLIT FETAL : INTRANATAL

Defenisi : evaluasi elektrolit dari respon denyut jantung fetal terhadap kontraksi uterin selama intrapartal care

Aktifitas
-         verifikasikan internal dan tingkat jantung fetal sebelum menginisiasa elektrolit fetal
-         Instruksikan wanita dan orang yang mendukung tentang alasan memantau elektrolit, seperti halnya memperolah informasi
-         Melakukan Leopold untuk mensiasati posisi fetal
-         Melakukan tocotransducer untuk mengopservasi frekwensi dan durasi kontraksi
-         Palpasi untuk menentukan intensitas dengan menggunakan tocotransducer
-         Lakukan ultrasound transducer pada area uterus saat terdengar bunyi jantung fetal
-         Membedakan antara berbagai fetus dengan pendokumentasian, menggunakan satu monitor elekronik fetal ( misalnya, bayi A, bayi B )
-         Mencirikan antara berbagai fetus dengan membandingkan data, menggunakan dua monitor fetal yang terpisah
-         Diskusikan penampilan bagian ritim dengan ibu dan orang yang mendukung
-         Menyesuaikan monitor untuk mancapai dan memelihara keelasan dari tracing
-         Menginterpretasikan trip saat 10 menit tracing sampai memperolah aktifitas jantung fetal dan uterin
-         Mendokumentasikan unsur tracing eksternal, mencakup tingkat jantung, pola oscillatory, variabelisasi long-term, accelarasi, decelarasi, dan frekwensi serta durasi kontraksi
-         Mendokumentasikan intrapartal care ( misalnya, uji vagina, administrasi pengobatan, dan tanda vital maternal )
-         Memindahkan monitor elekronik, sebagai kebutuhan untuk ambulan, setelah membuktikan tracing tersebut normal
-         Menggunakan monitor interminten atau telemetri fetal, jika memungkinkan, untuk fasilitas ambulan maternal
-         Inisiasi intervensi reressusitasi fetal pada keadaan pola jantung fetal yang abnormal
-         Dokumentasikan perubahan pola jantung fetal setelah ressusitasi
-         Klaribrasi peralatan, pada pemantauan internal dengan spiral elektrode dan / atau kateter intrauterin
-         Gunakan pencegahan universal
-         Terapkan elektrode internal fetal setelah rupturnya membran, ketika diperlukan untuk mengurangi artifak atau untuk mengevaluasi variabilitas short-term
-         Terapkan kateter uterin internal setelah rupturnya membran, ketika perlu untuk  perolehan tekanan data kontraksi uterin dan nada istirahat
-         Dokumentasikna respon maternal pada aplikasi monitor internal, termasuk tingkat ketidaknyamanan atau nyeri, penampilan cairan amnion dan pendarahan
-         Dokumentasikan respon fetal, termasuk variabilitas short-term, asselarasi, atau deselarasi tingkat jantung fetal
-         Peroleh informasi dokter yang bersangkutan dengan perubahan tingkat jantung fetal, respon fetal, kemajuan labor, dan respon maternal pada labor
-         Lanjutkan elektroning monitoring sampai tingkat kedua pada penyarahan caesar
-         Pindahkan monitor intenal sebelum caesar untuk pencegahan infeksi maternal
-         Dokumentasikan interpretasi, untuk keamanan
-         Menyediakan penyimpanan dari potongan intrapartal sebagai bagian rekaman tetap pasien

ELOPEMENT PRECAUTIONS

Defenisi : meminimalkan resiko seorang pasien meninggalkan perawatan tanpa otorisasi saat munculnya ancaman bagi keselamatan pasien dan yang lain

Aktifitas
-         pantau pasien untuk indikator potensi kabur ( misalnya, indikator verbal, berkeliaran di dekat pintu keluar, banyak baju lampisan, disorientasi, separasi anxietas, dan homesickness )
-         klarifikasi status aman pasien
-         komunikasikan resiko pada other care provider
-         membiasakan diri pasien dengan lingkungan dan aktifitas untuk pengurangan anxietas
-         membatasi pasien pada lingkungan yang aman ( misalnya, kunci atau pasang alarm pada pintu keluar dan kunci jendela ) ,ika diperlukan
-         menyediakan alat adaptif unuk membatasi pergerakan, jika dibutuhkan ( misalnya, kandang, gerbang, penyangga pintu, atau pengekang fisik )
-         menyediakan supervisi/superlensi sesuai tingkatan untuk memantau pasien
-         meningkatkan supervisi/superlensi ketika pasien berada di luar lingkungan aman ( misalnya, ikat tangan pasien atau tingkatkan jumlah staf dengan rasio pasien )
-         menyediakan alat adaptif yang dapat memantau lokasi pasien ( misalnya, elektronik sensor pada pasien, pemicu alarm atau kunci )
-         merekam deskripsi fisik ( misalnya, BB, TB, mata/rambut/warna kulit, dan beberapa karakter yang menonjol ) sebagai referensi
-         menugaskan consistent caregivers pada basis sehari-hari
-         dorong pasien untuk mencari jalan keluar sebagai bantuan ketika mengexpresikan perasaan ( misalnya, anxietas, marah dan takut )
-         menyediakan ketenangan dan kenyamanan
-         mendiskusikan dengan pasien mengapa ia ingin keluar dari perawatan
-         identifikasikan dengan pasien, jika memungkinkan, beberapa variabel yang bisa menjadi alternatif untuk membuat pasien merasa lebih nyaman dengan sisa waktu perawatan
-         mendorong pasien untuk membuat komitmen dan melanjutkan perawatan

DUKUNGAN EMOSIONAL

Definisi: Tindakan mencegah,menjamin,menerima,dan  memberi dukungan selama masa stress.

Aktifitas
-         Diskusikan dengan pasien tentang pengalaman emosionalnya
-         Bantu pasien dalam mengenali perasaan,seperti kecemasan,marah,atau kesedihan
-         Beri dukungan pada pasien untuk menekan perasaan cemas,marah,atau sedih
-         Diskusikan akibat dari tidak mengerjakan dengan perasan bersalah dan malu
-         Dengarkan ekspresi perasaan dan kepercayaan
-         Fasilitasi identifikasi pasien terhadap tanda-tanda respon dari koping dengan ketakutan
-         Beri dukungan selama fase penolakan, marah, penawaran,sampai fase penerimaan
-         Identifikasi fungsi kemarahan, frustasi, dan layanan untuk pasien
-         Beri dukungan untuk membicarakan atau menangis untuk mengurangi respon emosi
-         Tetap dengan pasien dan lakukan tindakan penyelamatan dan perlindungan selama periode kecemasan
-         Menyediakan asisten dalam pengambilan keputusan
-         Pertimbangkan untuk konseling,jika diperlukan


Tidak ada komentar: