Aplikasi Merah Putih

Assalamualaikum.
dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, telah hadir aplikasi merah putih terbaru untuk mendapatkan pulsa gratis. Sudah terbukti dapat pulsa langsung. Sebarkan berita gembira ini. Download aplikasinya lewat link dibawah ini :
https://invite.cashtree.id/fd659d

Analisa Data Praktik Kerja Lapangann (PKL)



No.
DATA
MASALAH
ETIOLOGI
1.












































2.




































3



































4





































5



















































6

























































7





























8



















































9
IBU HAMIL
Angket:
Dari 10 ibu hamil :
-       4 orang (40%) Ibu Hamil berusia dibawah 20 tahun
-       1 dari 2 ibu hamil persalinan sebelumnya ditolong oleh dukun beranak
-       2 orang (20%) kehamilan tidak direncanakan
-       4 orang (40%) Ibu Hamil mengeluh mual-muntah
-       8 orang (80%) Ibu Hamil mengeluh pusing
-       1 orang (10%) mengeluh tidak ada nafsu makan
-       1 dari 4 orang (25%) ibu hamil tidak memeriksakan kehamilan karena malas
-       3 dari 4 orang (75%) ibu hamil tidak memeriksakan kehamilan karena  tempat pelayanan kesehatan jauh dari rumah
-       5 orang (50%) Ibu Hamil tidak meminum pil penambah darah
-       5 orang (50%) Ibu Hamil tidak mendapatkan imunisasi TT selama hamil
-       6 orang (60%) Ibu Hamil merencanakan melahirkan dengan pertolongan dukun bayi/kampung

 Wawancara:
-       Berdasarkan hasil wawancara pada saat pengkajian, seluruh ibu hamil tidak mengetahui tentang senam hamil
-       Bidan desa mengatakan ibu hamil yang mendapatkan imunisasi TT sekitar 3-5 orang
Observasi:
-       Tempat pelayanan kesehatan jauh dari rumah penduduk

IBU MENYUSUI
Angket:
Dari 36 ibu menyusui:
-           18 orang (50%) Ibu mengatakan ASI Eklusif diberikan kurang dari 6 bulan
-           19 orang (52,8%) Ibu menyusui tidak memberikan susu jolong/colostrum pada bayinya
-           12 orang (34,3%) Ibu merencanakan menyusui bayinya sampai berhenti sendiri
-           15 orang (78,9%) Ibu tidak memberikan susu jolong/kolostrum karena tidak tahu manfaat susu jolong
-           19 orang (52,8%) Ibu membiarkan masalah dalam menyusui bayinya
-           4 orang (21,1%) Ibu mengatakan susu jolong/colostrum kotor

Wawancara:
-            Bidan desa mengatakan semua ibu yang melahirkan dengannya mendapatkan penyuluhan tentang cara menyusui yang benar
-            Dukun beranak/kampung mengatakan memberikan penyuluhan tentang melancarkan ASI tetapi tidak pernah memberikan penyuluhan tentang cara menyusui yang benar

KELUARGA BERENCANA
Angket :
Dari 189 Pus terdapat,
-          22 orang (11,6%) Ibu/Bapak mengatakan tidak tau mannfaat KB
-          54 orang (28%) Ibu/Bapak tidak menggunakan KB
-          18 orang (33,3%) Ibu/Bapak tidak menggunakan KB karena ingin mempunyai anak
-          5 orang (9,3%) Ibu-Ibu tidak menggunaka KB karena dilarang suaminya
-          13 orang (11,2%) Ibu-Ibu yang memakai KB mengalami efek samping flek hitam pada wajah
-          82 orang (70,7%) Ibu-Ibu yang memakai KB mengalami kegemukan
Wawancara :
-          Hasil wawancara pada 22 orang PUS (11,6%) mengatakan tidak mengetahui manfaat KB
-          5 orang PUS (9,3%) mengatakan tidakmenggunakan KB karena dilarang suami
-          82 Orang PUS (70,7%) mengatakan mengalami kegemukan ssaat memakai KB

BAYI
Angket :
Didapat jumlah bayi 17 orang
-          3 orang (17,6%) berat badan bayi berada di warna kuning
-          2 orang (11,8%) ibu mengatakan bayi tidak perlu di imunisasi
-          14 orang (82,5%) bayi tidak mendapat imunisasi lengkap
-          9 orang (52,9%) bayi diberi makanan tambahan kurang dari 6 bulan
-          2 orang (11,8%) bayi diberi makanan tambahan pisang, madu, air teh sebelum 6 bulan
-          1 orang (5,9%) jika sakit biasanya berobat ke dukun kampung
-          3 orang pernah menderita penyakit campak
-          2 orang pernah menderita penyakit cacar
Wawancara :
-          Dari hasil wawancara pada ibu yang mempunyai bayi mengatakan malas membawa bayi ke posyandu
-          Dan sebagian lagi mengatakan karena jarak posyandu jauh
Observasi :
-          Terdapat posyandu tetapi tidak aktif lagi
-          Posyandu jauh dari rumah-rumah penduduk
-           
BALITA
Angket :
-          Dari 100 ibu yang memiliki balita, 75 orang (75 %)di tolong oleh dukun terlatih
-          Dari 100 ibu yang memiliki balita,  ibu yang membawa balitanya ke posyandu, 51 orang (51%) ibu jarang untuk datang ke posyandu dengan alasan :
1.      Posyandu jauh 17 orang (33,3 %)
2.      Tidak terbiasa ke posyandu 13 orang (25,5 %)
3.      Kesibukan 11 orang (21,6 %)
4.      Malas 10 orang (19,6 %)
-          Dari 100 ibu yang memiliki balita, 53 yang memiliki balita yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap dengan alasan
1.      Jarak yang jauh 24 (45,3 %)
2.      Anak yan sering sakit 13 (24,5 %)
3.      Kesibukan 11 (20,8 %)
4.      Takut anak sakit 5 (9,4 %)
-          Dari 100 ibu yang memiliki balita, 55 (55 %)mengatakan usia balita mendapatkan makanan tambahan kurang dari 6 bulan
-          Dari 100 balita 2 (2,0%) di antaranya berat badan balita pada KMS di garis merah
Wawancara :
-          Dari hasil wawancara terhadap bidan desa usul mengatakan hanya 20 orang ibu yang datang ke posyandu kasih ibu
-          Dari hasil wawancara dengan kader posyandu di desa usul mengatakan Posyandu tetap aktif. Tapi ada jadwal yang di undur tapi ibu yang mempunyai balita tidak mengetahui jadi mereka tidak datang.
Observasi :
berdasarkan observasi saat    pengkajian terdapat 2 orang anak yang mengalami berat badannya yang kurang
USIA SEKOLAH
Angket :
-          85 orang (68 %) ibu tidak pernah memberikan suplemen dan vitamin tambahan
-          65 orang (52%) anak mengalami masalah       dengan gigi
-          83 orang (66.4 %) ibu tidak pernah memeriksakan gigi anaknya ke pelayanan kesehatan.
-          19 orang (15,2%) anak hanya menggosok gigi 1 kali sehari
-          12 orang (9,6%) anak tidak pernah menggosok gigi.
-          70 orang (53 %) Anak memanfaatkan       bermain diluar waktu sekolah
Wawancara:
-          8 % anak mengatakan malas menggosok gigi
-          Dari hasil wawancara dengan salah seorang guru mengatakan bahwa banyak siswa yang tidak dapat hadir ke sekolah karena demam dan sakit kulit.
-          Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah SD mengatakan bahwa disekolah ada UKS tapi kegiatannya tidak berjalan.
-          Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru SD anak SD tidak masuk sekolah karena demam dan penyakit kulit kira-kira 20-30 oranng per bulan
-          Beberapa  anak mengatakan cuci tangan tidak pakai sabun
Observasi :
-          sebagian besar anak bermain setelah pulang sekolah sampai menjelang sore
-          Tidak terdapat ruang khusus untuk UKS
-          Anak-anak bermain ke sungai dan kehutan dan tidak mengulang pelajaran dirumah

REMAJA
Angket
Dari 103 remaja, didapatkan :
-          26 orang ( 25,2% ) remaja pengangguran
-          46 orang( 44,7% ) remaja mengatasi masalah dengan diam
-          1 orang ( 1,0% ) mengatasi masalah dengan menggunakan NAPZA
-          33 orang( 32,0% ) remaja yang merokok
-          27 ( 26,2% ) orang tua mendiamkan masalah jika ada masalah dirumah
-          38 orang ( 36,9% ) orang tua memarahi remaja jika ada masalah di rumah
Wawancara :
-          Dari hasil wawancara dari 5 orang remaja, 2 orang remaja mengatasi masalah dengan minum-minum alkohol
Observasi :
Dari hasil observasi sebagian remaja minum alkohol saat menonton hiburan pada malam hari

LANSIA
Angket :
Dari 63 Orang Lansia terdapat,
-          53 Orang ( 84,1%  ) lansia tidak pernah mendengar tentang posyandu lansia
-          55 Orang ( 87,3% ) lansia berkeinginan dibentuknya posyandu lansia
-          50 Orang Lansia ( 90,9% ) lansia menginginkan adanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan
-          27 Orang lansia ( 34,6% ) lansia menderita penyakit darah tinggi
-          15 Orang ( 19,2% ) lansia menderita rematik
-          18 Orang ( 23,1% ) lansia menderita demam
-          9 Orang ( 11,5% ) lansia menderita sesak nafas
-          6 Orang ( 7,7% ) lansia menderita penyakit jantung
-          3 Orang ( 3,8% ) lansia menderita penyakit gula
-          26 Orang ( 41,3% ) lansia tidak memeriksakan kesehatan secara rutin
-          20 Orang ( 29%) lansia hanya melakukan kegiatan rumah tangga setiap hari
-          28 Orang ( 43,8% ) lansia berkebun
-          31 Orang ( 49,2% ) lansia tidak ikut dalam kegiatan sosial di desa
Wawancara :
-          Wawancara dengan Petugas kesehatan di desa usul belum terbentuk posyandu lansia
-          Wawancara dengan Lansia mengatakan malas memeriksakan kesehatan karena jarak ke pelayanan kesehatan jauh
Observasi :
-          Berdasarkan hasil observasi saat pengkajian ditemukan 3 lansia menderita stroke
-          Tidak terdapatnya posyandu lansia
KESEHATAN LINGKUNGAN
Angket :
-          Dari 267 KK terdapat 29 KK (10,9%) Sumber air minum dari sumur gali tanpa cincin
-          Dari 276 KK terdapat 68 KK (25,5%) Sumber air minum dari sungai
-          Dari 276 KK terdapat 47 KK (25,4%) terdapat sumur gali yamg jaraknya < 10 meter dengan septic tank
-          Dari 276 KK terdapat 30 KK (10,8%) keadaan air minumnya berbau
-          Dari 276 KK terdapat 44 KK (15,8%) keadaan air minumnya berwarna
-          Dari 276 KK terdapat 20 KK (7,2%) keadaan air minumnya berasa
-          Dari 276 KK terdapat 146 KK (54,7%) tempat penampungan air minumnya tidak tertutup
-          Dari 276 KK terdapat 179 KK (67,0%) Sumber air untuk mandi dan mencuci dari sungai
-          Dari 276 KK terdapat 43 KK (13,7%) keadaan air untuk mandi dan mencuci berbauh
-          Dari 276 KK terdapat 119 KK (37,9%) keadaan air untuk mandi dan mencuci bewarna
-          Dari 276 KK terdapat 36 KK (11,5) keadaan air untuk mandi dan mencuci berasa
-          Dari 276 KK terdapat 207 KK (77,5%) rumah tidak mempunyai kamar mandi
-          Dari 276 KK terdapat 218 KK (81,6%) Buang Air Besar di sungai
-          Dari 276 KK terdapat 36 KK (13,5%) pengolahan sampah rumah tangga dengan dibuang ke tanah kosong
-          Dari 276 KK terdapat 36 KK (13,5%) pengolahan sampah rumah tangga dibuang sembarangan
-          Dari 276 KK terdapat 253 KK (94,8%) tempat pembuangan sampah dengan kondisi terbuka
-          Dari 276 KK terdapat 107 KK (40,1%) kaleng bekas dan barang-barang yang tidak pakai dibuang sembarangan
-          Dari 276 KK terdapat 25 KK (9,4%) kaleng bejas dan barang-barang yang tidak pakai dibiarkan saja
-          Dari 276 KK terdapat 168 KK (62,9%) tidak ada kegiatan gotong royong di lingkungan
-          Dari 267 KK terdapat 70 KK (26,2%) sarana pembuangan air limba di sungai
-          Dari 267 KK terdapat 50 KK (18,7%) sarana pembuangan air limbah tidak ada got
-          Dari 267 KK terdapat 49 KK (18,4%) sarana pembuangan air limba terbuka tergenang
-          Dari 267 KK terdapat 36 KK (13,5%) sarana pembuangan air limba tertutup tergenang
-          Dari 267 KK terdapat 16 KK (6,0%) sarana penbuangan limbah tidak berfungsi
-          Dari 267 KK terdapat 35 KK (13,1%) sarana pembuangan air limbah dibersihkan bila tersumbat
-          Dari 267 KK terdapat 92 KK (34,5%) sarana pembuangan air limbah tidak pernah dibersihkan
-          Dari 267 KK terdapat 32 KK (12,0%) yang mempunyai kolam atau aquarium di rumah tidak pernah dibersihkan
Wawancara :
-          Berdasarkan hasil wawancara kepada Bapak SekDes mengatakan mayoritas masyarakat Desa Usul sumber air minumnya dari sumur gali dan sebagian besar masyarakat MCK nya di sungai
-          Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas kesehatan didapatkan data penyakit menular antara lain : ispa 246, GEA (gastroenteritis akut) 142, Dermatitis 92.
Observasi :
-          Sebagian besar masyarakat Desa Usul MCK di sungai
Sebagian besar masyarakat Desa Usul membuang sampah tidak pada tempatnya


Risiko penurunan derajat kesehatan ibu dan bayi








































Kurangnya pengetahuan Ibu tentang ASI Ekslusif






































































Resiko terjadinya penyakit akibat imunisasi tidak lengkap

































Resiko Penurunan drajat kesehatan balita

















































Risiko penurunan derajat kesehatan pada anak usia sekolah






















































































Tingginya angka penyakit degeneratif (Darah tinggi,Rematik, Jantung, Gula) yang diderita oleh lansia










































Resiko penurunan derajat kesehatan masyarakat

























b.d Kurang terpajan informasi tentang kesehatan ibu selama hamil





































b.d Kurang terpajannya informasi







































































b.d Kurang pengetahuan dan kesadaran Ibu tentang manfaat imunisasi pada bayi





























b.d kurang pengetahuan ibu tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan














































b.d Kurang pengetahuan tentang pentingnya perawatan personal higien



















































































b.d kurang pengetahuan lansia tentang pelayanan kesehatan













































b.d Kurang pengetahuan masyarakat tentang lingkungan sehat





































C. Perumusan Masalah
  1. Risiko penurunan derajat kesehatan ibu dan bayi b.d Kurang terpajan informasi tentang kesehatan ibu selama hamil
  2. Kurangnya pengetahuan Ibu tentang ASI Ekslusif b.d Kurang terpajannya informasi
  3. Resiko terjadinya penyakit akibat imunisasi tidak lengkap b.d Kurang pengetahuan dan kesadaran Ibu tentang manfaat imunisasi pada bayi
  4. Resiko Penurunan drajat kesehatan balita b.d kurang pengetahuan ibu tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan
  5. Risiko penurunan derajat kesehatan pada anak usia sekolah b.d Kurang pengetahuan tentang pentingnya perawatan personal higien
  6. Tingginya angka penyakit degeneratif (Darah tinggi,Rematik, Jantung, Gula) yang diderita oleh lansia b.d kurang pengetahuan lansia tentang pelayanan kesehatan
  7. Resiko penurunan derajat kesehatan masyarakat b.d Kurang pengetahuan masyarakat tentang lingkungan sehat

Tidak ada komentar: